DermayuMagz.com – Bagi para pencinta kuliner laut, pulau Jeju di Korea Selatan menawarkan surga tersembunyi yang patut dijelajahi. Keindahan alamnya yang memukau berpadu sempurna dengan kekayaan hasil lautnya yang segar, menciptakan pengalaman gastronomis tak terlupakan. Jika Anda berencana mengunjungi pulau yang dijuluki “Pulau Dewa” ini, bersiaplah untuk memanjakan lidah dengan tujuh hidangan laut khas yang wajib Anda cicipi.
Pulau Jeju, dengan garis pantainya yang panjang dan lautannya yang kaya, telah lama dikenal sebagai salah satu destinasi penghasil seafood terbaik di Korea Selatan. Tradisi nelayan yang kuat dan teknik pengolahan yang turun-temurun menjadikan setiap hidangan memiliki cita rasa otentik yang sulit ditemukan di tempat lain. Nah, mari kita selami lebih dalam kelezatan kuliner laut Jeju yang siap menggoyang selera Anda.
1. Abai (Uni Laut) – Emas dari Lautan Jeju
Pertama dalam daftar adalah abai, atau uni laut. Bagi sebagian orang, tampilannya mungkin sedikit menantang, namun jangan salah, rasanya adalah mahakarya alam. Abai Jeju terkenal dengan teksturnya yang lembut, lumer di mulut, dan rasa manis gurih yang khas. Warnanya yang oranye terang hingga kekuningan memberikan kesan mewah, seolah Anda sedang menyantap emas dari dasar laut.
Penyajian abai umumnya sangat sederhana, untuk mempertahankan kesegaran dan rasa aslinya. Seringkali disajikan mentah, hanya dengan sedikit perasan jeruk nipis atau kecap asin. Beberapa restoran juga menyajikannya sebagai topping nasi (bibimbap) atau dicampurkan dalam sup hangat. Keunikan abai Jeju terletak pada kualitas air lautnya yang bersih dan suhu yang ideal, menciptakan lingkungan sempurna bagi landak laut untuk tumbuh dengan kualitas terbaik.
Sejarah penangkapan abai di Jeju sendiri sudah berlangsung sejak lama. Para wanita penyelam haenyeo yang legendaris, yang telah diakui oleh UNESCO sebagai Warisan Budaya Takbenda, seringkali menjadi ujung tombak dalam pengumpulan abai dari dasar laut. Keberanian dan keahlian mereka dalam menyelam tanpa alat bantu pernapasan menjadi bagian tak terpisahkan dari cerita di balik kelezatan abai ini.
2. Haemuljjim (Rebusan Seafood Pedas) – Kehangatan dalam Setiap Suapan
Bagi pecinta rasa pedas, haemuljjim adalah pilihan yang tak boleh dilewatkan. Hidangan ini adalah semacam rebusan atau kukusan seafood yang dimasak dengan bumbu pedas dan kaya rempah. Berbagai jenis seafood segar, seperti kepiting, udang, kerang, cumi-cumi, dan gurita, berpadu dalam kuah kental berwarna merah menggugah selera.
Bumbu utamanya biasanya terdiri dari gochujang (pasta cabai Korea), gochugaru (bubuk cabai Korea), bawang putih, jahe, dan berbagai sayuran seperti tauge, daun bawang, dan jamur. Tingkat kepedasannya bisa disesuaikan, namun rasa pedas yang nendang ini justru menjadi daya tarik utama haemuljjim, terutama saat disantap di cuaca dingin.
Haemuljjim bukan sekadar hidangan pedas biasa. Kompleksitas rasanya yang berasal dari berbagai jenis seafood yang berbeda memberikan kedalaman rasa yang luar biasa. Manisnya udang, gurihnya kepiting, dan kenyalnya cumi berpadu harmonis dengan bumbu pedas yang meresap sempurna. Seringkali, setelah semua seafood habis, kuah kentalnya digunakan untuk memasak nasi goreng, menjadikannya penutup yang sempurna.
Baca juga di sini: Manfaat Kol Merah: Kesehatan & Cara Konsumsi Terbaik
3. Godeungeo Gui (Ikan Makarel Bakar) – Kesederhanaan yang Menggoda
Kesederhanaan seringkali menghasilkan kelezatan yang tak terduga, dan godeungeo gui adalah bukti nyata. Ikan makarel segar yang dibakar dengan sempurna ini menawarkan rasa gurih alami dari ikan itu sendiri, diperkaya dengan sedikit garam dan lada. Kulitnya yang renyah dan dagingnya yang lembut menjadikannya favorit banyak orang.
Ikan makarel di Jeju dikenal memiliki kualitas yang sangat baik karena tumbuh di perairan yang kaya nutrisi. Proses pembakarannya biasanya dilakukan dengan hati-hati agar bagian luar sedikit gosong dan renyah, sementara bagian dalamnya tetap lembab dan juicy. Aroma bakaran yang khas langsung menyeruak saat hidangan ini disajikan.
Godeungeo gui biasanya disajikan dengan nasi putih hangat, berbagai macam banchan (lauk pendamping Korea), dan saus cocolan. Beberapa orang suka menambahkan sedikit perasan lemon untuk menambah kesegaran, atau mencelupkannya ke dalam saus kedelai yang dicampur dengan irisan cabai dan bawang putih. Kelezatan ikan makarel bakar ini terletak pada kemurnian rasanya yang tidak tertutup oleh bumbu yang berlebihan.
4. Mulhoe (Sup Ikan Dingin) – Segarnya Surga Tropis di Tengah Lautan
Terasa kontras dengan haemuljjim, mulhoe menawarkan sensasi kesegaran yang luar biasa. Hidangan ini adalah sup ikan dingin yang disajikan dengan berbagai macam seafood mentah, seperti ikan mentah (sashimi), gurita, cumi, dan sayuran segar. Kuahnya yang dingin terbuat dari campuran kaldu ikan, cuka, dan sedikit gula, memberikan rasa asam manis yang menyegarkan.
Mulhoe adalah pilihan sempurna untuk dinikmati di hari yang panas atau setelah seharian beraktivitas. Kombinasi tekstur dari ikan mentah yang lembut, gurita yang kenyal, dan sayuran renyah, berpadu dengan kuah dingin yang menyegarkan, menciptakan pengalaman kuliner yang unik. Seringkali, mulhoe disajikan dengan nasi di sampingnya, yang bisa dicampurkan ke dalam sup atau dimakan terpisah.
Keunikan mulhoe terletak pada kesegarannya. Kualitas seafood mentah yang digunakan sangat krusial. Di Jeju, dengan pasokan seafood segar yang melimpah, mulhoe menjadi hidangan yang sangat populer dan digemari. Rasa asam segar dari kuahnya mampu membersihkan langit-langit mulut dan membangkitkan selera makan.
5. Galchi Jorim (Ikan Belut Rebus Bumbu Pedas) – Kelembutan Ikan dengan Tendangan Rasa
Galchi jorim adalah hidangan ikan belut yang direbus dalam bumbu pedas yang kaya rasa. Ikan belut, dengan dagingnya yang putih bersih dan teksturnya yang lembut seperti mentega, menjadi bintang utama dalam hidangan ini. Bumbu pedasnya, yang mirip dengan haemuljjim namun seringkali lebih fokus pada rasa manis dan gurihnya ikan, sangat cocok berpadu dengan kelembutan daging belut.
Bumbu galchi jorim biasanya mencakup gochujang, gochugaru, kecap asin, bawang putih, jahe, dan sedikit gula atau madu untuk menyeimbangkan rasa pedasnya. Seringkali ditambahkan pula lobak atau kentang yang ikut direbus bersama ikan, menyerap semua bumbu lezat dan menjadi pendamping yang sempurna.
Keistimewaan galchi jorim terletak pada kontras teksturnya. Daging belut yang sangat lembut bertemu dengan kuah bumbu yang kental dan sedikit pedas. Hidangan ini sangat nikmat disantap panas-panas dengan nasi putih. Keberhasilan hidangan ini sangat bergantung pada kualitas ikan belut segar yang digunakan, serta keseimbangan bumbu yang pas.
6. Jeonbok Guk (Sup Abalon) – Nutrisi dan Kelezatan dalam Satu Mangkuk
Jeonbok guk adalah sup abalon yang bening dan ringan, namun kaya akan nutrisi dan rasa. Abalon, yang dikenal sebagai salah satu hasil laut paling berharga, diolah menjadi sup yang hangat dan menyehatkan. Hidangan ini seringkali disajikan untuk orang yang sedang sakit atau dalam masa pemulihan, karena khasiatnya yang dipercaya baik untuk kesehatan.
Sup ini biasanya dibuat dengan merebus abalon segar yang diiris tipis bersama kaldu ikan atau rumput laut, dengan sedikit tambahan bawang putih dan garam untuk memperkaya rasa. Terkadang, minyak wijen juga ditambahkan untuk aroma yang lebih harum. Hasilnya adalah sup yang bening, dengan rasa gurih abalon yang lembut dan sedikit manis.
Tekstur abalon yang sedikit kenyal namun tetap empuk saat direbus menjadi daya tarik tersendiri. Jeonbok guk bukan hanya tentang rasa, tetapi juga tentang kesehatan. Abalon kaya akan protein, vitamin, dan mineral. Menikmati semangkuk jeonbok guk hangat di Jeju adalah cara yang sempurna untuk merasakan kebaikan alam laut pulau tersebut.
7. Haemul Pajeon (Pancake Seafood) – Renyah di Luar, Lembut di Dalam
Terakhir, namun tak kalah penting, adalah haemul pajeon. Ini adalah semacam pancake gurih yang dibuat dari adonan tepung, telur, dan berbagai macam seafood segar, serta daun bawang. Hasilnya adalah pancake yang renyah di bagian luar dan lembut di bagian dalam, dengan aroma seafood yang menggoda.
Seafood yang umum digunakan antara lain udang, cumi-cumi, kerang, dan terkadang gurita. Potongan seafood ini dicampurkan ke dalam adonan sebelum dipanggang di atas wajan panas hingga berwarna keemasan. Daun bawang yang melimpah memberikan rasa segar dan aroma yang khas.
Haemul pajeon biasanya disajikan dengan saus cocolan yang terbuat dari kecap asin, cuka, dan sedikit bubuk cabai. Gigitan pertama pada pajeon yang hangat dan renyah, diikuti dengan rasa gurih seafood di dalamnya, sungguh memuaskan. Hidangan ini sangat cocok dinikmati sebagai camilan atau lauk pendamping.
Jujur sih, menjelajahi kuliner laut Jeju adalah sebuah petualangan tersendiri. Setiap hidangan menceritakan kisah tentang kekayaan alam pulau ini dan tradisi kuliner yang telah diwariskan turun-temurun. Jadi, jika Anda berencana menginjakkan kaki di Jeju, pastikan daftar kuliner ini ada di tangan Anda. Selamat menikmati kelezatan laut Jeju!






