Tantangan Baru: Kemenag Gelar Pelatihan Penilaian Kualitas Makanan Jemaah Haji

Indramayu10 Views

DermayuMagz.com – Kementerian Haji dan Umrah wilayah Jawa Barat memberikan perhatian serius terhadap pemenuhan gizi dan kesehatan calon jemaah haji sebelum mereka bertolak ke Tanah Suci.

Komitmen ini diwujudkan melalui penerapan standar pengelolaan konsumsi yang ketat di Asrama Haji Indramayu.

Untuk memastikan kualitas hidangan yang disajikan, Kemenhaj menjalin kerjasama dengan dapur katering profesional yang dikelola oleh koki berpengalaman dan ahli gizi.

Tujuannya adalah agar setiap makanan yang disajikan tidak hanya menggugah selera, tetapi juga memenuhi kebutuhan nutrisi esensial bagi para jemaah.

Proses pengolahan makanan di Asrama Haji Indramayu diawasi dengan cermat terkait standar kebersihan dan higienitas.

Mulai dari pemilihan bahan baku yang berkualitas, proses memasak yang higienis, hingga cara penyajian, semuanya mengikuti panduan kesehatan yang berlaku.

Boy S Munir, Kepala Bidang Akomodasi Asrama Haji Indramayu, menjelaskan bahwa setiap calon jemaah haji mendapatkan jatah makan tiga kali sehari selama berada di asrama.

Selain makanan utama, para jemaah juga difasilitasi dengan makanan tambahan seperti camilan dan buah-buahan segar untuk melengkapi asupan gizi harian mereka.

Baca juga di sini: Layanan PSC 119 Cianjur Buka Akses Bantuan Medis Darurat 24 Jam

Seluruh hidangan ini diproduksi langsung di dapur terpadu yang berlokasi di dalam area asrama.

Boy merinci, “Jemaah mendapatkan snack saat berada di aula. Untuk makan pagi dan siang disajikan secara prasmanan, dengan tambahan snack. Sementara itu, untuk konsumsi terakhir sebelum menuju bandara, kami menyediakan nasi boks,” ujarnya pada Sabtu, 25 April 2026.

Ia menambahkan bahwa dapur terpadu ini merupakan fasilitas baru yang mulai dioperasikan pada tahun ini, seiring dengan pengembangan infrastruktur Asrama Haji Indramayu.

Sebelumnya, layanan konsumsi belum terpusat seperti yang diterapkan saat ini.

Meskipun baru pertama kali beroperasi, Boy memastikan bahwa seluruh sistem operasional dapur telah memenuhi standar regulasi gizi yang ditetapkan.

Hal ini merupakan langkah krusial dalam menjaga kondisi fisik jemaah agar tetap prima menjelang pelaksanaan ibadah haji.

Perhatian khusus juga diberikan kepada jemaah lanjut usia (lansia), yang jumlahnya cukup signifikan.

Penyesuaian menu makanan dilakukan secara cermat untuk memenuhi kebutuhan dan kondisi kesehatan mereka.

Petronella Modesta Hilda, ahli gizi yang bertugas di dapur haji, mengungkapkan bahwa menu makanan disusun secara bervariasi setiap harinya.

Variasi ini bertujuan untuk mencegah rasa jenuh sekaligus memastikan keseimbangan nutrisi yang optimal.

Salah satu contoh menu harian yang disajikan meliputi olahan daging, ikan fillet, sayur sop, buah jeruk, serta minuman segar seperti jus wortel dan nanas.

“Kami menyusun menu berdasarkan standar Angka Kecukupan Gizi (AKG) untuk pria dan wanita usia produktif. Khusus untuk lansia, kami meningkatkan kebutuhan gizinya karena mereka memerlukan asupan yang lebih,” jelas Modesta.

Ia juga menekankan bahwa tekstur makanan untuk jemaah lansia disesuaikan agar lebih mudah dikonsumsi, sehingga aman dan nyaman bagi mereka.

Melalui pengelolaan konsumsi yang profesional dan terstandar ini, Kemenhaj Jawa Barat berharap para calon jemaah haji dapat berangkat ke Tanah Suci dalam kondisi sehat dan bugar.

Upaya ini menjadi bagian integral dalam mendukung kelancaran pelaksanaan ibadah haji, sekaligus memastikan para jemaah mendapatkan pelayanan terbaik sejak sebelum keberangkatan.