DermayuMagz.com – Skema pengelompokan jemaah haji Indonesia berdasarkan rombongan telah diimplementasikan sejak mereka tiba di Bandara Amir Mohammad bin Abdul Aziz, Arab Saudi, dan akan melanjutkan perjalanan menuju bus.
Penerapan sistem rombongan ini bertujuan untuk mempermudah pelayanan dan menciptakan ketertiban yang lebih baik. Diharapkan, langkah ini akan memberikan kenyamanan yang lebih optimal bagi jemaah haji Indonesia selama perjalanan dari bandara menuju hotel di Madinah.
Kepala Daerah Kerja (Daker) Bandara, Abdul Basir, menjelaskan bahwa pengelompokan sejak awal akan membuat seluruh proses, mulai dari turun pesawat, keluar dari pintu kedatangan, hingga naik ke bus, menjadi lebih tertib dan efisien.
Bandara Amir Mohammad bin Abdul Aziz saat ini telah dipadati oleh berbagai jemaah haji, termasuk dari Indonesia. Dalam situasi seperti ini, skema rombongan menjadi krusial untuk mencegah jemaah terpisah dari kelompoknya.
Baca juga di sini: Uni Eropa: Impor Energi Membengkak Akibat Konflik Timur Tengah
Abdul Basir mengimbau para pendamping jemaah haji untuk meningkatkan peran aktif mereka dalam membimbing dan mengarahkan jemaah sesuai dengan rombongan masing-masing.
Beliau menekankan pentingnya jemaah sudah terorganisir dalam rombongan saat hendak keluar dari gerbang bandara, sehingga proses naik ke bus dapat berjalan sesuai urutan rombongan.
Lebih lanjut, pihaknya juga meminta seluruh personel yang bertugas di lapangan untuk berupaya semaksimal mungkin agar setiap bus diisi oleh satu rombongan jemaah haji.
Setiap bus yang disediakan memiliki kapasitas lebih dari 45 orang. Namun, untuk memastikan kenyamanan, jumlah jemaah per rombongan yang ditempatkan dalam satu bus dibatasi maksimal 40 orang.
Dalam kesempatan terpisah, Ahmad Fitria, seorang jemaah haji asal Kabupaten Langkat, Sumatera Utara, mengungkapkan rasa terima kasihnya atas kehangatan dan keramahan yang ditunjukkan oleh para petugas haji Indonesia.
Menurutnya, petugas haji selalu menyapa dengan ramah dan senyum, serta membantu mengatur kelancaran proses. Ia juga menyebutkan bahwa waktu yang dihabiskan dari area istirahat di bandara hingga naik bus terasa cukup singkat.
Ahmad Fitria menilai skema rombongan yang telah ditetapkan dan dijalankan oleh petugas memberikan kenyamanan yang signifikan. Meskipun bus dapat menampung hingga 50 orang, pembagian sesuai skema rombongan membuat penumpang tidak berdesakan.
Ia menambahkan bahwa pengaturan ini membuat perjalanan terasa lebih nyaman, ditambah lagi dengan kualitas kendaraan yang baik. Pengalaman ini memberikan apresiasi positif terhadap upaya penyelenggaraan ibadah haji.








