Babinsa Koramil Lelea Hadiri Mapag Sri Desa Nunuk, Tekankan Kebersamaan dan Budaya

Indramayu15 Views

DermayuMagz.com – Kehadiran aparat teritorial dari Koramil 1612/Lelea menjadi sorotan dalam perhelatan akbar Mapag Sri yang diselenggarakan oleh masyarakat Desa Nunuk, Kecamatan Lelea, Kabupaten Indramayu, pada hari Minggu, 19 April 2026. Acara adat yang sakral ini tidak hanya dihadiri oleh tokoh masyarakat dan pemerintah daerah, tetapi juga oleh perwakilan dari unsur TNI, yang menegaskan pentingnya sinergi antara militer dan masyarakat dalam menjaga kelestarian budaya.

Kegiatan yang dimulai tepat pukul 09.00 WIB di halaman kantor Desa Nunuk ini berlangsung meriah dan penuh khidmat. Antusiasme warga Desa Nunuk terlihat jelas dalam partisipasi mereka yang beragam. Turut hadir dalam acara penting ini adalah Camat Lelea, Bapak Atang Suwandi, S.STP., M.Si., yang memberikan dukungan penuh terhadap pelestarian tradisi lokal. Selain itu, perwakilan dari Koramil 1612/Lelea, Serma Zaenal Mustaqim, serta perwakilan dari Polsek Lelea, Aipda Unang W., turut hadir, menunjukkan soliditas keamanan.

Para pamong desa dan ratusan warga setempat larut dalam kehangatan tradisi tahunan ini. Kehadiran Babinsa Desa Nunuk, yang merupakan bagian integral dari Koramil 1612/Lelea, bukan sekadar simbolik. Ia hadir sebagai representasi kedekatan TNI dengan rakyat, sekaligus memastikan seluruh rangkaian acara berjalan lancar dan tanpa hambatan. Hal ini sejalan dengan tugas pokok TNI dalam menjaga kedaulatan negara dan juga berperan aktif dalam pembangunan serta pembinaan masyarakat.

Baca juga di sini: Dortmund Takluk dari Barcelona 3-1, Tapi Tetap Melaju ke Semifinal

Babinsa Desa Nunuk dalam kesempatan tersebut menyampaikan pandangannya mengenai makna mendalam dari tradisi Mapag Sri. Ia menekankan bahwa warisan budaya ini merupakan aset berharga yang harus dijaga dan dilestarikan bersama oleh seluruh elemen masyarakat. “Kami dari Koramil hadir untuk memberikan dukungan penuh terhadap kegiatan ini. Tujuannya tidak hanya untuk memastikan keamanan, tetapi juga sebagai wujud nyata kami dalam mempererat tali silaturahmi dan hubungan emosional dengan masyarakat,” ungkapnya di sela-sela acara.

Lebih lanjut, ia menyoroti semangat gotong royong yang terpancar kuat dalam pelaksanaan Mapag Sri. Semangat kebersamaan ini, menurutnya, adalah cerminan kekuatan sosial yang dimiliki oleh masyarakat desa. Nilai-nilai luhur seperti ini perlu terus dipupuk dan dipertahankan, terutama di era modern yang serba cepat ini. Gotong royong menjadi perekat sosial yang ampuh dalam menghadapi berbagai tantangan zaman.

Tradisi Mapag Sri sendiri memiliki akar yang kuat dalam budaya agraris masyarakat Indramayu. Ritual ini merupakan ekspresi rasa syukur yang mendalam atas limpahan rezeki dari hasil panen, khususnya padi, yang menjadi sumber kehidupan utama. Upacara ini biasanya diisi dengan berbagai rangkaian kegiatan, mulai dari doa bersama yang dipanjatkan untuk keberkahan, arak-arakan hasil bumi yang melimpah sebagai simbol kemakmuran, hingga pertunjukan seni budaya yang melibatkan partisipasi aktif dari seluruh lapisan masyarakat.

Selama berlangsungnya acara, suasana yang tercipta adalah suasana kondusif yang diliputi rasa kekeluargaan. Sinergi antara aparat gabungan dari TNI dan Polri terlihat jelas dalam upaya menjaga ketertiban dan keamanan, memastikan setiap tahapan acara dapat berjalan tanpa adanya gangguan yang berarti. Kolaborasi ini menunjukkan komitmen bersama dalam mengawal tradisi dan menjaga kedamaian di masyarakat.

Camat Lelea, Bapak Atang Suwandi, dalam pidatonya, tidak lupa menyampaikan apresiasi yang tinggi kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam menyukseskan acara Mapag Sri. Ia secara khusus menggarisbawahi peran penting TNI dalam menjaga kelancaran dan keamanan kegiatan ini. Kolaborasi yang erat antara pemerintah daerah, aparat keamanan, dan masyarakat luas dinilainya sebagai kunci utama keberhasilan penyelenggaraan acara adat ini.

Di sisi lain, sambutan positif juga datang dari masyarakat Desa Nunuk. Kehadiran anggota Koramil yang dinilai selalu aktif dan peduli terhadap berbagai kegiatan kemasyarakatan disambut dengan hangat. Keberadaan Babinsa di tengah-tengah masyarakat tidak hanya memberikan rasa aman, tetapi juga berperan penting dalam memperkuat ikatan emosional antara aparat dan warga. Hal ini menciptakan hubungan yang lebih harmonis dan saling percaya.

Dengan terselenggaranya kegiatan Mapag Sri secara aman, tertib, dan penuh makna, tradisi ini kembali membuktikan eksistensinya sebagai warisan budaya yang tak ternilai. Mapag Sri bukan sekadar ritual, melainkan bagian integral dari identitas dan jati diri masyarakat Indramayu. Dukungan yang berkelanjutan dari berbagai elemen, termasuk peran aktif TNI melalui Koramil dan para Babinsa, diharapkan dapat terus melestarikan tradisi berharga ini untuk generasi mendatang, memastikan kekayaan budaya Indonesia tetap terjaga kelangsungannya.