DermayuMagz.com – Perum Bulog mencatatkan progres signifikan dalam upaya menjaga stabilitas pangan nasional. Hingga 24 Juli 2026, lembaga pangan tersebut berhasil menyerap hasil panen petani dalam negeri sebesar 3,5 juta ton setara beras.
Direktur Utama Perum Bulog, Ahmad Rizal Ramdhani, mengungkapkan bahwa capaian ini merupakan buah dari kolaborasi lintas sektoral yang solid. Sinergi ini melibatkan berbagai pihak, mulai dari petani di lapangan, penyuluh pertanian, unsur TNI melalui Babinsa, hingga kepolisian melalui Bhabinkamtibmas, serta dukungan mitra kerja dan pemerintah daerah maupun pusat.
Menuju Target 4 Juta Ton
Dengan realisasi penyerapan sebesar 3,5 juta ton, Bulog kini hanya menyisakan selisih sekitar 500.000 ton untuk memenuhi target tahunan sebesar 4 juta ton. Rizal menyatakan optimismenya bahwa target tersebut akan tercapai dalam waktu dekat, mengingat proses penyerapan di tingkat petani masih terus berjalan secara intensif.
Lebih lanjut, ia menekankan bahwa angka 4 juta ton bukanlah sekadar target kuantitatif. Pencapaian ini merupakan instrumen krusial dalam memperkuat Cadangan Beras Pemerintah (CBP) yang berfungsi sebagai penyangga stabilitas harga dan ketersediaan pangan nasional.
Komitmen Berkelanjutan Pasca-Target
Pihak Bulog menegaskan bahwa penyerapan gabah dan beras dari petani tidak akan berhenti begitu saja setelah target 4 juta ton tercapai. Perseroan berkomitmen untuk terus menyerap hasil panen petani selama produksi dalam negeri tersedia, sesuai dengan penugasan pemerintah dan kapasitas gudang yang dimiliki.
Strategi ini diambil dengan beberapa tujuan utama, di antaranya:
- Menjaga harga gabah agar tetap stabil dan menguntungkan bagi petani di tingkat produsen.
- Meningkatkan kesejahteraan ekonomi para petani lokal.
- Memperkuat ketahanan pangan nasional melalui peningkatan cadangan beras yang berkelanjutan.
“Komitmen Bulog adalah untuk terus hadir bagi petani. Langkah ini penting untuk menjaga agar harga gabah tetap terjaga dengan baik, sekaligus memperkuat instrumen stabilitas pangan nasional kita,” jelas Ahmad Rizal dalam keterangannya, Minggu (26/7/2026).
Fondasi Swasembada Pangan
Upaya penyerapan hasil panen dalam negeri ini ditempatkan sebagai pilar utama dalam mendukung visi swasembada pangan berkelanjutan. Dengan memperkuat koordinasi bersama seluruh pemangku kepentingan, terutama di wilayah-wilayah sentra produksi, Bulog berupaya memastikan bahwa rantai pasok pangan domestik tetap terjaga.
Keberhasilan yang telah dicapai hingga saat ini diharapkan mampu menjadi fondasi yang kokoh dalam menghadapi tantangan ketahanan pangan di masa depan. Bulog memastikan bahwa pengadaan beras dari dalam negeri akan tetap menjadi prioritas utama guna meminimalisir ketergantungan pada pasokan eksternal.






