Gunung Semeru Siaga, Alat Pantau di Malang Hilang Dicuri

Berita8 Views

DermayuMagz.com – Di tengah meningkatnya status aktivitas vulkanik Gunung Semeru menjadi Siaga (Level III), terjadi insiden pencurian yang tidak terduga. Sejumlah peralatan penting untuk pemantauan gunung berapi tersebut dilaporkan hilang dari Stasiun Pemantauan Kopirejo di Kecamatan Wajak, Kabupaten Malang.

Pencurian ini mengganggu operasional stasiun pemantauan yang berperan vital dalam mengumpulkan data dan mentransmisikannya. Hilangnya komponen krusial ini berpotensi menghambat upaya deteksi dini terhadap aktivitas Gunung Semeru.

Pihak berwenang baru mengetahui hilangnya peralatan setelah petugas mendapati tidak ada aktivitas pemantauan dari Pos Pantau Stasiun Kopirejo sejak tanggal 23 April 2026. Setelah dilakukan pemeriksaan lebih lanjut di lokasi, ditemukan bahwa puluhan komponen perangkat keras telah dibawa kabur oleh pelaku.

Barang-barang yang dilaporkan hilang meliputi dua belas unit panel surya, dua unit regulator panel surya, dua belas unit aki atau accumulator, satu unit penangkal petir, satu set kabel grounding, stik grounding, power supply DC ke DC, serta satu set kabel lainnya. Kerugian ini cukup signifikan mengingat fungsi vital dari setiap komponen tersebut.

Kasus pencurian ini telah dilaporkan kepada pihak kepolisian setempat. Kepala Pos Pantau Gunung Api Semeru Lumajang, Liswanto, memperkirakan peristiwa pencurian ini terjadi sekitar tanggal 16 April. Beliau menyampaikan bahwa laporan ke polisi sedang dalam proses penanganan.

Liswanto menjelaskan bahwa akibat hilangnya perangkat tersebut, sistem pemantauan Gunung Semeru di wilayah Kopirejo saat ini tidak lagi terhubung. Namun, ia menegaskan bahwa pemantauan aktivitas vulkanik secara keseluruhan tidak sampai lumpuh total.

PEMANTAUAN DILANJUTKAN DARI POS LAIN

Liswanto menambahkan bahwa pengawasan terhadap Gunung Semeru saat ini masih terus berjalan. Hal ini dimungkinkan karena pemantauan dialihkan dan mengandalkan data dari pos pemantauan lainnya. Gunung Semeru sendiri memiliki jaringan yang cukup luas dengan empat belas pos pemantauan yang tersebar di wilayah Lumajang dan Malang.

Ia juga mengungkapkan bahwa insiden pencurian peralatan pemantau bukanlah kali pertama terjadi. Sebelumnya, pada bulan Agustus 2024, peralatan serupa juga pernah hilang dari Stasiun Klepu di Kecamatan Sumbermanjing Wetan, Malang. Saat itu, barang yang digasak meliputi baterai, panel surya, dan regulator.

Menyikapi kejadian berulang ini, Liswanto menyatakan bahwa kedua lokasi yang pernah menjadi sasaran pencurian, yakni Stasiun Kopirejo dan Stasiun Klepu, kini tidak lagi direkomendasikan untuk pemasangan perangkat pemantau serupa. Hal ini dilakukan untuk mencegah kerugian lebih lanjut di masa mendatang.

Sementara itu, berdasarkan informasi dari laman magma.esdm.go.id, hingga Jumat pagi pukul 10.00 WIB, belum tercatat adanya erupsi di Gunung Semeru. Namun, sehari sebelumnya, gunung api yang berstatus Siaga ini tercatat mengalami sembilan kali erupsi. Tinggi kolom abu maksimum yang teramati saat itu mencapai 1.000 meter di atas puncak.

Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) telah mengeluarkan rekomendasi kepada masyarakat. Mereka diminta untuk tidak melakukan aktivitas di sektor tenggara sepanjang Besuk Kobokan, dengan jarak hingga 13 kilometer dari pusat erupsi. Selain itu, warga juga diminta untuk tidak beraktivitas dalam radius 500 meter dari tepi sungai di sepanjang Besuk Kobokan, mengingat potensi terdampak awan panas dan aliran lahar hingga 17 kilometer dari puncak.

Baca juga di sini: DPRD Situbondo: Akhiri Spekulasi Isu Perselingkuhan

Lebih lanjut, masyarakat diimbau untuk mewaspadai potensi bahaya dalam radius 5 kilometer dari kawah aktif Gunung Semeru, karena area tersebut rawan terhadap lontaran batu pijar. Penting pula untuk selalu waspada terhadap potensi awan panas guguran, guguran lava, dan lahar yang dapat terjadi di sepanjang aliran sungai yang berhulu di puncak Semeru. Aliran sungai yang perlu diwaspadai secara khusus meliputi Besuk Kobokan, Besuk Bang, Besuk Kembar, dan Besuk Sat.