DermayuMagz.com – Strategi pembagian game gratis oleh Epic Games Store dilaporkan belum berhasil menggoyahkan dominasi Steam sebagai platform utama bagi para gamer PC.
Meskipun Epic Games Store secara konsisten menawarkan judul-judul game secara cuma-cuma, banyak pemain disebut hanya tertarik untuk mengklaim game tersebut tanpa beralih dari Steam untuk aktivitas bermain atau pembelian game lainnya. Kebiasaan ini menjadi sorotan, menunjukkan bahwa daya tarik game gratis belum cukup untuk mengubah preferensi utama para gamer.
Sebuah laporan dari LA Times mengutip pernyataan dari dua mantan karyawan Epic Games. Mereka mengungkapkan bahwa fenomena gamer yang sekadar mengklaim game gratis dan kemudian kembali menggunakan Steam sebagai platform utama adalah hal yang cukup umum terjadi. Hal ini mengindikasikan bahwa strategi yang dijalankan oleh Epic Games Store belum cukup kuat untuk mengikis loyalitas yang telah terbangun lama antara gamer dan Steam.
Menanggapi penilaian tersebut, Epic Games angkat bicara dengan menyajikan data performa platform mereka. Jake Jones, Direktur Komunikasi Epic, menyatakan bahwa pada tahun 2025, Epic Games Store berhasil mencatat rekor 78 juta pengguna aktif bulanan di platform PC. Angka ini menunjukkan adanya pertumbuhan yang signifikan dalam basis pengguna mereka.
Lebih lanjut, Jones menambahkan bahwa pengeluaran pemain untuk game-game pihak ketiga di Epic Games Store mengalami peningkatan sebesar 57 persen, mencapai total USD 400 juta. Menurut Epic, angka ini merupakan rekor tertinggi yang pernah dicapai oleh platform tersebut, dan hal ini dianggap sebagai bukti pertumbuhan ekosistem mereka yang positif.
Meskipun ada kritik mengenai efektivitas strategi game gratis dalam menggeser Steam, Epic Games Store tetap berkomitmen untuk melanjutkan program promosi ini. Platform ini terus menghadirkan penawaran game gratis secara berkala, seperti judul-judul seperti Tomak: Save the Earth Regeneration dan Prop Sumo, serta game lainnya seperti The Stone of Madness.
Selain penawaran game gratis, Epic Games Store juga secara rutin memberikan diskon besar-besaran untuk berbagai judul game populer. Diskon yang ditawarkan bisa mencapai 90 persen dari harga normal. Contohnya, game seperti Metro Exodus dan Hell Let Loose dapat diperoleh dengan harga yang jauh lebih terjangkau berkat promo yang dijalankan.
Baca juga di sini: Kemenangan Manchester United atas Aston Villa: Drama Kontroversial di Akhir Musim yang Bergejolak
Strategi pembagian game gratis dari Epic Games Store memang terbukti efektif dalam menarik perhatian para gamer dan meningkatkan jumlah klaim. Namun, berdasarkan laporan dan pengamatan yang ada, strategi ini belum mampu menandingi dominasi Steam sebagai platform utama dalam hal pembelian dan aktivitas bermain game secara keseluruhan. Meskipun demikian, Epic Games terus menunjukkan optimisme terhadap pertumbuhan basis penggunanya dan bertekad untuk mempertahankan strategi promosi agresifnya di pasar game PC yang kompetitif.












