Piala Dunia 2026 Terapkan Drinks Break, Mengapa FIFA Dikritik?
Piala Dunia 2026 akan menerapkan drinks break di semua pertandingan. Kebijakan FIFA ini menuai kritik karena dianggap punya alasan komersial.
OlehGia Yuda PradanaDiterbitkan 09 Juni 2026, 14:42 WIBShareCopy LinkBatalkanPerbesarTrofi Piala Dunia FIFA dipajang menjelang pengundian kualifikasi Piala Dunia FIFA 2026 di markas besar FIFA di Zurich, pada 13 Desember 2024. (Fabrice COFFRINI/AFP)
Liputan6.com, Jakarta – Piala Dunia 2026 akan menghadirkan sejumlah perubahan baru untuk meningkatkan pengalaman pertandingan dan kualitas penyelenggaraan. Salah satu kebijakan yang paling berpengaruh terhadap jalannya laga adalah penerapan jeda minum atau drinks break wajib di setiap babak.
FIFA memastikan seluruh 104 pertandingan turnamen yang berlangsung di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko akan dihentikan sementara untuk hydration break. Kebijakan tersebut berlaku tanpa memandang kondisi cuaca atau lokasi pertandingan.
Langkah ini diklaim bertujuan melindungi kesehatan pemain di tengah potensi suhu tinggi selama kompetisi. Namun, keputusan tersebut memunculkan perdebatan karena dinilai tidak semata berkaitan dengan faktor kebugaran pemain.
Alasan FIFA Menerapkan Drinks BreakPerbesarLogo FIFA terlihat di dalam stadion setelah pertandingan Final Piala Dunia Antarklub 2025 antara Chelsea dan Paris Saint-Germain di Stadion MetLife pada 13 Juli 2025 di East Rutherford, New Jersey. (Luke Hales/Getty Images via AFP)
Pengalaman pada Piala Dunia Antarklub 2025 menjadi salah satu dasar utama FIFA mengambil keputusan tersebut. Sejumlah pertandingan saat itu berlangsung dalam kondisi panas ekstrem yang memicu keluhan dari pemain dan pelatih.
Gelandang Chelsea dan Argentina, Enzo Fernandez, mengaku mengalami pusing saat bertanding dalam cuaca yang menurutnya sangat berbahaya. Beberapa pertandingan Chelsea bahkan berlangsung ketika otoritas setempat mengeluarkan peringatan cuaca yang menganjurkan masyarakat menghindari aktivitas fisik berat di luar ruangan.
Pelatih Chelsea saat itu, Enzo Maresca, juga terpaksa mempersingkat sesi latihan akibat peringatan panas tingkat tinggi di Philadelphia. Sementara itu, pemain Atletico Madrid, Marcos Llorente, mengaku merasakan panas yang sangat menyiksa saat menghadapi PSG.
Dalam pernyataannya, FIFA menjelaskan kebijakan tersebut merupakan bagian dari upaya menciptakan kondisi terbaik bagi pemain. Organisasi sepak bola dunia itu juga mengacu pada pengalaman dari berbagai turnamen sebelumnya, termasuk Piala Dunia Antarklub.
Kritik terhadap Kebijakan FIFAPerbesarPresiden FIFA, Gianni Infantino, berbicara di KTT Semafor World Economy 2026 pada 15 April 2026 di Washington, DC. KTT ini mempertemukan para pemimpin bisnis dan CEO teknologi untuk membahas ekonomi, kecerdasan buatan, dan tren bisnis. (Alex Wong/Getty Images via AFP)
Perdebatan muncul karena drinks break diwajibkan di seluruh pertandingan, termasuk laga yang dimainkan di stadion beratap tertutup atau wilayah dengan suhu lebih rendah. Kondisi tersebut memunculkan pertanyaan mengenai urgensi penerapan aturan yang sama di semua lokasi.
Sebagian pihak menilai pertandingan sepak bola berpotensi berubah menjadi format yang menyerupai olahraga Amerika Utara dengan lebih banyak jeda permainan. Kekhawatiran itu semakin menguat setelah FIFA mengizinkan penyiar komersial menayangkan iklan selama jeda minum.
Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6
Lanjut Baca:
>Keputusan tersebut membuat banyak pengamat menilai terdapat kepentingan bisnis di balik kebijakan baru itu. FIFA tetap mempertahankan pendiriannya dengan alasan keseragaman aturan di seluruh pertandingan Piala Dunia 2026.
Show AllGia Yuda PradanaTim RedaksiShareCopy LinkBatalkanAjang OlahragaPresiden FIFA Gianni Infantino menyebutkan tiga negara akan menjadi tuan rumah untuk Piala Dunia 2026 mendatang.Lihat SelengkapnyaPiala Dunia 2026
Pentas Bola Dunia 2026
- Wasit Omar Artan Buka Suara Setelah Gagal Bertugas di Piala Dunia 2026 karena Ditolak Masuk AS10 menit yang lalu
- Wasit Piala Dunia 2026 dari Somalia Omar Artan Ditolak Masuk AS18 menit yang lalu
- Argentina Siap Tempur! Lionel Messi Bidik Akhir Sempurna dalam Karier Piala Dunia19 menit yang lalu
- Insiden Michael Olise: Prancis Rasakan Dampak Aturan Baru FIFA Jelang Piala Dunia 202649 menit yang lalu
- Peru vs Spanyol: La Furia Roja Menang Meyakinkan Jelang Piala Dunia 20263 jam yang lalu
- Bukan Cuma Yamal, Ini 10 Bintang Muda yang Wajib Dipantau di Piala Dunia 20263 jam yang lalu
- Nasib Malang Jurrien Timber, Cedera Paksa Bek Arsenal Absen di Piala Dunia 20265 jam yang lalu
- Neymar Tunjukkan Perkembangan Positif, Harapan Tampil di Piala Dunia 2026 Kian Terbuka5 jam yang lalu
- Jadwal, Hasil, dan Klasemen Grup C Piala Dunia 20266 jam yang lalu
- Belanda vs Uzbekistan: Terima Kasih Cody Gakpo9 jam yang lalu
- Prancis vs Irlandia Utara: Bintangnya Bukan Mbappe, Tapi Michael Olise, Les Bleus Menang 3-19 jam yang lalu
- Jadwal, Hasil, dan Klasemen Grup B Piala Dunia 202615 jam yang lalu
Lihat Selengkapnya
Piala Dunia 2026 Terapkan Drinks Break, Mengapa FIFA Dikritik?
Piala Dunia 2026 akan menerapkan drinks break di semua pertandingan. Kebijakan FIFA ini menuai kritik karena dianggap punya alasan komersial.
OlehGia Yuda PradanaDiterbitkan 09 Juni 2026, 14:42 WIBShareCopy LinkBatalkanPerbesarTrofi Piala Dunia FIFA dipajang menjelang pengundian kualifikasi Piala Dunia FIFA 2026 di markas besar FIFA di Zurich, pada 13 Desember 2024. (Fabrice COFFRINI/AFP)>Keputusan tersebut membuat banyak pengamat menilai terdapat kepentingan bisnis di balik kebijakan baru itu. FIFA tetap mempertahankan pendiriannya dengan alasan keseragaman aturan di seluruh pertandingan Piala Dunia 2026.Seperti Apa Pelaksanaan Drinks Break?PerbesarSebuah papan bertuliskan “Piala Dunia FIFA 2026” dipajang di Stadion NYNJ, Kamis, 7 Mei 2026, di East Rutherford, N.J. (Foto AP/Yuki Iwamura)
Wasit akan menghentikan pertandingan pada menit ke-22 setiap babak untuk memberi kesempatan pemain melakukan rehidrasi. Jeda tersebut berlangsung selama tiga menit sebelum permainan kembali dilanjutkan.
Jika terjadi cedera atau penghentian pertandingan mendekati menit ke-20 atau ke-21, wasit dapat memajukan waktu drinks break. Fleksibilitas itu diberikan agar pertandingan tidak mengalami terlalu banyak penghentian.
Selain untuk minum, jeda tersebut diperkirakan akan dimanfaatkan pelatih untuk memberikan instruksi taktik tambahan kepada pemain. Di sisi lain, penyiar televisi mendapat opsi menampilkan iklan melalui layar terbagi atau jeda penuh sesuai ketentuan yang telah ditetapkan FIFA.
Dengan kebijakan baru ini, drinks break dipastikan menjadi salah satu elemen yang paling banyak diperbincangkan sepanjang Piala Dunia 2026. Dampaknya tidak hanya berkaitan dengan kesehatan pemain, tetapi juga menyentuh aspek komersial dan ritme pertandingan.
Sumber: ESPN
Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6
Show AllGia Yuda PradanaTim RedaksiShareCopy LinkBatalkanAjang OlahragaPresiden FIFA Gianni Infantino menyebutkan tiga negara akan menjadi tuan rumah untuk Piala Dunia 2026 mendatang.Lihat SelengkapnyaPiala Dunia 2026
Pentas Bola Dunia 2026
- Piala Dunia 2026 Terapkan Drinks Break, Mengapa FIFA Dikritik?2 menit yang lalu
- Piala Dunia 2026 Berpotensi Hadirkan Duel Messi vs Ronaldo, Kapan Bisa Terjadi?8 menit yang lalu
- Wasit Omar Artan Buka Suara Setelah Gagal Bertugas di Piala Dunia 2026 karena Ditolak Masuk AS20 menit yang lalu
- Wasit Piala Dunia 2026 dari Somalia Omar Artan Ditolak Masuk AS28 menit yang lalu
- Argentina Siap Tempur! Lionel Messi Bidik Akhir Sempurna dalam Karier Piala Dunia29 menit yang lalu
- Insiden Michael Olise: Prancis Rasakan Dampak Aturan Baru FIFA Jelang Piala Dunia 202659 menit yang lalu
- Peru vs Spanyol: La Furia Roja Menang Meyakinkan Jelang Piala Dunia 20263 jam yang lalu
- Bukan Cuma Yamal, Ini 10 Bintang Muda yang Wajib Dipantau di Piala Dunia 20263 jam yang lalu
- Nasib Malang Jurrien Timber, Cedera Paksa Bek Arsenal Absen di Piala Dunia 20265 jam yang lalu
- Neymar Tunjukkan Perkembangan Positif, Harapan Tampil di Piala Dunia 2026 Kian Terbuka5 jam yang lalu
- Jadwal, Hasil, dan Klasemen Grup C Piala Dunia 20266 jam yang lalu
- Belanda vs Uzbekistan: Terima Kasih Cody Gakpo9 jam yang lalu
Lihat Selengkapnya
Piala Dunia 2026 Terapkan Drinks Break, Mengapa FIFA Dikritik?
Piala Dunia 2026 akan menerapkan drinks break di semua pertandingan. Kebijakan FIFA ini menuai kritik karena dianggap punya alasan komersial.
OlehGia Yuda PradanaDiterbitkan 09 Juni 2026, 14:42 WIBShareCopy LinkBatalkanPerbesarTrofi Piala Dunia FIFA dipajang menjelang pengundian kualifikasi Piala Dunia FIFA 2026 di markas besar FIFA di Zurich, pada 13 Desember 2024. (Fabrice COFFRINI/AFP)
Liputan6.com, Jakarta – Piala Dunia 2026 akan menghadirkan sejumlah perubahan baru untuk meningkatkan pengalaman pertandingan dan kualitas penyelenggaraan. Salah satu kebijakan yang paling berpengaruh terhadap jalannya laga adalah penerapan jeda minum atau drinks break wajib di setiap babak.
FIFA memastikan seluruh 104 pertandingan turnamen yang berlangsung di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko akan dihentikan sementara untuk hydration break. Kebijakan tersebut berlaku tanpa memandang kondisi cuaca atau lokasi pertandingan.
Langkah ini diklaim bertujuan melindungi kesehatan pemain di tengah potensi suhu tinggi selama kompetisi. Namun, keputusan tersebut memunculkan perdebatan karena dinilai tidak semata berkaitan dengan faktor kebugaran pemain.
Alasan FIFA Menerapkan Drinks BreakPerbesarLogo FIFA terlihat di dalam stadion setelah pertandingan Final Piala Dunia Antarklub 2025 antara Chelsea dan Paris Saint-Germain di Stadion MetLife pada 13 Juli 2025 di East Rutherford, New Jersey. (Luke Hales/Getty Images via AFP)
Pengalaman pada Piala Dunia Antarklub 2025 menjadi salah satu dasar utama FIFA mengambil keputusan tersebut. Sejumlah pertandingan saat itu berlangsung dalam kondisi panas ekstrem yang memicu keluhan dari pemain dan pelatih.
Gelandang Chelsea dan Argentina, Enzo Fernandez, mengaku mengalami pusing saat bertanding dalam cuaca yang menurutnya sangat berbahaya. Beberapa pertandingan Chelsea bahkan berlangsung ketika otoritas setempat mengeluarkan peringatan cuaca yang menganjurkan masyarakat menghindari aktivitas fisik berat di luar ruangan.
Pelatih Chelsea saat itu, Enzo Maresca, juga terpaksa mempersingkat sesi latihan akibat peringatan panas tingkat tinggi di Philadelphia. Sementara itu, pemain Atletico Madrid, Marcos Llorente, mengaku merasakan panas yang sangat menyiksa saat menghadapi PSG.
Dalam pernyataannya, FIFA menjelaskan kebijakan tersebut merupakan bagian dari upaya menciptakan kondisi terbaik bagi pemain. Organisasi sepak bola dunia itu juga mengacu pada pengalaman dari berbagai turnamen sebelumnya, termasuk Piala Dunia Antarklub.
Kritik terhadap Kebijakan FIFAPerbesarPresiden FIFA, Gianni Infantino, berbicara di KTT Semafor World Economy 2026 pada 15 April 2026 di Washington, DC. KTT ini mempertemukan para pemimpin bisnis dan CEO teknologi untuk membahas ekonomi, kecerdasan buatan, dan tren bisnis. (Alex Wong/Getty Images via AFP)
Perdebatan muncul karena drinks break diwajibkan di seluruh pertandingan, termasuk laga yang dimainkan di stadion beratap tertutup atau wilayah dengan suhu lebih rendah. Kondisi tersebut memunculkan pertanyaan mengenai urgensi penerapan aturan yang sama di semua lokasi.
Sebagian pihak menilai pertandingan sepak bola berpotensi berubah menjadi format yang menyerupai olahraga Amerika Utara dengan lebih banyak jeda permainan. Kekhawatiran itu semakin menguat setelah FIFA mengizinkan penyiar komersial menayangkan iklan selama jeda minum.
Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6
Lanjut Baca:
>Keputusan tersebut membuat banyak pengamat menilai terdapat kepentingan bisnis di balik kebijakan baru itu. FIFA tetap mempertahankan pendiriannya dengan alasan keseragaman aturan di seluruh pertandingan Piala Dunia 2026.
Show AllGia Yuda PradanaTim RedaksiShareCopy LinkBatalkanAjang OlahragaPresiden FIFA Gianni Infantino menyebutkan tiga negara akan menjadi tuan rumah untuk Piala Dunia 2026 mendatang.Lihat SelengkapnyaPiala Dunia 2026
Pentas Bola Dunia 2026
- Piala Dunia 2026 Terapkan Drinks Break, Mengapa FIFA Dikritik?32 menit yang lalu
- Piala Dunia 2026 Berpotensi Hadirkan Duel Messi vs Ronaldo, Kapan Bisa Terjadi?38 menit yang lalu
- Wasit Omar Artan Buka Suara Setelah Gagal Bertugas di Piala Dunia 2026 karena Ditolak Masuk AS50 menit yang lalu
- Wasit Piala Dunia 2026 dari Somalia Omar Artan Ditolak Masuk AS58 menit yang lalu
- Argentina Siap Tempur! Lionel Messi Bidik Akhir Sempurna dalam Karier Piala Dunia59 menit yang lalu
- Insiden Michael Olise: Prancis Rasakan Dampak Aturan Baru FIFA Jelang Piala Dunia 20261 jam yang lalu
- Peru vs Spanyol: La Furia Roja Menang Meyakinkan Jelang Piala Dunia 20264 jam yang lalu
- Bukan Cuma Yamal, Ini 10 Bintang Muda yang Wajib Dipantau di Piala Dunia 20264 jam yang lalu
- Nasib Malang Jurrien Timber, Cedera Paksa Bek Arsenal Absen di Piala Dunia 20266 jam yang lalu
- Neymar Tunjukkan Perkembangan Positif, Harapan Tampil di Piala Dunia 2026 Kian Terbuka6 jam yang lalu
- Jadwal, Hasil, dan Klasemen Grup C Piala Dunia 20266 jam yang lalu
- Belanda vs Uzbekistan: Terima Kasih Cody Gakpo10 jam yang lalu
Lihat Selengkapnya
Piala Dunia 2026 Terapkan Drinks Break, Mengapa FIFA Dikritik?
Piala Dunia 2026 akan menerapkan drinks break di semua pertandingan. Kebijakan FIFA ini menuai kritik karena dianggap punya alasan komersial.
OlehGia Yuda PradanaDiterbitkan 09 Juni 2026, 14:42 WIBShareCopy LinkBatalkanPerbesarTrofi Piala Dunia FIFA dipajang menjelang pengundian kualifikasi Piala Dunia FIFA 2026 di markas besar FIFA di Zurich, pada 13 Desember 2024. (Fabrice COFFRINI/AFP)
Liputan6.com, Jakarta – Piala Dunia 2026 akan menghadirkan sejumlah perubahan baru untuk meningkatkan pengalaman pertandingan dan kualitas penyelenggaraan. Salah satu kebijakan yang paling berpengaruh terhadap jalannya laga adalah penerapan jeda minum atau drinks break wajib di setiap babak.
FIFA memastikan seluruh 104 pertandingan turnamen yang berlangsung di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko akan dihentikan sementara untuk hydration break. Kebijakan tersebut berlaku tanpa memandang kondisi cuaca atau lokasi pertandingan.
Langkah ini diklaim bertujuan melindungi kesehatan pemain di tengah potensi suhu tinggi selama kompetisi. Namun, keputusan tersebut memunculkan perdebatan karena dinilai tidak semata berkaitan dengan faktor kebugaran pemain.
Alasan FIFA Menerapkan Drinks BreakPerbesarLogo FIFA terlihat di dalam stadion setelah pertandingan Final Piala Dunia Antarklub 2025 antara Chelsea dan Paris Saint-Germain di Stadion MetLife pada 13 Juli 2025 di East Rutherford, New Jersey. (Luke Hales/Getty Images via AFP)
Pengalaman pada Piala Dunia Antarklub 2025 menjadi salah satu dasar utama FIFA mengambil keputusan tersebut. Sejumlah pertandingan saat itu berlangsung dalam kondisi panas ekstrem yang memicu keluhan dari pemain dan pelatih.
Gelandang Chelsea dan Argentina, Enzo Fernandez, mengaku mengalami pusing saat bertanding dalam cuaca yang menurutnya sangat berbahaya. Beberapa pertandingan Chelsea bahkan berlangsung ketika otoritas setempat mengeluarkan peringatan cuaca yang menganjurkan masyarakat menghindari aktivitas fisik berat di luar ruangan.
Pelatih Chelsea saat itu, Enzo Maresca, juga terpaksa mempersingkat sesi latihan akibat peringatan panas tingkat tinggi di Philadelphia. Sementara itu, pemain Atletico Madrid, Marcos Llorente, mengaku merasakan panas yang sangat menyiksa saat menghadapi PSG.
Dalam pernyataannya, FIFA menjelaskan kebijakan tersebut merupakan bagian dari upaya menciptakan kondisi terbaik bagi pemain. Organisasi sepak bola dunia itu juga mengacu pada pengalaman dari berbagai turnamen sebelumnya, termasuk Piala Dunia Antarklub.
Kritik terhadap Kebijakan FIFAPerbesarPresiden FIFA, Gianni Infantino, berbicara di KTT Semafor World Economy 2026 pada 15 April 2026 di Washington, DC. KTT ini mempertemukan para pemimpin bisnis dan CEO teknologi untuk membahas ekonomi, kecerdasan buatan, dan tren bisnis. (Alex Wong/Getty Images via AFP)
Perdebatan muncul karena drinks break diwajibkan di seluruh pertandingan, termasuk laga yang dimainkan di stadion beratap tertutup atau wilayah dengan suhu lebih rendah. Kondisi tersebut memunculkan pertanyaan mengenai urgensi penerapan aturan yang sama di semua lokasi.
Sebagian pihak menilai pertandingan sepak bola berpotensi berubah menjadi format yang menyerupai olahraga Amerika Utara dengan lebih banyak jeda permainan. Kekhawatiran itu semakin menguat setelah FIFA mengizinkan penyiar komersial menayangkan iklan selama jeda minum.
>Keputusan tersebut membuat banyak pengamat menilai terdapat kepentingan bisnis di balik kebijakan baru itu. FIFA tetap mempertahankan pendiriannya dengan alasan keseragaman aturan di seluruh pertandingan Piala Dunia 2026.Seperti Apa Pelaksanaan Drinks Break?PerbesarSebuah papan bertuliskan “Piala Dunia FIFA 2026” dipajang di Stadion NYNJ, Kamis, 7 Mei 2026, di East Rutherford, N.J. (Foto AP/Yuki Iwamura)
Wasit akan menghentikan pertandingan pada menit ke-22 setiap babak untuk memberi kesempatan pemain melakukan rehidrasi. Jeda tersebut berlangsung selama tiga menit sebelum permainan kembali dilanjutkan.
Jika terjadi cedera atau penghentian pertandingan mendekati menit ke-20 atau ke-21, wasit dapat memajukan waktu drinks break. Fleksibilitas itu diberikan agar pertandingan tidak mengalami terlalu banyak penghentian.
Selain untuk minum, jeda tersebut diperkirakan akan dimanfaatkan pelatih untuk memberikan instruksi taktik tambahan kepada pemain. Di sisi lain, penyiar televisi mendapat opsi menampilkan iklan melalui layar terbagi atau jeda penuh sesuai ketentuan yang telah ditetapkan FIFA.
Dengan kebijakan baru ini, drinks break dipastikan menjadi salah satu elemen yang paling banyak diperbincangkan sepanjang Piala Dunia 2026. Dampaknya tidak hanya berkaitan dengan kesehatan pemain, tetapi juga menyentuh aspek komersial dan ritme pertandingan.
Sumber: ESPN
Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6
Show AllGia Yuda PradanaTim RedaksiShareCopy LinkBatalkanAjang OlahragaPresiden FIFA Gianni Infantino menyebutkan tiga negara akan menjadi tuan rumah untuk Piala Dunia 2026 mendatang.Lihat SelengkapnyaPiala Dunia 2026
Pentas Bola Dunia 2026
- Piala Dunia 2026 Terapkan Drinks Break, Mengapa FIFA Dikritik?32 menit yang lalu
- Piala Dunia 2026 Berpotensi Hadirkan Duel Messi vs Ronaldo, Kapan Bisa Terjadi?38 menit yang lalu
- Wasit Omar Artan Buka Suara Setelah Gagal Bertugas di Piala Dunia 2026 karena Ditolak Masuk AS50 menit yang lalu
- Wasit Piala Dunia 2026 dari Somalia Omar Artan Ditolak Masuk AS58 menit yang lalu
- Argentina Siap Tempur! Lionel Messi Bidik Akhir Sempurna dalam Karier Piala Dunia59 menit yang lalu
- Insiden Michael Olise: Prancis Rasakan Dampak Aturan Baru FIFA Jelang Piala Dunia 20261 jam yang lalu
- Peru vs Spanyol: La Furia Roja Menang Meyakinkan Jelang Piala Dunia 20264 jam yang lalu
- Bukan Cuma Yamal, Ini 10 Bintang Muda yang Wajib Dipantau di Piala Dunia 20264 jam yang lalu
- Nasib Malang Jurrien Timber, Cedera Paksa Bek Arsenal Absen di Piala Dunia 20266 jam yang lalu
- Neymar Tunjukkan Perkembangan Positif, Harapan Tampil di Piala Dunia 2026 Kian Terbuka6 jam yang lalu
- Jadwal, Hasil, dan Klasemen Grup C Piala Dunia 20266 jam yang lalu
- Belanda vs Uzbekistan: Terima Kasih Cody Gakpo10 jam yang lalu
Lihat Selengkapnya






