Dorong Siaga Bencana di Sekolah: Upaya Pemkot Padang Panjang

Berita8 Views

DermayuMagz.com – Pemerintah Kota Padang Panjang secara aktif menggalakkan pembentukan budaya sadar bencana sejak usia dini, khususnya melalui lingkungan sekolah.

Peringatan Hari Kesiapsiagaan Bencana pada tahun 2026 ini menjadi momentum penting untuk meningkatkan pemahaman mitigasi bencana bagi generasi muda. Acara puncak edukasi ini dilaksanakan di SMP Negeri 5 Padang Panjang pada hari Minggu, 26 April 2026.

Acara tersebut dihadiri langsung oleh Wakil Wali Kota, Allex Saputra. Dalam sambutannya, beliau menekankan betapa krusialnya kesiapsiagaan bencana sebagai bagian integral dari kehidupan sehari-hari masyarakat.

Menurut Allex Saputra, membangun ketangguhan menghadapi bencana memerlukan kesadaran bersama dari seluruh lapisan masyarakat. Ini bukan hanya tugas pemerintah, melainkan tanggung jawab kolektif.

“Kesiapsiagaan harus menjadi bagian dari gaya hidup masyarakat, bukan hanya tanggung jawab pemerintah, tetapi tanggung jawab kita bersama, seluruh unsur dan komponen masyarakat,” ujar Wakil Wali Kota.

Beliau juga menyoroti peran strategis sekolah dalam membentuk generasi muda yang memiliki kesadaran tinggi terhadap potensi risiko bencana. Oleh karena itu, sekolah didorong untuk memperkuat program Satuan Pendidikan Aman Bencana.

Program ini mencakup pelaksanaan simulasi bencana secara rutin, penyuluhan mitigasi, serta penyediaan fasilitas keselamatan yang memadai. Hal ini penting demi menciptakan lingkungan sekolah yang aman dan siap menghadapi bencana.

“Kita ingin seluruh ruang publik, khususnya sekolah, memiliki kesiapan dan prosedur yang jelas dalam menghadapi bencana,” katanya. Ia menambahkan bahwa anak-anak harus dibekali dengan pengetahuan yang cukup agar mereka mampu menyelamatkan diri sendiri dan orang lain saat terjadi situasi darurat.

Sementara itu, Plt Kepala Pelaksana BPBD Kesbangpol, Dian Eka Purnama, memaparkan bahwa Padang Panjang secara geografis memiliki potensi risiko bencana yang cukup tinggi dan beragam. Wilayah ini rentan terhadap berbagai jenis bencana.

Potensi bencana tersebut meliputi gempa bumi, letusan gunung api, cuaca ekstrem, tanah longsor, banjir, kebakaran, hingga kedaruratan yang bersifat non-alam. Keragaman ancaman ini menuntut kewaspadaan yang tinggi dari seluruh warga.

“Bencana bisa terjadi kapan saja tanpa pemberitahuan. Namun dampaknya dapat diminimalkan apabila masyarakat memiliki pengetahuan, kesiapsiagaan, dan sistem respons yang baik,” jelasnya. Pentingnya pengetahuan dan kesiapan menjadi kunci utama dalam mengurangi dampak buruk bencana.

Melalui peringatan Hari Kesiapsiagaan Bencana ini, diharapkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya mitigasi bencana akan semakin meningkat. Dengan demikian, Padang Panjang dapat menjadi daerah yang lebih tangguh dan siap menghadapi berbagai kemungkinan risiko bencana di masa mendatang.

Baca juga di sini: Tren Putus di Gunung: #AlpineDivorce Viral

Acara ini juga dihadiri oleh sejumlah kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD), para camat, jajaran BPBD Kesbangpol, serta perwakilan dari pihak-pihak terkait lainnya. Kehadiran mereka menunjukkan komitmen bersama dalam upaya peningkatan kesiapsiagaan bencana.