Piala Dunia 2030 Akan Diikuti 64 Tim, Klaim Presiden CONMEBOL
Piala Dunia 2030 diklaim akan diikuti 64 tim. FIFA masih mengkaji usulan tersebut setelah sukses menggelar format 48 peserta pada 2026.
OlehGia Yuda PradanaDiterbitkan 21 Juli 2026, 17:48 WIBShareCopy LinkBatalkanRaja Spanyol Felipe VI mengangkat trofi dikelilingi oleh penyerang Spanyol nomor 19 Lamine Yamal (kiri), Putri Leonor (kedua dari kiri), Putri Sofia dan Ratu Letizia setelah para pemain sepak bola Spanyol memenangkan pertandingan final turnamen Piala Dunia 2026 antara Spanyol dan Argentina di Stadion New York/New Jersey di East Rutherford pada 19 Juli 2026. (JUAN MABROMATA/AFP)
Pernyataan itu langsung memicu pembahasan luas di kalangan pecinta sepak bola. Pasalnya, FIFA hingga kini belum mengumumkan keputusan resmi terkait penambahan jumlah peserta.
Wacana tersebut muncul tidak lama setelah Piala Dunia 2026 menjadi edisi pertama yang menggunakan format 48 tim. Turnamen di Amerika Utara itu berakhir dengan Spanyol keluar sebagai juara.
Jika benar diterapkan, Piala Dunia 2030 akan menjadi kompetisi terbesar sepanjang sejarah. Format baru itu juga diperkirakan membawa perubahan besar terhadap jadwal pertandingan dan kalender sepak bola dunia.
Presiden CONMEBOL Sampaikan KlaimIlustrasi trofi Piala Dunia 2026. (Dok. fifa.com)
Alejandro Dominguez menyampaikan pernyataannya melalui akun media sosial X. Ia mengaitkan edisi 2030 dengan perayaan seabad penyelenggaraan Piala Dunia.
“Pada 2030, Piala Dunia hadir di Uruguay, Argentina, dan Paraguay, sebuah peluang besar bagi sepak bola untuk merayakan seabad Piala Dunia dengan turnamen yang diikuti 64 tim,” tulis Dominguez.
Piala Dunia 2030 dijadwalkan berlangsung di Spanyol, Portugal, dan Maroko sebagai tuan rumah utama. Sementara itu, Argentina, Uruguay, dan Paraguay akan menggelar pertandingan pembuka dalam rangka perayaan 100 tahun turnamen tersebut.
FIFA Masih Mengkaji UsulanPresiden AS, Donald Trump, dan Presiden FIFA, Gianni Infantino, menyaksikan Spanyol merayakan kemenangan setelah mengalahkan Argentina di Final Piala Dunia 2026 di Stadion New York New Jersey pada 20 Juli 2026 di East Rutherford, New Jersey. (Andrew Harnik/Getty Images via AFP)
Presiden FIFA, Gianni Infantino, sebelumnya telah membuka peluang untuk membahas penambahan jumlah peserta. Menurutnya, pembahasan akan dilakukan setelah berakhirnya Piala Dunia 2026.
“Masalah ini tentu akan kami pelajari dan bahas di komite yang berwenang setelah Piala Dunia ini,” ujar Infantino kepada Blue Sport.
Infantino menilai Piala Dunia harus menjadi panggung bagi seluruh dunia, bukan hanya kawasan Eropa dan Amerika Selatan. Ia juga berpandangan semakin banyak negara yang memiliki kesempatan tampil, semakin besar pula motivasi mereka untuk meningkatkan kualitas sepak bola.
Format Baru Bawa Tantangan BesarBendera Brasil dan Maroko menghiasi permukaan lapangan menjelang laga Grup C Piala Dunia 2026 antara Brasil vs Maroko di East Rutherford, New Jersey, dekat New York, Sabtu, 13 Juni 2026. (AP Photo/Matt Slocum)
Apabila jumlah peserta bertambah menjadi 64 tim, total pertandingan diperkirakan meningkat menjadi 128 laga. Angka tersebut dua kali lipat lebih banyak dibanding format klasik yang diikuti 32 negara.
Fase grup kemungkinan akan terdiri dari 16 grup yang masing-masing dihuni empat tim. Dengan sistem tersebut, jumlah pertandingan fase grup meningkat dari 72 menjadi 96 laga.
Durasi turnamen juga diperkirakan membentang hingga enam pekan. Kondisi itu berpotensi memicu perdebatan baru karena pemain harus menjalani masa persiapan dan kompetisi yang dapat mencapai hampir dua bulan.
FIFA dijadwalkan menggelar serangkaian pertemuan internal untuk menilai kelayakan usulan tersebut. Keputusan akhir mengenai format Piala Dunia 2030 diperkirakan akan diumumkan dalam Kongres FIFA pada waktu mendatang.
Sumber: GOAL
Lanjut Baca:
Tradisi Pedri Tendang Penalti usai Rebut Gelar Bergengsi, Ayah Jadi Kiper
Gia Yuda PradanaTim RedaksiShareCopy LinkBatalkan
Add as a preferred source on Google
OrganisasiFIFA merupakan badan pengendali sepak bola internasionalLihat SelengkapnyaFIFA
Pentas Bola Dunia 2026
- Tradisi Pedri Tendang Penalti usai Rebut Gelar Bergengsi, Ayah Jadi Kiper4 jam yang lalu
- Media Argentina Sorot Parade Juara Spanyol, Marc Cucurella Dituduh Sindir Tim Tango5 jam yang lalu
- FIFA Klarifikasi Isu Kartu Merah Leandro Paredes di Final Piala Dunia 20265 jam yang lalu
- Leandro Paredes Buka Suara usai Serang Pemain Spanyol di Final Piala Dunia 20267 jam yang lalu
- Popularitas 2 Bintang Piala Dunia 2026 Melesat di Instagram, Tambah 60 Juta Followers Baru9 jam yang lalu
- Dani Olmo Kritik Perilaku Pemain Argentina: Anak-Anak Menonton9 jam yang lalu
- Lionel Messi Absen di MLS All-Star Game, Pemulihan Setelah Piala Dunia 20269 jam yang lalu
- Piala Dunia 2030 Akan Diikuti 64 Tim, Klaim Presiden CONMEBOL10 jam yang lalu
- Spanyol dan Jalan Panjang Menuju Gelar Piala Dunia Kedua11 jam yang lalu
- Kontroversi Bola Emas 2026: Jurnalis Argentina Nilai Keputusan FIFA Hina Lionel Messi11 jam yang lalu
- Perayaan Meriah Spanyol Juara Piala Dunia 2026, Jutaan Suporter Merahkan Jalanan Madrid11 jam yang lalu
- Piala Dunia 2026 Lahirkan Banyak Rekor Anyar, Siapa Saja yang Mengukirnya?11 jam yang lalu
Lihat Selengkapnya
Tradisi Pedri Tendang Penalti usai Rebut Gelar Bergengsi, Ayah Jadi Kiper
Setelah Spanyol juara Piala Dunia 2026, Pedri menendang penalti ke gawang ayahnya, Fernando.
OlehWiwig PrayugiDiterbitkan 21 Juli 2026, 23:36 WIBShareCopy LinkBatalkanPedri (#20) dari Spanyol merayakan kemenangan bersama anggota keluarganya setelah timnya menjuarai laga Final Piala Dunia FIFA 2026 antara Spanyol dan Argentina di New York New Jersey Stadium, pada 19 Juli 2026, di East Rutherford, New Jersey. (Foto: Lars Baron/Getty Images/AFP)
Gelandang Barcelona berusia 23 tahun tersebut mengajak ayahnya berdiri di bawah mistar dan mengeksekusi tendangan dari titik putih. Aksi itu bukan sekadar hiburan selepas laga, melainkan bagian dari tradisi keluarga yang dijalankannya setiap kali meraih trofi bergengsi.
Gol tunggal Ferran Torres memastikan trofi dunia untuk La Roja. Di balik pesta juara tersebut, ritual Pedri bersama sang ayah menjadi salah satu sorotan yang menyisakan kisah personal dari lapangan MetLife.
Momen di MetLife Stadium: Panenka Pedri Dipatahkan FernandoPedri dari Timnas Spanyol menguasai bola saat pertandingan Final Piala Dunia FIFA 2026 antara Spanyol melawan Argentina di New York New Jersey Stadium, 19 Juli 2026, di East Rutherford, New Jersey, Amerika Serikat. (Al Bello/Getty Images/AFP)
Sebelum eksekusi, Pedri menyebut ayahnya kemungkinan besar akan mengetahui arah tembakannya. Pernyataan itu disampaikan di tengah selebrasi para pemain dan keluarga di atas rumput.
“Dia pasti bisa menepisnya. Dia selalu melakukannya,” ujar Pedri.
Benar saja, Pedri memilih melepas Panenka ke sisi kiri gawang. Fernando mampu membaca bola dan melakukan penyelamatan, memancing senyum dan tawa dari orang-orang yang menyaksikan di sekitar lapangan.
Tradisi Keluarga Setelah Trofi Besar
Kebiasaan menendang penalti ke gawang sang ayah sudah lama dijalankan Pedri setiap kali mengangkat trofi. Dalam ritual itu, Fernando berperan sebagai penjaga gawang sementara Pedri menjadi eksekutor.
Menurut laporan Sport, Fernando Gonzalez pernah bercita-cita menjadi kiper dan nyaris tampil di level semiprofesional. Namun, tanggung jawab keluarga membuatnya meninggalkan sepak bola.
Ritual selepas juara tersebut menjadi cara Fernando kembali merasakan berada di bawah mistar, walau hanya dalam hitungan detik.
Peran Fernando Gonzalez Dalam Karier Pedri
Fernando memiliki andil besar dalam perjalanan Pedri sejak awal. Ia rutin mengantar ke tempat latihan dan mendampingi putranya ketika masih meniti karier.
Bagi Pedri, penalti setelah meraih gelar adalah bentuk penghormatan atas pengorbanan sang ayah selama bertahun-tahun.
Momen itu dijalankan Pedri di hadapan keluarga dan rekan-rekannya, menyempurnakan perayaan gelar dunia La Roja di New Jersey.
Lanjut Baca:
Indonesia Vs Kamboja di Piala AFF 2026: Jadwal Siaran Langsung, Venue, dan Rekor
Wiwig Prayugi, Harley IkhsanTim RedaksiShareCopy LinkBatalkan
Add as a preferred source on Google
OrganisasiTim Nasional Spanyol merupakan negara pertama yang berhasil memenangkan gelar EURO secara back-to-back pada 2008 dan 2012Lihat SelengkapnyaTimnas Spanyol
Pentas Bola Dunia 2026
- Tradisi Pedri Tendang Penalti usai Rebut Gelar Bergengsi, Ayah Jadi Kiper5 jam yang lalu
- Media Argentina Sorot Parade Juara Spanyol, Marc Cucurella Dituduh Sindir Tim Tango5 jam yang lalu
- FIFA Klarifikasi Isu Kartu Merah Leandro Paredes di Final Piala Dunia 20266 jam yang lalu
- Leandro Paredes Buka Suara usai Serang Pemain Spanyol di Final Piala Dunia 20267 jam yang lalu
- Popularitas 2 Bintang Piala Dunia 2026 Melesat di Instagram, Tambah 60 Juta Followers Baru9 jam yang lalu
- Dani Olmo Kritik Perilaku Pemain Argentina: Anak-Anak Menonton10 jam yang lalu
- Lionel Messi Absen di MLS All-Star Game, Pemulihan Setelah Piala Dunia 202610 jam yang lalu
- Piala Dunia 2030 Akan Diikuti 64 Tim, Klaim Presiden CONMEBOL11 jam yang lalu
- Spanyol dan Jalan Panjang Menuju Gelar Piala Dunia Kedua12 jam yang lalu
- Kontroversi Bola Emas 2026: Jurnalis Argentina Nilai Keputusan FIFA Hina Lionel Messi12 jam yang lalu
- Perayaan Meriah Spanyol Juara Piala Dunia 2026, Jutaan Suporter Merahkan Jalanan Madrid12 jam yang lalu
- Piala Dunia 2026 Lahirkan Banyak Rekor Anyar, Siapa Saja yang Mengukirnya?12 jam yang lalu
Lihat Selengkapnya






