Apakah Kucing Bisa Nangis? Ini Fakta dan Penjelasan Dokter Hewan
Apakah kucing bisa nangis? Kucing tak menangis air mata karena sedih. Simak fakta tangisan, penyebab mata berair, dan emosi kucing dari dokter hewan.
OlehMabruri Pudyas SalimDiterbitkan 25 Juli 2026, 15:45 WIBShareCopy LinkBatalkanapakah kucing bisa nangis (AI Generated)Daftar Isi
- Apakah Kucing Bisa Nangis? Begini Faktanya Menurut Ahli
- Bagaimana Cara Kucing Menangis?
- Alasan Kucing Menangis atau Mengeong Terus-menerus
- Penyebab Mata Kucing Berair yang Sering Dikira Air Mata
- Apakah Kucing Bisa Merasakan Sedih dan Tahu Pemiliknya Menangis?
- Pertanyaan dan Jawaban Seputar Kucing Menangis• Q: Apakah kucing bisa menangis mengeluarkan air mata karena sedih?• Q: Kenapa kucing mengeong terus seperti menangis di malam hari?• Q: Apakah mata kucing berair berbahaya dan harus ke dokter hewan?
Banyak pencinta kucing meyakini air mata di wajah anabul adalah tanda kesedihan atau rasa sakit. Padahal, kenyataannya jauh lebih rumit dari sekadar luapan perasaan.
Secara singkat, kucing memang mampu mengeluarkan air mata secara fisik, tetapi mereka tidak menangis karena emosi seperti kita. Maka, jawaban dari pertanyaan apakah kucing bisa nangis perlu ditinjau dari dua sisi, yakni air mata dan suara.
Advertisement
Mengutip PetMD, air mata yang muncul di mata kucing umumnya dipicu oleh penyakit atau iritasi yang mendasari, bukan sebagai bentuk air mata emosional seperti pada manusia.
Apakah Kucing Bisa Nangis? Begini Faktanya Menurut AhliIlustrasi anak kucing/credit: unsplash.com/Alena
Untuk menjawab apakah kucing bisa nangis, kita perlu membedakan antara air mata fisik dan tangisan emosional. Kucing memiliki saluran air mata (tear duct) yang berfungsi menjaga kelembapan serta melindungi permukaan mata, sama seperti manusia. Air mata itu diproduksi untuk melumasi mata, bukan sebagai hasil dari kondisi emosional. Jadi, meski matanya terlihat berkaca-kaca, itu tidak otomatis berarti ia sedang bersedih.
drh Tetty Barunawati Siagian, dosen IPB University, menjelaskan bahwa kucing tidak menangis seperti yang kita bayangkan. Jika kita melihat air mata mengalir di wajah kucing, itu biasanya karena iritasi atau masalah medis, bukan karena alasan emosional.
Temuan ilmiah pun mendukung hal tersebut. Sebagaimana dikutip dari The Vet Desk, sebuah studi pada 2019 menyimpulkan bahwa manusia adalah satu-satunya makhluk di bumi yang menitikkan air mata saat sedih, sementara kucing tidak memiliki respons emosional serupa yang memicu produksi air mata.
Lantas, bagaimana kucing menyampaikan perasaannya? Carly Fox, dokter hewan senior di Animal Medical Center, New York, dikutip dari Chewy menyatakan bahwa meskipun kucing bisa menangis karena stres, rasa sakit, kesepian, atau ingin diperhatikan, mereka tidak mengeluarkan air mata dalam pengertian tradisional dan tidak memiliki emosi kompleks seperti manusia.
Advertisement
Bagaimana Cara Kucing Menangis?Ilustrasi Kucing di Karpet Credit: pexels.com/Anel
Alih-alih meneteskan air mata, kucing menangis dengan cara mengeluarkan suara. Dilansir dari Cats Protection, kucing menangis dengan bersuara, dan suaranya biasanya terdengar seperti meong keras, lolongan (yowl), atau kadang rengekan lirih. Jenis tangisan ini bisa berbeda-beda tergantung usia, ras, dan kepribadian kucing, serta alasan di baliknya.
Yang menarik, mengeong sebenarnya adalah bahasa yang dikembangkan kucing khusus untuk berkomunikasi dengan manusia. Kucing umumnya tidak berkomunikasi dengan sesamanya menggunakan suara, melainkan lewat bahasa tubuh dan aroma. Merujuk penelitian dalam jurnal Frontiers in Veterinary Science tahun 2021, kucing justru lebih sering bervokalisasi kepada manusia dibandingkan kepada kucing lain.
Selain meong biasa, kucing punya beragam suara lain untuk menyampaikan maksudnya. Mereka bisa mendengkur (purr), berkicau (trill dan chirp), menggeram (growl), mendesis (hiss), hingga melolong panjang dan menjerit. Dengan mengamati gerak-gerik serta konteksnya, pemilik akan lebih mudah menebak keinginan si anabul. Memahami berbagai suara kucing dan artinya serta makna saat seekor kucing mengeong bisa jadi bekal penting bagi setiap pemilik.
Alasan Kucing Menangis atau Mengeong Terus-menerusContoh Teks LHO Hewan: Kucing (AI Generated)
Kucing yang menangis atau mengeong berlebihan hampir selalu sedang berusaha menyampaikan sesuatu. Dr Elizabeth Racine, dokter hewan yang dikutip dari PetsRadar, menuturkan bahwa terlalu sering menangis bukan hanya mengganggu, tetapi juga bisa berarti kucing Anda merasa tidak nyaman atau membutuhkan sesuatu. Berikut sejumlah alasan yang paling umum berada di baliknya.
Jika kucingmu tiba-tiba menggeram atau melolong lebih sering dari biasanya, ada baiknya menelusuri alasan di balik kucing tiba-tiba menggeram. Untuk gambaran lebih lengkap, simak pula penyebab kucing mengeong terus-menerus, 9 penyebab kucing kamu terus mengeong, serta ulasan kucing mengeong terus tanda apa. Jika suara itu paling sering muncul saat gelap, telusuri alasan kucing mengeong di malam hari.
Advertisement
Penyebab Mata Kucing Berair yang Sering Dikira Air MataIlustrasi Kucing Pujanggana Mengku (AI Generated)
Bila mata kucingmu tampak basah atau berair, itu bukan tanda kesedihan, melainkan sinyal medis yang perlu diperhatikan. Kondisi mata berair berlebihan ini secara medis disebut epifora. Dr. Saffire, dikutip dari Reader’s Digest, menjelaskan, “Terkadang terlihat seperti kucing sedang menangis, padahal sebenarnya matanya berair karena rasa tidak nyaman.” Berikut beberapa penyebab medisnya.
Kapan harus ke dokter hewan? Para dokter hewan menyarankan untuk memeriksakan kucing bila mata berair bertahan lebih dari 24 jam atau disertai kotoran, luka, dan kucing tampak sering menyipitkan mata. Satu hal penting, jangan pernah memberikan obat tetes mata manusia pada kucing tanpa arahan dokter hewan. Dalam kasus tertentu, gangguan mata bahkan bisa berujung serius, seperti infeksi toksoplasma yang bisa memicu uveitis dan kebutaan.
Untuk memahami perbedaan air mata normal dan yang bermasalah, kamu bisa membaca ulasan soal bahayakah mata kucing sering berair, 9 penyebab kucing belekan, dan pengingat untuk tidak mengabaikan mata kucing berair.
Apakah Kucing Bisa Merasakan Sedih dan Tahu Pemiliknya Menangis?Ilustrasi Kucing (AI Generated)
Fakta bahwa kucing tidak meneteskan air mata emosional bukan berarti mereka tak punya perasaan. Mengacu pada riset yang dihimpun Catster, kucing merasakan beragam emosi dan mampu mengenali ekspresi wajah serta suara manusia dan mengaitkannya dengan emosi seperti bahagia atau marah. Bahkan, kucing dapat membedakan wajah pemiliknya dari orang asing dan memprediksi emosi pemilik berdasarkan nada suaranya.
Kucing juga bisa berduka. Sebagaimana disampaikan VCA Animal Hospitals, kucing memang berkabung, dan ketika kehilangan seorang teman, baik hewan maupun manusia, ia berduka serta bereaksi terhadap perubahan hidupnya. Kucing yang berduka bisa tampak murung dan lesu, kehilangan nafsu makan, serta tidur lebih lama dari biasanya. Berdasarkan studi dalam jurnal Applied Animal Behavior Science, peneliti yang menyurvei lebih dari 400 pemilik kucing menemukan bahwa kucing cenderung makan dan bermain lebih sedikit, tidur lebih lama, serta mencari perhatian ekstra setelah kehilangan hewan lain di rumahnya.
Linda Hall, konsultan perilaku kucing sekaligus salah satu pendiri Cat Behavioral Alliance, dikutip dari Daily Paws menyarankan, “Langkah pertama selalu membawa kucing ke dokter hewan untuk menyingkirkan masalah kesehatan yang mendasari.” Kamu bisa mengenali lebih jauh tanda kucing yang sedang berduka maupun kemungkinan kucing mengalami depresi.
Karena tak bisa menangis dengan air mata, kucing menunjukkan kesedihannya dengan cara lain, seperti menjadi lebih pendiam, menarik diri, dan enggan melakukan aktivitas normalnya. Menariknya, kucing pun peka terhadap suasana hati kita. Ada bukti bahwa kucing tahu ketika tuannya sedang sedih, dan sejumlah pakar bahkan mengungkap bahwa kucing bisa merasa sedih dan menangis. Tak heran bila ada video viral yang memperlihatkan kucing menangis saat ditinggal sendirian di rumah.
Pada akhirnya, jawaban atas apakah kucing bisa nangis adalah mereka tidak menangis dengan air mata emosional seperti manusia, melainkan menyampaikan perasaan lewat suara dan bahasa tubuh. Dengan mengenali pola meongan dan memperhatikan tanda-tanda medis pada mata, kamu bisa lebih peka terhadap kebutuhan si anabul. Kalau kucing tampak gelisah atau tertekan, cukupkan waktu bermain, ciptakan lingkungan yang nyaman, dan bila perlu terapkan tips menenangkan kucing yang stres sebelum berkonsultasi dengan dokter hewan.
Advertisement
Pertanyaan dan Jawaban Seputar Kucing MenangisQ: Apakah kucing bisa menangis mengeluarkan air mata karena sedih?
A: Tidak. Kucing memiliki saluran air mata, tetapi fungsinya hanya untuk melembapkan dan melindungi mata, bukan untuk mengekspresikan emosi. Bila kamu melihat air mata di wajahnya, itu umumnya disebabkan iritasi atau masalah medis, bukan karena ia sedang bersedih.
Q: Kenapa kucing mengeong terus seperti menangis di malam hari?
A: Penyebabnya beragam, mulai dari rasa bosan, lapar, ingin diperhatikan, hingga stres. Pada kucing senior, tangisan malam hari bisa disebabkan kebingungan akibat disfungsi kognitif, sedangkan pada kucing yang belum disteril, lolongan keras biasanya berkaitan dengan perilaku kawin.
Q: Apakah mata kucing berair berbahaya dan harus ke dokter hewan?
A: Mata berair sesekali dalam kadar ringan mungkin belum darurat, tetapi tetap perlu diwaspadai. Segera konsultasikan ke dokter hewan bila mata berair bertahan lebih dari 24 jam, disertai kotoran berwarna, mata merah, bengkak, atau kucing sering menyipitkan matanya.
Advertisement
Mabruri Pudyas Salim, Nisa Mutia SariTim RedaksiShareCopy LinkBatalkan
Add as a preferred source on Google
Pentas Bola Dunia 2026
- Cristiano Ronaldo Masuk Tim Terburuk Piala Dunia 2026, 2 Pemain Inggris Ikut Tercantum1 hari yang lalu
- Roberto Ayala Akui Salah Pukul Dani Olmo di Final Piala Dunia 20262 hari yang lalu
- FIFA Tegaskan Tak Ada Match Fixing di Piala Dunia 20262 hari yang lalu
- Robert Lewandowski Tidak Melihat Versi Terbaik Lamine Yamal di Piala Dunia 20263 hari yang lalu
- Pelaku Kekerasan Argentina di Final Piala Dunia 2026 Tidak Perlu Dihukum3 hari yang lalu
- Gelandang Argentina Sindir Teori Konspirasi di Piala Dunia 20263 hari yang lalu
- Dipeluk usai Final Piala Dunia 2026, Lamine Yamal Beberkan Pesan Lionel Messi3 hari yang lalu
- Malaysia Siap Ikut Bersaing Jadi Tuan Rumah Piala Dunia3 hari yang lalu
- Thomas Tuchel Dituduh Ingin Dipecat usai Inggris Kandas di Piala Dunia 20263 hari yang lalu
- Tokoh Global Puji Kesuksesan Meksiko Gelar Piala Dunia 20263 hari yang lalu
- Presiden Liga Spanyol Desak Gianni Infantino Mundur dari FIFA, Ini Alasannya4 hari yang lalu
- Emiliano Martinez Isyaratkan Pensiun dari Timnas Argentina usai Gagal Juara Piala Dunia 20264 hari yang lalu
Lihat Selengkapnya






