DermayuMagz.com – Kebijakan pemerintah dalam memberikan stimulus sektor transportasi terbukti memberikan dampak signifikan terhadap mobilitas masyarakat. PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) mencatat lonjakan jumlah penumpang yang cukup fantastis setelah diterapkannya kebijakan pembebasan tarif jasa kepelabuhanan bagi para pengguna jasa penyeberangan.
Rizki Dwianda, selaku Group Head of Commercial Shipping Business ASDP, mengungkapkan dalam diskusi media di Jakarta pada Rabu (29/7/2026), bahwa lonjakan ini melampaui ekspektasi. Jika pada masa puncak atau peak season biasanya pertumbuhan penumpang hanya berkisar di angka 4,8 persen, kini angka tersebut meroket hingga mencapai 8 persen.
“Rata-rata pertumbuhan kami di berbagai jenis golongan biasanya berada di kisaran 4,8 sampai 5,5 persen. Namun, fakta uniknya, ketika stimulus ini diterapkan pertumbuhannya lumayan tinggi, secara rata-rata peningkatannya bisa mencapai 8 persen,” ujar Rizki.
Program stimulus yang digulirkan pemerintah ini memang memberikan keringanan yang cukup terasa bagi masyarakat. Dengan memotong 100 persen tarif jasa kepelabuhanan, harga tiket penyeberangan secara keseluruhan mengalami penurunan sekitar 20 persen. Langkah ini dinilai sebagai pemicu utama meningkatnya minat masyarakat untuk menggunakan moda transportasi penyeberangan.
Berdasarkan data internal ASDP, tercatat sebanyak 1.125.711 pengguna jasa telah memanfaatkan program Diskon Tarif tersebut. Antusiasme masyarakat terlihat merata di berbagai segmen kendaraan dan pejalan kaki, dengan rincian sebagai berikut:
- Pelanggan Pejalan Kaki: Mencapai 165.622 orang, mencatat kenaikan sebesar 9 persen dibandingkan tahun 2025.
- Kendaraan Golongan II (Sepeda Motor): Sebanyak 160.317 unit, dengan lonjakan signifikan sebesar 14,61 persen.
- Kendaraan Golongan IV A (Mobil Penumpang): Mencapai 799.772 unit, dengan pertumbuhan stabil di angka 0,38 persen.
Rizki menegaskan bahwa data tersebut menjadi bukti konkret keberhasilan intervensi pemerintah dalam menggairahkan sektor transportasi laut. Kenaikan jumlah pelanggan ini bahkan melampaui rata-rata pertumbuhan yang tercatat selama empat tahun terakhir.
Rincian Alokasi Stimulus Transportasi Pemerintah
Program diskon ini merupakan bagian dari strategi besar pemerintah untuk mendukung mobilitas masyarakat selama periode liburan. Berikut adalah gambaran alokasi stimulus transportasi yang telah disiapkan pemerintah untuk tahun 2026:
1. Periode Libur Sekolah 2026
- Kereta Api: Diskon tiket sebesar 30 persen yang berlaku pada 20 Juni hingga 5 Juli 2026.
- Kapal Pelni: Diskon tarif dasar sebesar 30 persen mulai 20 Juni hingga 15 Agustus 2026.
- ASDP: Gratis tarif jasa kepelabuhanan (20 Juni–5 Juli 2026).
- Anggaran Darat & Laut: Total Rp 190,5 miliar dengan target menjangkau 3,4 juta penumpang.
- Transportasi Udara: Pemberian PPN DTP (Ditanggung Pemerintah) 100 persen untuk tiket domestik kelas ekonomi, dengan total anggaran Rp 472,7 miliar untuk target 2,3 juta penumpang.
2. Periode Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2026/2027
- Kereta Api: Diskon tiket 30 persen (22 Desember 2026–4 Januari 2027).
- Kapal Pelni: Diskon tarif dasar 30 persen (17 Desember 2026–10 Januari 2027).
- ASDP: Gratis tarif jasa kepelabuhanan (22 Desember 2026–10 Januari 2027).
- Anggaran Darat & Laut: Total dana yang disiapkan mencapai Rp 161,4 miliar untuk target 2,8 juta penumpang.
- Transportasi Udara: PPN DTP 100 persen untuk tiket kelas ekonomi dengan anggaran Rp 722 miliar, menyasar 3,7 juta penumpang.
Langkah strategis pemerintah ini tidak hanya membantu meringankan beban biaya perjalanan masyarakat, tetapi juga terbukti efektif dalam mendongkrak volume penumpang di sektor transportasi publik secara nasional.






