DermayuMagz.com – Sektor kelautan dan perikanan di Kabupaten Indramayu kembali menjadi sorotan utama dalam agenda legislatif tingkat provinsi. Baru-baru ini, Wakil Ketua DPRD Provinsi Jawa Barat, Ono Surono ST, melakukan kunjungan kerja langsung ke Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Desa Eretan Kulon, yang terletak di Kecamatan Kandanghaur.
Kunjungan ini bukan sekadar agenda seremonial belaka. Kehadiran politisi yang akrab disapa Ono tersebut bertujuan untuk memotret secara langsung realitas yang dihadapi oleh masyarakat pesisir, sekaligus menampung berbagai keluhan yang selama ini menghambat produktivitas para nelayan lokal di wilayah pantai utara Jawa tersebut.
Dalam pertemuan yang berlangsung di area TPI tersebut, Ono Surono berhasil merangkum tiga poin aspirasi krusial yang menjadi kebutuhan mendesak bagi keberlangsungan ekonomi nelayan Eretan Kulon. Aspirasi ini nantinya akan dibawa ke tingkat Pemerintah Provinsi Jawa Barat untuk mendapatkan tindak lanjut serta kebijakan yang lebih berpihak kepada rakyat kecil.
Pentingnya Revitalisasi Infrastruktur TPI
Salah satu sorotan utama dalam dialog tersebut adalah kondisi fisik Tempat Pelelangan Ikan yang dinilai perlu mendapatkan perhatian serius. Infrastruktur TPI merupakan jantung dari aktivitas ekonomi nelayan; jika kondisinya tidak memadai, maka alur distribusi hasil tangkapan laut akan terganggu, yang pada akhirnya menurunkan nilai jual komoditas ikan di pasaran.
Ono Surono mencatat bahwa pembenahan fasilitas TPI di Eretan Kulon menjadi prioritas agar proses transaksi antara nelayan dan pengepul dapat berjalan lebih efisien, higienis, dan modern. Peningkatan sarana ini diharapkan dapat mendongkrak kesejahteraan nelayan secara berkelanjutan.
Tantangan Distribusi BBM Bersubsidi
Selain infrastruktur fisik, isu klasik mengenai aksesibilitas bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi juga menjadi topik bahasan yang hangat. Nelayan di wilayah Kandanghaur kerap mengeluhkan sulitnya mendapatkan pasokan BBM yang stabil dan terjangkau untuk operasional kapal mereka saat melaut.
Kelangkaan atau tingginya harga BBM di tingkat pengecer seringkali membuat para nelayan terpaksa menanggung beban operasional yang membengkak. Hal ini menjadi paradoks, mengingat hasil tangkapan ikan yang fluktuatif tidak selalu sebanding dengan biaya operasional yang harus dikeluarkan di tengah laut.
Pengerukan Alur Pelayaran yang Mendesak
Poin ketiga yang menjadi catatan penting bagi Ono Surono adalah masalah pendangkalan alur pelayaran atau muara sungai di sekitar Eretan Kulon. Fenomena sedimentasi yang terjadi terus-menerus membuat kapal-kapal nelayan kesulitan untuk bersandar atau keluar menuju laut lepas, terutama saat air laut sedang surut.
Kondisi alur yang dangkal tidak hanya menghambat efektivitas waktu melaut, tetapi juga berisiko merusak badan kapal karena sering terbentur dasar sungai yang penuh endapan lumpur. Pengerukan alur ini menjadi aspirasi teknis yang dianggap sebagai kebutuhan vital bagi keselamatan dan kemudahan akses armada nelayan setempat.
Komitmen Pengawalan ke Tingkat Provinsi
Menanggapi berbagai keluhan tersebut, Ono Surono menegaskan komitmennya untuk segera mengoordinasikan ketiga poin aspirasi ini kepada pihak Pemerintah Provinsi Jawa Barat. Sebagai wakil rakyat di tingkat provinsi, ia memiliki tanggung jawab untuk memastikan bahwa program-program pembangunan yang dicanangkan oleh pemerintah daerah maupun pusat benar-benar menyentuh kebutuhan dasar masyarakat di akar rumput.
“Sektor perikanan adalah tulang punggung perekonomian Indramayu. Kita tidak bisa membiarkan nelayan berjuang sendirian di tengah berbagai keterbatasan infrastruktur dan regulasi yang ada,” ujar Ono dalam kesempatan tersebut.
Kehadiran wakil rakyat di tengah komunitas nelayan ini memberikan secercah harapan bagi warga Eretan Kulon. Mereka berharap agar janji untuk membawa aspirasi ini ke tingkat provinsi bukan hanya sekadar wacana, melainkan segera terwujud dalam bentuk kebijakan konkret, seperti alokasi anggaran perbaikan TPI, kemudahan akses BBM, hingga jadwal pengerukan alur yang rutin.
Mengenal Potensi Eretan Kulon
Sebagai informasi, Desa Eretan Kulon di Kecamatan Kandanghaur telah lama dikenal sebagai salah satu pusat aktivitas perikanan tangkap yang cukup besar di Kabupaten Indramayu. Dengan posisi geografisnya yang strategis di pesisir utara, desa ini menjadi rumah bagi ratusan nelayan yang menggantungkan hidupnya pada kekayaan laut Jawa.
Keberadaan TPI di desa ini menjadi titik temu bagi nelayan lokal dengan para pedagang ikan dari berbagai daerah di Jawa Barat. Oleh karena itu, stabilitas aktivitas di TPI Eretan Kulon secara langsung berdampak pada stabilitas harga ikan di tingkat konsumen regional.
Diharapkan, dengan adanya perhatian khusus dari DPRD Provinsi Jawa Barat, sektor perikanan di Indramayu dapat semakin berkembang dan mampu memberikan dampak positif bagi peningkatan taraf hidup masyarakat nelayan, sekaligus memperkuat ketahanan pangan di sektor perikanan nasional.






