Dedi Mulyadi Kritik Anggaran BBWS, Desak Perbaikan Irigasi demi Atasi Kekeringan

Indramayu6 Dilihat

DermayuMagz.com – Krisis kekeringan yang kini mulai menghantui berbagai wilayah di Jawa Barat memicu respons keras dari Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi. Dalam pernyataannya, ia menyoroti keterkaitan erat antara minimnya pemeliharaan infrastruktur irigasi dengan kerentanan lahan pertanian terhadap musim kemarau panjang.

Dedi Mulyadi secara khusus menyoroti kebijakan anggaran pada Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) yang dinilai mengalami penurunan. Menurutnya, pemangkasan alokasi dana tersebut menjadi hambatan utama dalam upaya optimalisasi sistem pengairan yang sangat dibutuhkan oleh para petani di daerah.

Pentingnya Revitalisasi Infrastruktur Irigasi

Dalam pandangan Dedi, pemerintah tidak bisa hanya mengandalkan bantuan air bersih saat kekeringan melanda. Solusi jangka panjang yang lebih krusial adalah perbaikan total pada sistem irigasi yang selama ini terbengkalai atau tidak berfungsi secara maksimal akibat kurangnya perawatan rutin.

Ia menekankan bahwa irigasi merupakan tulang punggung ketahanan pangan daerah. Ketika kanal-kanal pengairan tersumbat atau rusak, maka distribusi air dari hulu ke hilir akan terhambat, yang pada akhirnya menyebabkan gagal panen di tingkat masyarakat desa.

Mengkritisi Penurunan Anggaran BBWS

Penurunan anggaran BBWS menjadi sorotan tajam karena dianggap tidak sejalan dengan urgensi kebutuhan di lapangan. Dedi Mulyadi berpendapat bahwa infrastruktur sumber daya air memerlukan investasi yang stabil dan berkelanjutan, bukan justru dikurangi di tengah ancaman perubahan iklim yang semakin tidak menentu.

Balai Besar Wilayah Sungai sendiri merupakan instansi vertikal yang memiliki wewenang besar dalam pengelolaan sungai, waduk, dan jaringan irigasi primer maupun sekunder. Keterbatasan dana pada lembaga ini sering kali berdampak langsung pada lambatnya respons perbaikan infrastruktur yang rusak di tingkat lokal.

Dampak Nyata bagi Sektor Pertanian

Kekeringan yang melanda Jawa Barat bukan sekadar fenomena alam, melainkan ancaman nyata bagi stabilitas ekonomi pedesaan. Berikut adalah beberapa dampak yang sering muncul akibat buruknya infrastruktur irigasi saat musim kemarau:

  • Menurunnya produktivitas padi secara drastis akibat kurangnya pasokan air di masa vegetatif.
  • Meningkatnya biaya operasional petani yang harus mengeluarkan modal lebih untuk menyewa mesin pompa air.
  • Terjadinya konflik perebutan air antar petani akibat sistem distribusi yang tidak merata.
  • Ketergantungan yang tinggi pada bantuan pemerintah yang bersifat sementara dan tidak berkelanjutan.

Langkah Strategis ke Depan

Gubernur Jawa Barat mendesak agar ada sinkronisasi yang lebih baik antara anggaran pusat dan kebutuhan nyata di daerah. Ia berharap pemerintah pusat dapat meninjau kembali kebijakan anggaran BBWS agar instansi tersebut memiliki ruang gerak yang cukup untuk melakukan pemeliharaan infrastruktur secara proaktif.

“Infrastruktur pengairan adalah aset vital. Jika kita mengabaikan pemeliharaannya, maka kita sedang membiarkan sektor pertanian kita hancur perlahan,” ujar Dedi dalam penjelasannya.

Selain perbaikan fisik, Dedi juga mendorong adanya pola manajemen air yang lebih modern. Hal ini mencakup rehabilitasi pintu air, pengerukan sedimen di saluran irigasi, serta pembangunan embung-embung kecil sebagai cadangan air saat curah hujan rendah.

Harapan bagi Petani Jawa Barat

Langkah tegas Dedi Mulyadi ini diharapkan menjadi momentum bagi pemerintah pusat untuk lebih memperhatikan kondisi infrastruktur di Jawa Barat. Dengan memperbaiki jaringan irigasi, diharapkan petani tidak lagi merasa cemas saat musim kemarau tiba, sekaligus menjaga stabilitas pasokan pangan nasional.

Sinergi antara pemerintah provinsi dan BBWS menjadi kunci utama dalam menangani masalah kekeringan ini. Tanpa adanya komitmen anggaran yang kuat dan perencanaan yang matang, upaya mitigasi kekeringan hanya akan menjadi seremonial belaka tanpa memberikan manfaat nyata bagi kesejahteraan masyarakat petani.

Dedi Mulyadi berkomitmen untuk terus mengawal isu ini dan memastikan bahwa aspirasi masyarakat terkait kebutuhan infrastruktur air tersampaikan dengan jelas kepada pihak-pihak terkait, demi terciptanya ketahanan pangan yang berkelanjutan di seluruh penjuru Jawa Barat.