KAI Daop 3 Cirebon Ajak Anak Yatim Tahfidz Ngaji di Atas Kereta

Indramayu10 Dilihat

DermayuMagz.com – Perjalanan kereta api yang biasanya identik dengan keriuhan aktivitas penumpang atau sekadar suasana tenang untuk beristirahat, mendadak berubah menjadi ruang spiritual yang hangat dan penuh makna. Pada Jumat (31/7/2026), PT KAI Daop 3 Cirebon menghadirkan inisiatif unik bertajuk “Ngaji di Atas Kereta” yang melibatkan anak-anak yatim penghafal Al-Qur’an (tahfidz).

Kegiatan ini diselenggarakan di dalam rangkaian KA Kaligung dan KA Tegal Bahari. Inisiatif ini tidak hanya sekadar menjadi sarana transportasi, tetapi juga bertransformasi menjadi ruang edukasi religi yang memberikan pengalaman tak terlupakan bagi para peserta yang hadir di tengah perjalanan mereka.

Menyemai Nilai Religi di Tengah Perjalanan

Program Ngaji di Atas Kereta ini merupakan bentuk kepedulian sosial PT KAI Daop 3 Cirebon terhadap masyarakat, khususnya bagi anak-anak yatim yang memiliki dedikasi tinggi dalam menghafal Al-Qur’an. Dengan memanfaatkan momen perjalanan, pihak penyelenggara ingin menciptakan atmosfer yang positif dan inspiratif bagi seluruh penumpang yang ada di dalam gerbong tersebut.

Para anak yatim tahfidz tampak khusyuk melantunkan ayat-ayat suci Al-Qur’an di sela-sela perjalanan. Suasana yang tadinya biasa saja berubah menjadi syahdu, di mana lantunan ayat suci terdengar merdu di sepanjang perjalanan KA Kaligung dan KA Tegal Bahari. Hal ini tentu memberikan warna baru bagi aktivitas perjalanan kereta api yang selama ini dikenal sebagai moda transportasi yang kaku.

Dukungan Terhadap Generasi Penghafal Al-Qur’an

Pihak KAI Daop 3 Cirebon menjelaskan bahwa kegiatan ini adalah bagian dari upaya mereka untuk lebih dekat dengan masyarakat. Selain memberikan layanan transportasi yang aman dan nyaman, perusahaan juga ingin berkontribusi dalam pembangunan karakter generasi muda melalui pendekatan keagamaan.

Kegiatan ini diharapkan mampu memberikan motivasi lebih bagi anak-anak yatim penghafal Al-Qur’an agar tetap semangat dalam menuntut ilmu dan menjaga hafalan mereka di mana pun mereka berada, termasuk saat sedang dalam perjalanan.

Kehadiran para santri tahfidz ini juga memberikan dampak psikologis yang positif bagi penumpang lainnya. Banyak penumpang yang mengaku terkesan dengan kegiatan tersebut, karena jarang sekali melihat kegiatan keagamaan yang dilakukan secara formal dan khidmat di dalam moda transportasi publik seperti kereta api.

Membangun Citra KAI yang Humanis

Langkah yang dilakukan oleh KAI Daop 3 Cirebon ini menunjukkan sisi humanis dari sebuah perusahaan transportasi milik negara. Selama ini, PT KAI memang terus berbenah tidak hanya dari sisi infrastruktur dan pelayanan teknis, tetapi juga dari sisi keterlibatan sosial (Corporate Social Responsibility).

Beberapa poin penting dari inisiatif ini meliputi:

  • Pemberdayaan Sosial: Memberikan ruang bagi anak yatim untuk tampil dan mengasah kemampuan hafalan mereka di ruang publik.
  • Inovasi Layanan: Menciptakan pengalaman unik bagi penumpang kereta api agar perjalanan tidak terasa membosankan.
  • Sinergi Kemanusiaan: Membangun kedekatan emosional antara PT KAI dengan masyarakat di wilayah operasional Daop 3 Cirebon.

Harapan untuk Masa Depan

Kegiatan Ngaji di Atas Kereta ini diharapkan bisa menjadi agenda rutin atau setidaknya menjadi inspirasi bagi wilayah operasional lainnya di lingkungan PT KAI. Dengan adanya interaksi positif seperti ini, moda transportasi kereta api tidak hanya berfungsi sebagai alat perpindahan orang dari satu titik ke titik lain, tetapi juga sebagai ruang untuk menebar kebaikan dan nilai-nilai luhur.

Bagi anak-anak yatim tahfidz yang berpartisipasi, pengalaman ini tentu menjadi kenangan yang membekas. Mereka tidak hanya belajar tentang perjalanan fisik, tetapi juga belajar untuk tetap teguh memegang nilai agama di tengah dinamika kehidupan yang serba cepat. KAI Daop 3 Cirebon telah berhasil membuktikan bahwa di balik deru mesin kereta, selalu ada ruang untuk kedamaian dan spiritualitas.

Perjalanan pada Jumat (31/7/2026) tersebut akan terus diingat sebagai salah satu momen di mana kereta api menjadi saksi bisu kecintaan generasi muda terhadap Al-Qur’an. Ke depannya, diharapkan inisiatif seperti ini akan terus berkembang dengan berbagai program kreatif lainnya yang bermanfaat bagi masyarakat luas.