Pelayanan Haji Maksimal untuk Lansia dan Disabilitas: Dari Urusan Pribadi hingga Komunikasi Keluarga

Berita7 Dilihat

DermayuMagz.com – Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi menunjukkan dedikasi penuh dalam memberikan pelayanan optimal bagi jemaah haji Indonesia yang merupakan lansia dan penyandang disabilitas di Madinah.

Fokus utama pelayanan ini adalah memastikan para jemaah lansia dapat menjalankan ibadah dengan nyaman dan aman. Hal ini diungkapkan oleh Kabid PKPPJH, Lansia dan Disabilitas PPIH Arab Saudi, Suviyanto.

“Pelayanan pertama saat kedatangan menjadi perhatian utama. Ketika jemaah lansia naik dan turun dari bus (bandara), prosesnya dilakukan secara khusus agar tidak mengganggu layanan jemaah lain dan mereka bisa mendapatkan penanganan yang lebih maksimal,” ujar Suviyanto, seperti dikutip pada Rabu (29/4/2026).

Setibanya di hotel, petugas PPIH memberikan layanan prioritas. Ini mencakup bantuan saat jemaah turun dari kendaraan, pengantaran ke lobi hotel, hingga menuju kamar masing-masing.

Sebagai bagian dari kenyamanan, petugas juga menyediakan area istirahat sementara di lobi hotel. Hal ini bertujuan agar jemaah lansia dapat beristirahat sejenak sebelum menuju kamar mereka.

“Misalnya ada jemaah lansia yang baru datang, kami berikan tempat tertentu di lobi untuk istirahat supaya mereka merasa nyaman dan mendapatkan pelayanan terbaik,” tambahnya.

Baca juga di sini: King Nassar Persiapan Konser Tunggal

Untuk mendukung kelancaran pelayanan, PPIH telah menyiapkan berbagai fasilitas pendukung. Termasuk penyediaan kursi roda dan memastikan akses ramah lansia di hotel. Petugas juga memberikan pendampingan langsung hingga ke kamar.

“Tidak semua lansia membutuhkan kursi roda, tetapi bagi yang membutuhkan, kami siapkan. Alhamdulillah, hotel-hotel di Madinah juga sudah memiliki akses ramp door yang memudahkan mobilitas kursi roda dari lobi menuju kamar,” jelasnya.

Petugas lansia juga melakukan pencatatan rinci mengenai lokasi kamar jemaah. Informasi seperti kloter, lantai, dan nomor kamar dicatat untuk mempermudah proses pendampingan.

“Sejak turun dari bus, menuju lobi, sampai ke kamar, semua dibantu oleh petugas, termasuk barang bawaannya,” tutur Suviyanto.

Secara garis besar, petugas memberikan tiga jenis layanan utama kepada jemaah lansia dan disabilitas (Landis). Layanan tersebut meliputi pelayanan fisik, pelayanan ibadah, dan pelayanan sosial.

“Mulai dari menggantikan pampers, jika terpisah dengan rombongan kita usahakan untuk bergabung kembali ke rombongannya, bahkan dibantu juga untuk menghubungi keluarga di rumah lewat telepon petugas. Kebutuhan fisik sampai sosialnya, petugas harus siap bantu,” papar Suviyanto.

Meskipun ada bantuan dari petugas, jemaah lansia, terutama yang berusia di atas 80 tahun atau memiliki keterbatasan fisik, diimbau untuk lebih banyak beristirahat. Mereka disarankan untuk tidak memaksakan diri dalam aktivitas yang berat.

“Kami mengimbau agar lansia lebih banyak beristirahat. Ibadah sunnah bisa dilakukan di tempat masing-masing, tidak harus selalu keluar hotel,” tegasnya.

Untuk memaksimalkan bantuan, PPIH juga meminta dukungan dari ketua rombongan dan regu. Peran mereka sangat penting mengingat keterbatasan jumlah petugas di lapangan.

“Kami minta kepada rombongan dan regunya untuk saling membantu, terutama bagi jemaah yang membutuhkan kursi roda. Jadi ada kerja sama antara petugas dan sesama jemaah,” katanya.

Suviyanto juga mengingatkan mengenai kondisi cuaca di Madinah dan Makkah yang sedang panas. Jemaah lansia diminta untuk menjaga stamina dan mengurangi aktivitas di luar ruangan.

“Kondisi di sini cukup panas. Kami mengimbau jemaah yang berusia di atas 60 tahun untuk tidak terlalu banyak beraktivitas di luar, terutama untuk ibadah sunnah. Simpan tenaga untuk puncak haji nanti,” tuturnya.

Namun demikian, untuk ibadah-ibadah penting seperti ziarah ke Raudhah dan umroh, petugas akan tetap memberikan pendampingan khusus. Ini termasuk penyediaan layanan kursi roda dan pengawalan selama pelaksanaan ibadah.