Lapas Padang Ganti Pimpinan: Tekanan Program Kerja

Berita12 Views

DermayuMagz.com – Tongkat estafet kepemimpinan di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Padang resmi berpindah tangan, menandai babak baru dalam perjalanan institusi vital ini. Serah terima jabatan (Sertijab) yang berlangsung khidmat ini bukan sekadar seremoni formalitas, melainkan sebuah penegasan akan kesinambungan program kerja dan komitmen untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan serta pembinaan narapidana.

Acara ini secara resmi mengukuhkan berakhirnya masa tugas Bapak Junaidi Rison sebagai Kepala Lapas Kelas IIA Padang. Selama kepemimpinannya, berbagai inisiatif telah diluncurkan, yang fokus utamanya adalah menciptakan lingkungan yang lebih aman, tertib, dan kondusif bagi proses rehabilitasi. Beliau telah meletakkan fondasi yang kuat, dan kini, estafet kepemimpinan tersebut dilanjutkan oleh Bapak Ronaldo Devinci Talesa.

Tongkat Estafet Kepemimpinan Berpindah Tangan

Sertijab ini menjadi momen penting yang tidak hanya disaksikan oleh jajaran internal Lapas, tetapi juga oleh perwakilan dari Kantor Wilayah (Kanwil) Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham) Sumatera Barat. Kehadiran perwakilan Kanwil menegaskan pentingnya pengawasan dan arahan dari tingkat yang lebih tinggi dalam memastikan setiap unit pelaksana teknis (UPT) berjalan sesuai dengan koridor hukum dan visi kementerian.

Bapak Junaidi Rison, dalam pidato perpisahannya, menyampaikan rasa terima kasih atas kerjasama dan dedikasi seluruh staf selama masa jabatannya. Beliau menekankan pentingnya semangat kolaborasi dalam menghadapi tantangan yang selalu dinamis di lingkungan lapas. “Setiap amanah adalah ujian sekaligus kesempatan untuk berbuat yang terbaik,” ujar beliau, seraya berharap kepemimpinan yang baru dapat membawa Lapas Padang ke arah yang lebih baik lagi.

Selanjutnya, Bapak Ronaldo Devinci Talesa secara resmi mengambil alih tampuk kepemimpinan. Dalam sambutan perdananya, beliau menyatakan kesiapannya untuk melanjutkan dan mengembangkan program-program yang telah ada, sembari membuka diri terhadap inovasi baru yang dapat meningkatkan efektivitas kinerja Lapas. Fokus utama beliau adalah pada peningkatan kualitas pembinaan, pemenuhan hak-hak narapidana, serta penguatan sinergi dengan berbagai pihak eksternal.

Penekanan Kesinambungan Program Kerja oleh Kakanwil

Dalam kesempatan yang sama, Kepala Kantor Wilayah (Kakanwil) Kemenkumham Sumatera Barat, dalam arahannya, memberikan penekanan khusus pada pentingnya kesinambungan program kerja. Beliau menggarisbawahi bahwa pergantian kepemimpinan bukanlah berarti mengabaikan apa yang sudah berjalan baik, melainkan sebuah proses transisi yang harus memastikan roda organisasi terus berputar tanpa hambatan.

“Program-program yang telah dicanangkan dan menunjukkan hasil positif harus terus dijaga dan ditingkatkan. Tantangan di Lapas sangat kompleks, mulai dari isu overkapasitas, pemenuhan hak dasar warga binaan, hingga pencegahan peredaran narkoba dan praktik pungutan liar. Oleh karena itu, sinergi dan koordinasi yang kuat antar seluruh elemen di Lapas menjadi kunci utama,” tegas Kakanwil.

Beliau juga berpesan kepada Kepala Lapas yang baru agar senantiasa melakukan evaluasi berkala terhadap setiap program yang dijalankan. Inovasi yang adaptif terhadap perkembangan zaman dan kebutuhan narapidana sangat dibutuhkan. Kakanwil juga mengingatkan pentingnya menjaga integritas dan profesionalisme seluruh jajaran dalam menjalankan tugas.

Fokus pada Pembinaan dan Keamanan

Salah satu poin krusial yang disoroti dalam Sertijab ini adalah upaya peningkatan kualitas pembinaan narapidana. Kakanwil menekankan bahwa Lapas bukan hanya tempat untuk menahan, tetapi juga institusi yang memiliki tanggung jawab besar dalam merehabilitasi dan mempersiapkan narapidana untuk kembali ke masyarakat. Program-program yang berorientasi pada keterampilan, pendidikan, serta pembinaan mental dan spiritual diharapkan dapat terus diperkuat.

Selain itu, aspek keamanan dan ketertiban di dalam Lapas tetap menjadi prioritas utama. Pencegahan masuknya barang terlarang, seperti narkoba, senjata tajam, dan alat komunikasi ilegal, harus menjadi perhatian serius. Pemberantasan praktik pungutan liar (pungli) juga menjadi komitmen yang tidak bisa ditawar. Kakanwil meminta agar sistem pengawasan diperketat dan setiap indikasi pelanggaran ditindak tegas sesuai dengan peraturan yang berlaku.

Menyongsong Masa Depan yang Lebih Baik

Dengan bergantinya kepemimpinan ini, Lapas Kelas IIA Padang diharapkan dapat terus berbenah diri dan memberikan kontribusi positif bagi sistem peradilan pidana di Indonesia. Transisi yang lancar dan penekanan pada kesinambungan program kerja menjadi modal berharga untuk menghadapi berbagai tantangan di masa mendatang.

Baca juga di sini: Mahyeldi & Apindo: UMKM Naik Kelas, Ekonomi Sumbar Maju

Para petugas Lapas diajak untuk memberikan dukungan penuh kepada kepemimpinan yang baru. Semangat kebersamaan dan profesionalisme adalah kunci untuk mewujudkan Lapas Padang yang lebih baik, aman, tertib, dan berorientasi pada pemasyarakatan yang manusiawi.