DermayuMagz.com – Di balik layar produksi film Baby Udon yang kini mulai menarik perhatian publik, tersimpan cerita unik mengenai keraguan Denny Sumargo untuk terlibat dalam proyek tersebut. Mantan pebasket profesional yang akrab disapa Densu ini bahkan mengakui sempat sengaja mempersulit sang istri, Olivia Allan, saat ia berupaya mewujudkan adaptasi kisah nyata dari Fanny Kondoh ke layar lebar.
Kisah ini bermula saat Fanny Kondoh hadir sebagai tamu di kanal podcast Denny Sumargo. Saat itu, Densu mengaku tersentuh sekaligus terkejut mendengar detail pengalaman hidup Fanny. Intuisi jurnalisme dan sisi kreatifnya langsung menangkap potensi besar dari kisah tersebut untuk diangkat menjadi sebuah karya sinematik.
“Dalam podcast itu intuisi gua bilang ‘bagus nih dijadiin film’. Ternyata, setelah tayang, dia dihubungi banyak production house (PH). Kita tahu karena dia cukup dekat dengan istri saya, Ci Olive,” ujar Densu dalam konferensi pers trailer film Baby Udon di kawasan Jakarta Selatan, Senin (3/8/2026).
Namun, proses pemilihan rumah produksi ternyata tidak berjalan mulus. Fanny memiliki niat mulia; ia ingin hasil penjualan hak cipta atau Intellectual Property (IP) dari kisahnya digunakan untuk membangun masjid sebagai amal jariyah bagi mendiang suaminya. Karena alasan itulah, Fanny sangat selektif dalam memilih mitra kerja.
Olivia Allan, yang melihat kesungguhan Fanny, akhirnya memutuskan untuk membeli IP tersebut dan meminta suaminya untuk memproduseri film ini. Meski begitu, Densu justru menunjukkan sikap resisten. Ia mengaku sempat berupaya menggagalkan rencana tersebut dengan cara memberikan tantangan-tantangan sulit kepada sang istri.
“Gue persulit. Saya berharap dia menyerah dan membawa masalah ini ke pihak lain. Saya meminta syarat-syarat yang menurut saya sulit dipenuhi, seperti mencari sutradara yang benar-benar memiliki koneksi emosional dengan cerita ini,” kenang Densu.
Ternyata, Olivia berhasil membuktikan keseriusannya. Ia berhasil menggandeng Fajar Bustomi sebagai sutradara, yang diakui Densu memiliki keterikatan batin setelah menonton podcast tersebut. Tak berhenti di situ, Densu kembali menantang Olivia untuk mencari penata kamera (DOP) ternama, Yudi Datau, yang dikenal sulit untuk diajak bekerja sama. Lagi-lagi, Olivia mampu menuntaskan tantangan tersebut dengan mudah.
Hambatan terakhir muncul saat proses distribusi ke bioskop. Olivia harus memutar otak mencari mitra yang tepat hingga akhirnya bertemu dengan pihak LYTO Pictures. Densu mengungkapkan bahwa di titik itulah ia akhirnya luluh dan sepakat untuk memulai produksi bersama Fajar Bustomi.
“Jujur, kenapa saya sempat ingin membatalkan? Karena saya takut. Saya takut mengecewakan Fanny, mengecewakan mendiang Hajime Kondoh, dan mengecewakan penonton. Cerita ini terlalu berharga untuk disia-siakan,” ungkapnya dengan nada serius.
Film Baby Udon sendiri diadaptasi dari kisah nyata kehidupan Fanny Kondoh dan mendiang suaminya, Hajime Kondoh. Film ini akan menampilkan Caitlin Halderman sebagai Fanny dan Denny Sumargo yang memerankan karakter Hajime. Alur ceritanya menyoroti perjalanan cinta mereka, perjuangan menjalani program bayi tabung, hingga ujian berat saat sang suami didiagnosis mengidap kanker.
Melalui proses yang panjang dan penuh rintangan ini, Densu berharap hasil akhir film tersebut dapat memberikan penghormatan yang layak bagi perjalanan hidup tokoh aslinya. Kini, dengan persiapan yang matang dan dukungan dari berbagai pihak, Baby Udon menjadi salah satu proyek yang sangat dinantikan oleh para penikmat film tanah air.






