Pertarungan Sengit Barcelona vs Inter Milan Berakhir Imbang di Liga Champions

Olahraga10 Views

DermayuMagz.com – Pertandingan leg pertama babak semi-final Liga Champions musim 2025 antara raksasa Spanyol, Barcelona, dan tim Italia, Inter Milan, berlangsung di Estadi Olímpic Lluís Companys pada 30 April 2025. Laga ini berakhir dengan skor imbang 3-3, menyajikan drama enam gol yang menegangkan dan membuat kedua tim masih memiliki peluang terbuka untuk melaju ke babak final.

Inter Milan berhasil membuka keunggulan dengan cara yang sangat dramatis. Marcus Thuram mencetak gol tercepat dalam sejarah semi-final Liga Champions, hanya dalam waktu 30 detik setelah pertandingan dimulai. Ia sukses memanfaatkan bola dengan tendangan flick back-heel yang melewati jangkauan kiper Barcelona, Wojciech Szczęsny. Gol cepat ini langsung memberikan tekanan signifikan kepada tim tuan rumah.

Tidak lama berselang, pada menit ke-21, Inter Milan menggandakan keunggulan mereka. Denzel Dumfries mencetak gol kedua melalui tendangan akrobatik scissor-kick yang spektakuler setelah menerima umpan dari sepak pojok. Bola tendangannya tak mampu dihalau oleh Szczęsny, membuat skor berubah menjadi 2-0 untuk keunggulan tim tamu, yang sempat membungkam publik Camp Nou.

Baca juga di sini: Manchester United Libas Bilbao 3-0 di Leg Pertama Semifinal Liga Europa

Namun, Barcelona menunjukkan semangat juang yang tinggi dan berhasil memperkecil ketertinggalan pada menit ke-24. Lamine Yamal, pemain muda berusia 17 tahun, menunjukkan kehebatannya dengan melakukan dribbling melewati beberapa pemain bertahan Inter. Ia kemudian melepaskan tembakan melengkung yang indah ke sudut gawang, melewati Yann Sommer, kiper Inter. Gol ini tidak hanya membangkitkan semangat tim, tetapi juga mencatatkan rekor bagi Yamal sebagai pemain termuda yang mencetak gol di babak semi-final Liga Champions.

Menjelang akhir babak pertama, tepatnya pada menit ke-38, Barcelona berhasil menyamakan kedudukan menjadi 2-2. Gol penyama kedudukan ini tercipta berkat kerja sama tim yang apik. Pedri memberikan umpan terobosan kepada Raphinha yang berada di sisi kanan. Raphinha kemudian mengirimkan umpan silang mendatar yang diselesaikan dengan baik oleh Ferran Torres dari jarak dekat.

Memasuki babak kedua, intensitas pertandingan tetap tinggi. Inter Milan kembali merebut keunggulan pada menit ke-63. Denzel Dumfries mencetak gol keduanya melalui sundulan keras memanfaatkan umpan sepak pojok, yang kembali tak mampu diantisipasi oleh Szczęsny.

Akan tetapi, keunggulan Inter kembali tidak bertahan lama. Hanya berselang dua menit, Barcelona kembali berhasil menyamakan kedudukan menjadi 3-3. Raphinha melepaskan tembakan keras dari luar kotak penalti yang membentur bagian bawah mistar gawang. Bola pantulan tersebut kemudian mengenai kiper Inter, Yann Sommer, sebelum akhirnya masuk ke dalam gawang.

Di sisa pertandingan, kedua tim terus berupaya mencetak gol kemenangan. Inter Milan sempat melihat Henrikh Mkhitaryan mencetak gol pada menit ke-75, namun gol tersebut dianulir oleh wasit karena dianggap offside. Barcelona juga memiliki beberapa peluang emas, termasuk tendangan chip dari Yamal yang membentur mistar gawang dan penyelamatan gemilang dari Sommer atas tembakan Raphinha. Hingga peluit akhir dibunyikan, skor imbang 3-3 tetap bertahan.

Pertandingan ini tidak hanya menyajikan tontonan menarik dengan banyaknya gol, tetapi juga diwarnai dengan pencapaian rekor. Gol pembuka dari Marcus Thuram tercatat sebagai gol tercepat dalam sejarah semi-final Liga Champions, sementara gol dari Lamine Yamal menjadikannya pemain termuda yang berhasil mencetak gol di fase ini.

Hasil imbang 3-3 ini membuat leg kedua yang akan digelar di Milan pada pekan berikutnya menjadi sangat krusial. Kedua tim telah menunjukkan kualitas serangan yang memukau, namun juga memperlihatkan beberapa celah di lini pertahanan. Dengan agregat skor yang masih sama kuat, persaingan menuju final Liga Champions yang akan diselenggarakan di Munich Football Arena pada 31 Mei 2025 dipastikan akan semakin sengit.