DermayuMagz.com – Timnas Korea Selatan menatap Piala Dunia 2026 dengan optimisme tinggi setelah memastikan tiket ke putaran final untuk ke-11 kali secara beruntun. Konsistensi tersebut menegaskan posisi Taegeuk Warriors sebagai salah satu kekuatan utama sepak bola Asia.
Di tengah perjalanan panjang itu, nama Son Heung-min tetap menjadi pusat perhatian publik Korea Selatan. Kapten tim nasional tersebut kembali dipercaya menjadi figur utama dalam upaya membawa negaranya melangkah jauh di turnamen dunia.
Piala Dunia 2026 juga berpotensi menjadi momen spesial bagi Son secara pribadi. Penyerang berusia 33 tahun itu hanya membutuhkan satu gol lagi untuk menjadi pencetak gol terbanyak Korea Selatan di sejarah putaran final Piala Dunia.
Meski demikian, Son menegaskan fokus utamanya tetap berada pada performa tim. Mantan pemain Tottenham yang kini membela Los Angeles FC itu ingin Korea Selatan tampil kompetitif dan melampaui pencapaian edisi sebelumnya.
Son Heung-min Merasa Fisiknya Masih Sangat Prima
Piala Dunia 2026 akan menjadi edisi keempat bagi Son Heung-min bersama Korea Selatan. Sebelumnya, ia sudah mencetak gol untuk negaranya pada edisi 2014 dan 2018, serta menjadi kapten utama saat tampil di Qatar 2022.
Saat ini, Son telah mengoleksi tiga gol di putaran final Piala Dunia. Catatan tersebut membuatnya sejajar dengan Park Ji-sung dan Ahn Jung-hwan sebagai pencetak gol terbanyak Korea Selatan di sejarah turnamen.
Meski mulai muncul spekulasi bahwa performa terbaiknya telah lewat, Son menegaskan dirinya masih berada dalam kondisi fisik yang sangat baik. Ia merasa tetap mampu memberikan kontribusi maksimal untuk negaranya di level tertinggi.
“Banyak orang khawatir, tetapi saya hanya khawatir jika saya tidak bermain bagus. Saya rasa sekarang tidak demikian. Secara fisik, saya merasa hebat,” katanya kepada wartawan di kamp pelatihan Korea di Salt Lake City.
Son Pilih Utamakan Tim Dibanding Rekor Pribadi
Peluang memecahkan rekor gol Korea Selatan di Piala Dunia memang menjadi salah satu sorotan utama menjelang turnamen. Namun, Son mengaku tidak ingin terlalu terbebani oleh pencapaian individu tersebut.
Penyerang Los Angeles FC itu memahami antusiasme publik terhadap kemungkinan terciptanya sejarah baru. Akan tetapi, ia menegaskan bahwa kepentingan tim tetap berada di atas ambisi pribadi apa pun.
“Jelas, mustahil untuk tidak mendengar tentang rekor-rekor ini. Orang-orang telah membicarakannya, dan para penggemar sangat tertarik padanya,” kata Son.
“Tetapi saya tidak terlalu memikirkannya. Jika saya mengutamakan tim di atas segalanya dan mengkhawatirkan bagaimana saya dapat membantu tim terlebih dahulu, maka gol akan datang dengan sendirinya,” tegas eks pemain Bayer Leverkusen.
Sumber: FotMob
DermayuMagz.com – Kekhawatiran mulai menyelimuti Timnas Brasil jelang Piala Dunia 2026 setelah Neymar mengalami cedera. Insiden tersebut langsung menjadi sorotan karena terjadi di tengah persiapan akhir Selecao menuju turnamen terbesar dunia.
Neymar sebelumnya baru saja mendapatkan kembali tempatnya di skuad Brasil setelah menjalani masa sulit akibat cedera panjang. Penampilan impresif bersama Santos membuat Carlo Ancelotti kembali mempercayakan peran penting kepada sang penyerang veteran.
Situasi ini menjadi semakin emosional karena Piala Dunia 2026 diyakini akan menjadi turnamen terakhir Neymar bersama Timnas Brasil. Video reaksinya saat dipanggil kembali ke skuad Selecao bahkan memperlihatkan betapa besar arti kesempatan tersebut baginya.
Namun, momentum positif itu kini sedikit terganggu setelah Neymar mengalami masalah pada bagian betisnya. Tim medis Brasil dan Santos kini terus memantau kondisi sang pemain untuk memastikan ia siap tampil di turnamen nanti.
Cedera Betis Neymar Masih Dalam Kategori Sedang
Laporan O Globo menyebut cedera tersebut menjadi “penyebab kekhawatiran” dan memunculkan ketegangan di kubu Timnas Brasil. Carlo Ancelotti beserta staf pelatih disebut terus memantau perkembangan kondisi sang pemain sebelum pemusatan latihan dimulai.
Meski demikian, hasil pemeriksaan awal menunjukkan bahwa cedera Neymar tidak masuk kategori serius. Cedera tersebut disebut sebagai edema atau pembengkakan ringan pada otot betis yang masih memungkinkan pemulihan dalam waktu relatif singkat.
“Neymar mengalami cedera ringan di betisnya, edema. Rencananya, berdasarkan perkembangannya, adalah agar ia fit untuk kembali ke CBF minggu depan,” kata koordinator Pusat Kesehatan Santos, Rodrigo Zogaib.
Neymar Diperkirakan Tetap Main di Piala Dunia 2026
Tim medis memperkirakan Neymar membutuhkan waktu pemulihan sekitar lima hingga sepuluh hari. Dengan estimasi tersebut, peluang sang pemain tampil di Piala Dunia 2026 masih sangat terbuka.
Jika proses pemulihan berjalan sesuai rencana, Neymar berpeluang tampil pada laga uji coba Brasil melawan Panama pada 31 Mei. Situasi itu juga memberi cukup waktu bagi sang pemain untuk mencapai kondisi ideal sebelum laga pembuka melawan Maroko pada 13 Juni.
Baca juga : Toyota Tingkatkan GR Yaris, Handling Lebih Baik untuk Penggunaan Sehari-hari
Meski cedera kali ini tidak tergolong parah, kekhawatiran tetap muncul karena riwayat cedera Neymar yang cukup panjang sepanjang kariernya. Neymar sempat cedera lutut. Laporan lain menyebut Neymar mungkin absen pada laga lawan Maroko karena antisipasi kondisi lebih buruk.






