DermayuMagz.com – Manusia seringkali terlena oleh kilau kehidupan duniawi, terdorong untuk mengejar kekayaan, kedudukan, popularitas, dan kesenangan sesaat. Dalam kesibukan ini, waktu terasa berlalu tanpa disadari, seolah-olah kita akan abadi di dunia ini.
Namun, hakikatnya, dunia hanyalah persinggahan sementara. Ini adalah tempat untuk menabur benih kebaikan, bukan untuk menetap selamanya.
Apa pun yang kita kejar di dunia ini bersifat fana dan akan ditinggalkan ketika panggilan ilahi datang. Tidak ada yang bisa kita bawa selain amal perbuatan baik dan ibadah yang telah kita lakukan.
Pandangan ini diuraikan oleh Ir. Zarnudin Rahman dalam khutbah Jumatnya di Masjid Baitul Rohman, Kedungwungu, pada Jumat, 24 Agustus 2026. Beliau menekankan bahwa dunia bagaikan bayangan; semakin dikejar, ia akan semakin menjauh. Sebaliknya, jika didekati dengan kewajaran, dunia akan datang dengan sendirinya.
Berbeda dengan dunia, akhirat adalah kenyataan yang abadi dan tak berujung. Oleh karena itu, kita tidak seharusnya menjadikan dunia sebagai tuan yang memerintah, melainkan sebagai pelayan yang membantu kehidupan kita.
Kecintaan berlebihan pada dunia dapat membutakan hati kita dari kesadaran akan kehidupan setelah kematian. Kesibukan mencari rezeki pun jangan sampai membuat kita lupa pada Sang Pemberi rezeki.
Sebagai pengingat bagi diri sendiri dan sesama, mari kita mencari dunia tanpa melalaikan akhirat. Bekerjalah dengan sungguh-sungguh, namun jangan lupa untuk senantiasa beribadah dan berbuat baik.
Harta dan kekayaan yang kita miliki hendaknya disalurkan untuk kebaikan. Sedekah dan infak merupakan cara terbaik untuk mempersiapkan bekal menuju kehidupan abadi.
Kematian adalah kepastian, namun waktunya adalah misteri. Oleh karena itu, persiapkanlah bekal sebanyak mungkin selagi masih ada kesempatan.
Baca juga di sini: Sikap Asia Tenggara di Tengah Persaingan Amerika dan China
Kehidupan di dunia ini sangatlah singkat, laksana embun yang menguap tertimpa sinar matahari. Jangan terlalu larut dalam kesenangan duniawi yang fana. Perbanyaklah amalan baik, sebab di sanalah kehidupan kita yang sebenarnya dan abadi akan terwujud.
Dunia ibarat air laut; semakin banyak diminum, semakin haus. Sementara akhirat bagaikan obat; mungkin terasa pahit, namun memberikan keselamatan abadi.
Ungkapan “Kejarlah akhiratmu” adalah pengingat mendasar yang patut selalu tertanam dalam hati setiap insan.
Dunia hanyalah arena persinggahan, tempat kita diuji, mengumpulkan bekal, dan beramal. Sementara itu, akhirat adalah tujuan akhir yang kekal dan takkan pernah berakhir.
Seringkali kita terjebak dalam gemerlap dunia, berlomba-lomba mengejar harta, jabatan, pujian, dan kenikmatan sesaat. Kita rela mengorbankan waktu, tenaga, bahkan nilai-nilai luhur demi meraih hal-hal yang pada akhirnya akan ditinggalkan saat nyawa berpisah dari raga.
Padahal, tidak ada yang dapat dibawa ke alam kubur kecuali tiga hal: amal jariyah, ilmu yang bermanfaat, dan doa anak sholeh/sholehah.
Oleh karena itu, kejar akhiratmu dengan segenap kemampuan. Lakukan dengan penuh ketaatan kepada Allah SWT, dengan menjaga salat, bersedekah, menyambung silaturahmi, dan berbuat baik kepada sesama.
Kejarlah akhirat dengan menjauhi segala larangan-Nya, meskipun terkadang terasa berat atau tampak menguntungkan di mata dunia. Ingatlah, setiap tetes keringat, setiap senyum yang kita berikan, dan setiap kebaikan yang kita lakukan akan menjadi modal berharga untuk membangun istana di surga.






