Kemensos Uji Coba Penyaluran Bansos Melalui 900 Koperasi Desa

Bisnis4 Dilihat

DermayuMagz.com – Kementerian Sosial (Kemensos) kini tengah merancang terobosan baru dalam sistem distribusi bantuan sosial (bansos) bagi masyarakat. Langkah strategis ini dilakukan dengan mengoptimalkan peran Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) sebagai titik penyaluran yang lebih dekat dengan Keluarga Penerima Manfaat (KPM).

Selama ini, proses penyaluran dana bantuan sosial mayoritas bertumpu pada Himpunan Bank Milik Negara (Himbara) seperti Bank Mandiri, BRI, dan BNI, serta layanan PT Pos Indonesia. Dengan melibatkan koperasi di tingkat desa, pemerintah berharap aksesibilitas KPM untuk bertransaksi dan memenuhi kebutuhan pokok sehari-hari dapat ditingkatkan secara signifikan.

Menteri Sosial (Mensos), Syaifullah Yusuf atau yang akrab disapa Gus Ipul, menyampaikan bahwa saat ini pihaknya sedang melakukan simulasi mendalam terkait skema baru tersebut. Pernyataan ini disampaikan Gus Ipul usai mengikuti rapat koordinasi terkait KDKMP di Kantor Kementerian Koordinator Bidang Pangan pada Selasa (28/7/2026).

“KDMP itu kan posisinya di desa, sehingga Keluarga Penerima Manfaat (KPM) jauh lebih mudah mengaksesnya,” ujar Gus Ipul.

Dua Skema Penyaluran yang Dimatangkan

Dalam upaya transisi ini, Kemensos menyiapkan dua opsi skema penyaluran yang saat ini sedang dalam tahap pematangan regulasi dan teknis operasional:

  • Skema Agen Himbara: Bank-bank Himbara akan membuka agen resmi di dalam unit Koperasi Desa Merah Putih. Melalui mekanisme ini, KPM yang telah menarik dana bantuan di koperasi tersebut bisa langsung membelanjakan uangnya untuk membeli kebutuhan pokok di tempat yang sama.
  • Skema Penyaluran Langsung: Opsi kedua adalah penyaluran dana dilakukan langsung melalui sistem KDMP tanpa perantara bank. Namun, skema ini masih menunggu penyesuaian regulasi yang lebih komprehensif agar tetap sesuai dengan prosedur tata kelola keuangan negara.

Peran Strategis Kemensos dalam Inpres Nomor 9 Tahun 2025

Langkah ini bukan sekadar inovasi teknis, melainkan bagian dari mandat yang tertuang dalam Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 9 Tahun 2025. Kemensos memegang peranan krusial dalam memperkuat ekosistem ekonomi di tingkat desa melalui empat poin utama:

Pertama, mendorong setiap KPM untuk terdaftar sebagai anggota koperasi desa. Kedua, membantu pemasaran produk-produk UMKM hasil karya KPM agar dapat dipasarkan melalui KDMP. Ketiga, melakukan distribusi bansos secara bertahap melalui titik koperasi. Terakhir, mengarahkan KPM untuk berbelanja kebutuhan pokok di koperasi daerah masing-masing guna menggerakkan ekonomi lokal.

Uji Coba di 900 Titik

Meskipun rencana ini sudah matang secara konsep, Gus Ipul menegaskan bahwa implementasinya akan dilakukan secara bertahap. Mengingat penyaluran bansos untuk triwulan ketiga tahun 2026 saat ini sudah berjalan dengan sistem lama, maka uji coba baru akan dimulai pada triwulan keempat mendatang.

Kemensos telah menetapkan 900 titik KDMP yang dinilai paling siap untuk melaksanakan simulasi ini. Selama masa uji coba, layanan penarikan dana akan tetap didukung oleh agen-agen dari bank Himbara untuk memastikan keamanan dan kelancaran transaksi bagi para penerima manfaat.

“Saat ini penyaluran triwulan ketiga sedang diproses. Nanti pada triwulan keempat kita akan mulai uji coba penyaluran di 900 titik tersebut,” pungkas Gus Ipul menutup penjelasannya.