Kinerja Pemdes Jumbleng Disorot Warga Akibat Kondisi Kantor yang Kumuh

Indramayu4 Views

DermayuMagz.com – Kondisi kumuh di depan gapura Kantor Desa Jumbleng, Kecamatan Losarang, Kabupaten Indramayu, memicu kekecewaan mendalam di kalangan warga setempat.

Area yang seharusnya menjadi representasi kebersihan dan kerapian pemerintahan desa justru terlihat berantakan akibat tumpukan tanah yang tidak tertata rapi. Pemandangan ini dinilai sangat mengganggu kenyamanan dan estetika lingkungan sekitar.

Tumpukan tanah yang dibiarkan tanpa penanganan menimbulkan kesan jorok dan semrawut, jauh dari citra yang diharapkan dari sebuah fasilitas publik. Kondisi ini semakin diperparah karena berlokasi di titik strategis yang merupakan akses utama menuju kantor desa.

Bagi masyarakat yang melintas, khususnya tamu dari luar daerah, kondisi ini dianggap memalukan dan mencerminkan minimnya perhatian terhadap kebersihan serta tata lingkungan. Keberadaan gundukan tanah tersebut tidak hanya merusak pemandangan, tetapi juga berpotensi menimbulkan masalah lain seperti debu di musim kemarau dan genangan air saat musim hujan.

Baca juga di sini: Agnes Rahajeng, Perwakilan Banten, Raih Gelar Puteri Indonesia 2026

Salah seorang warga yang enggan disebutkan namanya mengungkapkan kekecewaannya. “Kalau depan kantor desa saja seperti ini, bagaimana dengan yang lain?” ujarnya pada Jumat, 24 April 2026.

Ia menambahkan bahwa pemerintah desa seharusnya lebih peka terhadap hal-hal sederhana namun berdampak besar, seperti menjaga kebersihan dan kerapian lingkungan. “Ini kan kantor pemerintahan, harusnya jadi contoh. Bukan malah terlihat seperti tidak terurus,” tambahnya.

Sorotan warga ini beralasan, mengingat kantor desa merupakan pusat pelayanan masyarakat yang idealnya mencerminkan tata kelola yang baik, termasuk dalam penataan lingkungan. Kondisi kumuh di depan gapura justru memberikan kesan sebaliknya, seolah terjadi pembiaran tanpa tindakan nyata.

Warga lainnya pun turut menyuarakan harapan agar pemerintah desa segera mengambil tindakan cepat untuk membersihkan dan merapikan area tersebut. Penataan sederhana yang menunjukkan kepedulian terhadap lingkungan dinilai sudah cukup.

Hingga kini, belum ada keterangan resmi dari pihak Pemerintah Desa Jumbleng mengenai kondisi tersebut. Minimnya respons dari pemerintah desa semakin menguatkan dugaan warga bahwa persoalan kebersihan di area kantor desa belum menjadi prioritas.

Seorang pengamat sosial di tingkat lokal berpendapat bahwa masalah sederhana seperti ini dapat menjadi indikator kualitas tata kelola pemerintahan desa. Mengabaikan kebersihan lingkungan dasar dapat menurunkan kepercayaan publik terhadap pemerintah desa.

“Hal kecil seperti ini punya dampak besar terhadap citra pemerintah desa. Jika dibiarkan, masyarakat bisa kehilangan kepercayaan,” ungkap seorang pemerhati lingkungan di wilayah Indramayu.

Kini, masyarakat Desa Jumbleng menantikan perubahan nyata dari pemerintah desa. Mereka berharap lingkungan yang bersih, rapi, dan mencerminkan pemerintahan yang peduli terhadap warganya dapat segera terwujud. Jika kondisi ini terus dibiarkan, citra Desa Jumbleng berpotensi semakin tercoreng di mata publik.