Pertamina Hulu Energi Akuisisi 9 Blok Eksplorasi Baru di Indonesia dan Malaysia

Bisnis3 Dilihat

DermayuMagz.com – PT Pertamina Hulu Energi (PHE) terus menunjukkan taringnya dalam kancah industri minyak dan gas bumi global. Sebagai subholding sektor hulu Pertamina, perusahaan ini baru saja mencatatkan langkah strategis yang signifikan dengan mengakuisisi sembilan blok eksplorasi baru yang tersebar di wilayah Indonesia dan Malaysia.

Langkah ekspansi ini bukan sekadar penambahan aset, melainkan bagian dari upaya terencana untuk memperkuat ketahanan serta kedaulatan energi nasional. Dalam periode 2023 hingga 2026, PHE berhasil mengamankan delapan wilayah kerja eksplorasi di dalam negeri, meliputi Blok Bunga, Peri Mahakam, East Natuna, Melati, Binaiya, Lavender, Bobara, dan North Ketapang. Sementara itu, di kancah internasional, PHE sukses melebarkan sayapnya ke Malaysia dengan mengakuisisi Blok SK-510.

Direktur Eksplorasi PT Pertamina Hulu Energi, Asep Samsul Arifin, menegaskan bahwa strategi ini merupakan fondasi untuk membangun portofolio eksplorasi yang lebih sehat dan berkelanjutan di masa depan.

“Eksplorasi merupakan investasi jangka panjang bagi keberlanjutan industri hulu migas. Melalui perluasan wilayah kerja, penguatan kolaborasi dengan mitra global, serta penerapan teknologi eksplorasi yang semakin maju, kami terus membangun portofolio yang berkualitas untuk meningkatkan peluang penemuan sumber daya migas baru,” ujar Asep dalam keterangan resminya, Minggu (26/7/2026).

Strategi Kolaborasi Global

Selain mengakuisisi blok baru, PHE juga sangat aktif dalam menjalankan skema studi bersama atau joint study (JS) sebagai langkah mitigasi risiko dan optimalisasi data geologi. Berdasarkan data dari Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi Kementerian ESDM per Juli 2026, PHE tercatat mengelola 12 joint study, di mana sebagian besar telah berjalan, beberapa telah selesai, dan sebagian lainnya sedang dalam tahap persetujuan pemerintah.

Dalam proyek-proyek ini, PHE menggandeng berbagai raksasa energi dunia untuk berbagi keahlian dan teknologi. Beberapa mitra strategis yang terlibat antara lain:

  • Petronas (Malaysia)
  • BP (Inggris)
  • ENI (Italia)
  • KUFPEC (Kuwait)
  • SK Earthon (Korea Selatan)
  • PetroChina, POSCO, TPAO, serta Woodside.

Tidak hanya di dalam negeri, PHE juga mempererat kerja sama regional dengan Management Petroleum Malaysia (MPM) melalui skema Technical Evaluation Agreement (TEA), yang memungkinkan perusahaan untuk melakukan evaluasi teknis lebih mendalam pada blok-blok potensial di Malaysia.

Pencapaian di Tingkat Global

Komitmen masif PHE dalam sektor hulu rupanya membuahkan hasil yang diakui dunia. Merujuk pada data S&P Global tahun 2026 untuk periode 2021–2025, PHE dinobatkan sebagai perusahaan minyak nasional (NOC) dengan penambahan luas area eksplorasi baru terbesar di dunia. Total luas area yang berhasil dikelola mencapai lebih dari 90.000 kilometer persegi, melampaui rekor yang dicatatkan oleh pemain besar seperti Petronas, PTTEP, ADNOC, hingga Sinopec.

Keberhasilan ini selaras dengan agenda besar Asta Cita Presiden Prabowo Subianto yang memprioritaskan percepatan swasembada energi. PHE diharapkan menjadi motor penggerak utama dalam meningkatkan cadangan migas nasional sekaligus menggenjot kapasitas produksi secara konsisten.

Ke depan, PHE tidak akan berhenti pada akuisisi ini. Perusahaan telah menyusun peta jalan untuk mempercepat komersialisasi potensi eksplorasi, baik dari aset yang sudah ada maupun blok-blok baru hasil ekspansi. Dengan memadukan keunggulan operasional dan inovasi teknologi, PHE optimistis dapat menjadi garda terdepan dalam mewujudkan kedaulatan energi Indonesia di tengah tantangan transisi energi global.