Warga Desak Penutupan Akses Jalan Depan Flaminggo, Minta Dinas Segera Bertindak

Indramayu5 Views

DermayuMagz.com – Keresahan warga di Desa Santing, Kecamatan Losarang, Kabupaten Indramayu, semakin memuncak menyusul tingginya angka kecelakaan lalu lintas di sebuah akses jalan depan kawasan Flaminggo.

Lokasi tersebut telah berulang kali memakan korban, mendorong masyarakat untuk mendesak dinas terkait agar segera mengambil tindakan tegas, termasuk kemungkinan penutupan akses jalan.

Desakan penutupan jalan ini bukan tanpa dasar. Warga mengaku telah kerap kali menyaksikan peristiwa kecelakaan, baik yang berskala ringan maupun berat, terjadi di titik tersebut.

Beberapa insiden bahkan dilaporkan berujung fatal, meninggalkan trauma mendalam bagi warga sekitar.

“Sudah banyak yang jadi korban di sini, termasuk keluarga kami sendiri. Jangan tunggu lebih banyak lagi baru ada tindakan,” ungkap seorang warga dengan nada kesal.

Akses jalan yang menjadi sorotan ini berada tepat di depan area Flaminggo, sebuah lokasi yang dikenal cukup aktif dengan lalu lintas kendaraan.

Perpaduan antara kondisi lalu lintas yang padat dan kecepatan kendaraan yang tinggi menjadikan titik ini sangat berbahaya, terutama bagi pengendara yang hendak melakukan manuver berbelok atau menyeberang.

Warga mengidentifikasi minimnya rambu lalu lintas dan ketiadaan pengaturan yang jelas sebagai salah satu faktor utama sering terjadinya kecelakaan.

Selain itu, bukaan jalan yang terlalu lebar memungkinkan kendaraan dari berbagai arah masuk tanpa kendali yang memadai, sehingga meningkatkan potensi terjadinya tabrakan.

Beberapa warga bahkan telah berulang kali melaporkan kondisi ini kepada pihak berwenang. Namun, hingga kini, belum ada langkah konkret yang dirasakan mampu secara signifikan mengurangi frekuensi kecelakaan di lokasi tersebut.

“Kami sudah sering melapor, tapi belum ada perubahan signifikan. Padahal ini menyangkut keselamatan banyak orang,” keluh warga lainnya.

Tuntutan agar bukaan jalan tersebut ditutup semakin menguat pasca serangkaian insiden yang terjadi dalam waktu berdekatan. Warga berharap, dengan ditutupnya akses tersebut, arus lalu lintas dapat menjadi lebih tertib dan potensi kecelakaan dapat diminimalisir.

Selain opsi penutupan jalan, masyarakat juga mengusulkan penambahan rambu peringatan, marka jalan yang lebih jelas, serta penempatan petugas lalu lintas pada jam-jam sibuk.

Mereka menilai langkah-langkah preventif ini sangat penting untuk memberikan perlindungan maksimal bagi para pengguna jalan.

Menanggapi keluhan masyarakat ini, pihak terkait diharapkan segera melakukan tinjauan lapangan untuk melakukan kajian dan evaluasi yang komprehensif. Penanganan yang cepat dinilai krusial agar tidak ada lagi korban yang berjatuhan.

Seorang pengamat transportasi berpendapat bahwa titik-titik rawan kecelakaan seperti ini seharusnya menjadi prioritas utama penanganan pemerintah daerah.

Tingginya angka kecelakaan tidak hanya membahayakan keselamatan individu, tetapi juga dapat mengganggu kelancaran arus lalu lintas serta aktivitas ekonomi masyarakat.

“Jika memang terbukti menjadi titik black spot, maka penutupan akses atau rekayasa lalu lintas harus segera dilakukan,” tegasnya.

Sementara itu, warga berharap agar aspirasi mereka tidak lagi diabaikan. Mereka menekankan bahwa keselamatan harus menjadi prioritas utama, mengalahkan pertimbangan kepentingan lainnya.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi dari dinas terkait mengenai rencana penanganan di lokasi tersebut.

Namun, tekanan dari masyarakat terus meningkat, seiring dengan kekhawatiran akan potensi kecelakaan yang bisa saja terjadi kapan saja.

Situasi ini menjadi pengingat penting bahwa keselamatan di jalan raya tidak dapat ditawar. Tanpa langkah nyata dan cepat dari pihak berwenang, bukan tidak mungkin daftar korban akan terus bertambah.

Baca juga di sini: Perkuat Pengawasan Kendaraan Melalui Ramp Check

Warga kini hanya dapat berharap agar pemerintah segera bertindak dan mengambil solusi yang tepat sebelum tragedi serupa kembali terjadi.