DermayuMagz – Dalam sebuah kunjungan yang sarat makna ke Kabupaten Belu, Nusa Tenggara Timur, Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Pusat, Ny. Tri Tito Karnavian, menegaskan kembali komitmennya dalam mendorong perlindungan optimal bagi perempuan dan anak. Kunjungan ini bukan sekadar agenda formal, melainkan sebuah seruan untuk meningkatkan kesadaran dan tindakan nyata dalam menghadapi berbagai bentuk kekerasan yang masih menghantui kelompok rentan ini.
Selama berada di Belu, Ny. Tri Tito Karnavian secara spesifik menyoroti pentingnya peran serta seluruh elemen masyarakat dalam menciptakan lingkungan yang aman dan kondusif bagi tumbuh kembang perempuan dan anak. Ia menekankan bahwa perlindungan ini haruslah komprehensif, mencakup aspek fisik, psikis, maupun sosial, agar mereka dapat tumbuh dan berkembang tanpa rasa takut.
Lebih lanjut, Ny. Tri Tito Karnavian menggarisbawahi bahwa fondasi utama untuk mewujudkan perlindungan perempuan dan anak yang berkelanjutan adalah melalui penguatan pendidikan kesetaraan gender. Ia berargumen bahwa menanamkan pemahaman tentang kesetaraan sejak dini akan membantu membentuk generasi yang menghargai hak-hak setiap individu, tanpa memandang jenis kelamin.
Pendidikan kesetaraan gender ini, menurut Ketua TP PKK Pusat, harus diintegrasikan dalam kurikulum pendidikan formal maupun program-program pemberdayaan di tingkat komunitas. Dengan demikian, nilai-nilai kesetaraan akan meresap ke dalam budaya masyarakat, mengubah stigma negatif, dan membuka ruang bagi perempuan untuk berpartisipasi penuh dalam pembangunan.
Kunjungan ke Belu juga menjadi momentum bagi Ny. Tri Tito Karnavian untuk berdialog langsung dengan para pemangku kepentingan di daerah, termasuk pemerintah daerah, tokoh masyarakat, dan perwakilan dari organisasi perempuan. Diskusi ini bertujuan untuk mengidentifikasi tantangan spesifik yang dihadapi perempuan dan anak di Belu serta merumuskan strategi perlindungan yang lebih efektif dan sesuai dengan kearifan lokal.
Ia menyampaikan bahwa kekerasan terhadap perempuan dan anak adalah masalah kompleks yang memerlukan pendekatan multi-sektoral. Kerjasama yang erat antara pemerintah, lembaga swadaya masyarakat, dan partisipasi aktif dari masyarakat menjadi kunci untuk memberantas akar masalahnya.
Dalam kesempatan tersebut, Ny. Tri Tito Karnavian juga memberikan apresiasi atas berbagai upaya yang telah dilakukan oleh TP PKK Kabupaten Belu dalam meningkatkan kesejahteraan perempuan dan anak. Namun, ia juga mengingatkan bahwa perjuangan ini masih panjang dan membutuhkan dedikasi yang berkelanjutan.
Sebagai penutup, Ketua TP PKK Pusat mengajak seluruh masyarakat, khususnya di Kabupaten Belu, untuk tidak tinggal diam dalam menghadapi isu kekerasan terhadap perempuan dan anak. Beliau menegaskan, “Setiap perempuan dan anak berhak mendapatkan perlindungan dan kesempatan yang sama untuk meraih masa depan yang gemilang. Mari kita bersama-sama mewujudkan Belu yang bebas dari kekerasan, tempat di mana setiap individu dapat tumbuh dengan penuh kasih sayang dan rasa aman.”
