DermayuMagz.com – Di era kolaborasi yang semakin dinamis, proyek Grind Theory hadir sebagai wadah edukasi inovatif. Platform ini merupakan hasil kolaborasi antara kreator konten dan podcaster ternama, Theo Derick, dengan presenter kondang Deddy Corbuzier. Kolaborasi ini melahirkan program gelar wicara berjudul “From Zero to Impact” yang ditayangkan di salah satu stasiun televisi swasta.
Acara ini juga sekaligus menandai peluncuran buku edisi terbatas karya Theo Derick, bertajuk From Zero to Survive. Theo Derick mengungkapkan bahwa buku ini lahir dari keresahan mendalamnya terhadap realitas yang ada.
Deddy Corbuzier dan Theo Derick menjelaskan bahwa kolaborasi ini didorong oleh keprihatinan mereka terhadap konten di media sosial. Banyak konten yang menampilkan hasil kesuksesan tanpa memperlihatkan prosesnya. Hal ini perlu diluruskan, karena kesuksesan sejati tidak instan dan tidak semudah yang sering digambarkan.
Mereka berpendapat bahwa kesuksesan tidak memiliki satu format tunggal dan seringkali jauh dari kesan mudah yang ditampilkan. Keresahan inilah yang kemudian mendorong lahirnya Grind Theory sebagai platform edukasi.
Grind Theory berkomitmen untuk menyajikan konten how to grind dengan pendekatan yang jujur dan realistis. Tujuannya adalah memberikan dampak nyata bagi masyarakat luas. Baik Deddy Corbuzier maupun Theo Derick menjabat sebagai Co-Founder Grind Theory.
“Harapannya, beberapa tahun ke depan kita bisa memberi contoh yang real, baik, meningkatkan kualitas edukasi nonformal di Indonesia terutama dengan harapan bisa mem-boost audiens punya income secara real,” ujar Theo Derick kepada awak media di Jakarta pada akhir Mei 2026.
Deddy Corbuzier pun menyambut baik inisiatif ini. Ia optimistis bahwa platform yang mereka bangun akan memberikan manfaat besar bagi masyarakat Indonesia.
“Kami membuat sesuatu yang kami yakin bermanfaat bagi kalian di era saat ini,” tegas Deddy Corbuzier.
Acara gelar wicara yang diselenggarakan di studio 1 Kompas TV Jakarta ini menghadirkan enam sesi diskusi. Sesi-sesi tersebut diisi oleh para praktisi yang memiliki jam terbang tinggi, termasuk Deddy Corbuzier dan Theo Derick sendiri.
Pada sesi pertama, dibahas topik “The Truth About Grinding” yang dipandu oleh Theo Derick dan Deddy Corbuzier. Sesi kedua menghadirkan tema “The Hidden Force Behind Your Future” bersama Grind Theory Squad.
Grind Theory Squad sendiri diperkuat oleh beberapa nama yang sudah dikenal luas. Selain Theo Derick dan Deddy Corbuzier, anggota lainnya adalah Kelly Patricia, Marco Putra, Willy Tan, dan Billy Tanhadi.
Selanjutnya, sesi ketiga mengusung topik “How to Survive in this Era”. Sesi ini dipandu oleh Kelly Patricia, Billy Tanhadi, dan Marco Putra. Kehadiran mereka menunjukkan komitmen platform ini untuk memberikan wawasan dari berbagai perspektif.
Lebih lanjut, Deddy Corbuzier dan Theo Derick menjelaskan bahwa squad kreator edukasi ini dibentuk untuk menjembatani kesenjangan antara konten yang sekadar inspiratif dan konten edukasi yang memiliki substansi mendalam.
Melalui kolaborasi dengan para praktisi berpengalaman dari berbagai bidang seperti keuangan, komunikasi, bisnis, dan personal branding, Grind Theory menghasilkan konten yang tidak hanya memotivasi. Konten-konten ini juga memberikan panduan konkret mengenai proses yang harus dilalui untuk mencapai kesuksesan.
Baca juga : 10 Metode Efektif Menanam Rumput Gajah untuk Pakan Kambing yang Berkembang Cepat dan Hemat
Raffi Ahmad Hadiri Upacara Hari Lahir Pancasila
Liputan6.com, Jakarta – Tanggal 1 Juni diperingati sebagai Hari Lahir Pancasila di seluruh Indonesia. Pada peringatan tahun ini, Senin (1/6/2026), upacara khidmat digelar di Gedung Pancasila Jakarta. Presiden Prabowo Subianto bertindak sebagai inspektur upacara.
Sejumlah pejabat dan tokoh publik turut hadir dalam acara tersebut. Salah satunya adalah Raffi Ahmad, yang kini menjabat sebagai Utusan Khusus Presiden Bidang Pembinaan Generasi Muda dan Pekerja Seni. Ia tampil rapi mengenakan kemeja putih, jas hitam, peci hitam, dan dasi biru muda.
Raffi Ahmad mengikuti jalannya upacara dengan penuh kekhidmatan. Momen-momen selama upacara Hari Lahir Pancasila ini kemudian diunggah oleh Raffi Ahmad di akun Instagramnya yang terverifikasi.
Dalam salah satu video yang diunggah, Raffi Ahmad menyampaikan, “Alhamdulillah, sudah dilaksanakan Hari Lahirnya Pancasila, upacara di Gedung Pancasila tadi, inspektur upacara langsung dipimpin oleh Pak Presiden. Alhamdulillah berjalan dengan lancar. Salam pancasila.”
Sebelumnya, Raffi Ahmad telah kembali ke Indonesia setelah menunaikan ibadah haji. Ia sempat singgah di Dubai untuk bertemu dengan istrinya, Nagita Slavina, dan anak-anak mereka sebelum melanjutkan penerbangan ke Tanah Air.
“Tidak ada yang lebih menenangkan setelah perjalanan spiritual yang begitu berharga selain bisa memeluk anak-anak dan bertemu istri, meski hanya sebentar sebelum melanjutkan penerbangan menuju Tanah Air,” tulis Raffi Ahmad di media sosialnya pada 31 Mei 2026.
Kini, Raffi Ahmad kembali aktif menjalankan tugasnya. Laporan Showbiz Liputan6.com merangkum enam potret Raffi Ahmad saat mengikuti upacara Hari Lahir Pancasila di Jakarta, yang dipimpin oleh Presiden Prabowo Subianto.
1. Bersama Meutya Hafid
Dalam sela-sela upacara, Raffi Ahmad berfoto bersama sejumlah pejabat. Salah satunya adalah Menteri Komunikasi dan Digital Indonesia RI, Meutya Hafid. Beliau tampil anggun mengenakan kebaya hitam berkerah shanghai dan kacamata hitam.
Raffi Ahmad menyertai foto tersebut dengan keterangan, “Hari ini saya berkesempatan mengikuti Upacara Hari Lahir Pancasila 1 Juni yang dipimpin langsung oleh @presidenrepublikindonesia / Bapak @prabowo.”
2. Bukan Sekadar Peringatan Sejarah
Raffi Ahmad juga berfoto dengan Kepala Badan Pembinaan Ideologi Pancasila, Yudian Wahyudi. Raffi Ahmad berpendapat bahwa 1 Juni bukan hanya sekadar momen peringatan sejarah Pancasila, tetapi juga menjadi jembatan untuk merangkul generasi muda di Indonesia.
“Hari Lahir Pancasila bukan sekadar peringatan sejarah, tetapi juga pengingat bagi kita semua, khususnya generasi muda, bahwa masa depan Indonesia dibangun di atas persatuan, gotong royong, kerja keras, dan semangat kebangsaan,” pungkasnya.






