Davide Ancelotti Ditunjuk Jadi Pelatih Baru Lille, Gantikan Posisi Pelatih Sebelumnya

bola8 Dilihat

DermayuMagz.com – Davide Ancelotti, putra dari pelatih kawakan Carlo Ancelotti, secara resmi telah ditunjuk sebagai pelatih kepala baru untuk klub sepak bola Prancis, Lille. Keputusan ini menandai babak baru dalam karier kepelatihan Davide, yang akan memimpin tim tersebut mengarungi musim 2026/2027.

Penunjukan Davide ini tentu menarik perhatian banyak pihak, terutama mengingat posisinya sebagai juru taktik utama di salah satu klub papan atas Ligue 1. Momen ini menjadi panggung pembuktian bagi Davide untuk menunjukkan kemampuannya dalam meracik strategi dan mengelola tim.

Bagi penggemar sepak bola Indonesia, berita ini juga memiliki relevansi tersendiri. Lille merupakan klub yang saat ini diperkuat oleh pemain belakang Timnas Indonesia, Calvin Verdonk. Perubahan tampuk kepelatihan ini diprediksi akan memberikan pengaruh signifikan terhadap performa tim dan perjalanan mereka di musim mendatang.

Lille memiliki ambisi besar untuk musim 2026/2027. Dengan target yang tinggi baik di kompetisi domestik maupun Eropa, kehadiran Davide Ancelotti diharapkan mampu meningkatkan performa skuad dan membawa tim tampil lebih kompetitif, khususnya di ajang Liga Champions.

Davide Ancelotti Resmi Jadi Pelatih Kepala Lille

Manajemen Lille telah mengumumkan secara resmi bahwa Davide Ancelotti akan menukangi tim mereka dengan kontrak yang berlaku hingga akhir musim 2027/2028. Pelatih berusia 36 tahun ini mengambil alih tongkat estafet setelah Lille berhasil finis di posisi ketiga klasemen Ligue 1 musim sebelumnya.

Posisi ketiga tersebut memastikan Lille mendapatkan tiket otomatis untuk berlaga di Liga Champions musim 2026/2027. Oleh karena itu, klub membutuhkan sosok pelatih yang mumpuni untuk menjaga konsistensi performa tim di tengah jadwal padat yang melibatkan dua kompetisi berbeda.

“LOSC sangat antusias menyambut kedatangan Davide Ancelotti di awal musim baru 2026-2027 yang akan menggabungkan Ligue 1 dan Liga Champions UEFA,” demikian pernyataan resmi yang dirilis oleh Lille.

“Pelatih muda ini, yang juga memiliki pengalaman berkat karier olahraganya yang sangat kaya di klub-klub terbesar, staf, dan ruang ganti di dunia, juga terkenal karena kemampuannya dalam mengembangkan talenta muda, sambil tetap tampil di level tertinggi,” lanjut pernyataan tersebut.

Baca juga : Doyoung NCT Berikan Donasi Rp1,1 Miliar untuk Cegah Bunuh Diri

Tantangan Besar Menanti Putra Carlo Ancelotti

Penugasan sebagai pelatih kepala Lille ini menandai mandat kedua Davide Ancelotti sebagai nakhoda utama sebuah tim. Sebelum menerima tawaran dari klub Prancis ini, ia sempat memimpin Botafogo pada tahun 2025.

Meskipun tergolong muda untuk ukuran seorang pelatih kepala, Davide telah mengumpulkan pengalaman yang cukup berharga. Ia menghabiskan hampir 15 tahun mendampingi ayahnya, Carlo Ancelotti, di berbagai klub top Eropa.

Davide memulai karier kepelatihannya sebagai pelatih fisik saat bergabung dengan Carlo Ancelotti di Paris Saint-Germain dan Real Madrid. Setelah itu, ia naik jabatan menjadi asisten pelatih di Napoli, Everton, hingga periode kedua Carlo Ancelotti bersama Real Madrid.

Kolaborasi ayah dan anak ini berlanjut ketika mereka bersama-sama menangani Timnas Brasil. Kini, Davide mendapatkan kesempatan emas untuk membangun reputasinya sendiri sebagai pelatih kepala dan membawa Lille bersaing di kancah Ligue 1 serta Liga Champions pada musim 2026/2027.

DermayuMagz.com – Tim Nasional Norwegia berhasil meraih kemenangan meyakinkan atas Tim Nasional Swedia dengan skor 3-1 dalam pertandingan persahabatan internasional. Laga yang digelar di Ullevaal Stadion pada Selasa (2/6/2026) dini hari WIB ini merupakan bagian dari persiapan kedua tim menjelang Piala Dunia 2026.

Sejak awal pertandingan, Norwegia yang dilatih oleh Stale Solbakken menunjukkan dominasi penuh. Serangan agresif yang mereka lancarkan sejak menit pertama merepotkan pertahanan Swedia. Jorgen Strand Larsen menjadi bintang dalam pertandingan ini dengan mencetak dua gol.

Gol pertama Strand Larsen tercipta pada menit ke-9, memanfaatkan umpan matang dari Julian Ryerson. Keunggulan Norwegia kemudian digandakan oleh Antonio Nusa pada menit ke-18 melalui tendangan kaki kanannya yang terukur. Satu gol lagi dari Strand Larsen di menit ke-37 membuat Norwegia unggul telak 3-0 di babak pertama.

Swedia yang kini diasuh oleh Graham Potter hanya mampu memperkecil ketertinggalan melalui gol Alexander Isak di menit ke-76. Skor akhir 3-1 untuk kemenangan Norwegia.

Babak Pertama

Norwegia langsung mengambil inisiatif serangan begitu peluit kick-off dibunyikan. Antonio Nusa menjadi ancaman konstan di sisi kiri, berulang kali berhasil melewati penjagaan pemain bertahan Swedia.

Keunggulan pertama tuan rumah tercipta pada menit kesembilan. Umpan silang Julian Ryerson disambut sundulan Jorgen Strand Larsen yang mengarah ke sudut bawah gawang. Skor berubah menjadi 1-0 untuk Norwegia.

Swedia berusaha merespons melalui upaya Anthony Elanga dan Gustaf Nilsson. Namun, serangan mereka masih dapat diatasi oleh barisan pertahanan Norwegia yang digalang oleh Torbjorn Heggem dan Kristoffer Ajer.

Norwegia justru berhasil memperlebar keunggulan pada menit ke-18. Sander Berge memberikan umpan terobosan kepada Antonio Nusa, yang kemudian melepaskan tembakan kaki kanan ke pojok bawah gawang. Kiper Swedia, Jacob Widell Zetterstrom, tak mampu menjangkau bola.

Dalam situasi tertinggal dua gol, Swedia memiliki peluang terbaik mereka pada menit ke-27. Gustaf Nilsson mendapatkan dua kesempatan beruntun, namun tembakan pertamanya berhasil diblok, sementara percobaan keduanya digagalkan oleh kiper Orjan Nyland.

Tekanan dari Norwegia terus berlanjut. Strand Larsen, Alexander Sorloth, dan Oscar Bobb silih berganti mengancam gawang Swedia. Zetterstrom dipaksa melakukan beberapa penyelamatan krusial untuk mencegah timnya kebobolan lebih banyak gol.

Gol ketiga Norwegia lahir dari situasi sepak pojok di menit ke-37. Ryerson kembali menjadi kreator dengan umpan silang yang berhasil disundul oleh Strand Larsen dari jarak dekat. Skor 3-0 bertahan hingga babak pertama usai.

Kemenangan ini menjadi modal berharga bagi Norwegia sebelum mereka melakoni turnamen akbar Piala Dunia 2026. Sementara itu, Swedia perlu melakukan evaluasi mendalam untuk mengatasi masalah performa mereka dalam pertandingan ini.