Scorpion dan Samba Persada Juara Klasemen Akhir HPSL 2025/2026

bola7 Dilihat

DermayuMagz.com – Kompetisi sepak bola putri HYDROPLUS Soccer League (HPSL) regional Kudus untuk musim 2025/2026 telah resmi berakhir pada Minggu, 31 Mei 2026. Pertandingan pamungkas digelar di Supersoccer Arena Rendeng, Kudus, Jawa Tengah.

Dalam ajang tersebut, Scorpion FC berhasil menempati posisi puncak klasemen akhir untuk kategori U-15. Sementara itu, Samba Persada Women keluar sebagai juara untuk kategori U-18.

Pada laga penutup kategori U-15, Scorpion FC berhadapan dengan Putri Surakarta. Kedua tim menampilkan permainan agresif sejak awal demi meraih poin maksimal di pertandingan terakhir. Pertandingan berlangsung ketat dengan kedua tim saling berusaha menguasai bola di lini tengah.

Putri Surakarta nyaris unggul lebih dulu melalui tendangan bebas kapten mereka, Adinda Resti, pada menit keempat. Sayangnya, bola hasil tendangan tersebut masih melambung di atas mistar gawang Scorpion FC.

Gol pembuka akhirnya tercipta melalui Nadya Iqmaril Laili, pemain belakang Putri Surakarta. Ia berhasil memanfaatkan peluang di depan gawang yang tidak mampu diantisipasi oleh kiper Scorpion FC, Alya Putri Ariyanto. Skor berubah menjadi 1-0 untuk keunggulan Putri Surakarta.

Setelah tertinggal satu gol, Scorpion FC berusaha meningkatkan intensitas serangan mereka. Namun, lini pertahanan Putri Surakarta tampil kokoh dan berhasil mematahkan berbagai upaya serangan yang dilancarkan.

Putri Surakarta terus mendominasi babak pertama dengan menerapkan pressing ketat dan melancarkan serangan cepat. Berulang kali mereka berhasil menembus area berbahaya pertahanan Scorpion FC, memaksa kiper Alya Putri Ariyanto melakukan sejumlah penyelamatan krusial.

Scorpion FC akhirnya menemukan momentum melalui skema tendangan bebas. Eksekusi dari Latisha Safa Berliana yang mengarah ke sisi kanan gawang sukses berbuah gol pada menit ke-20. Skor imbang 1-1 bertahan hingga babak pertama usai.

Memasuki babak kedua, Putri Surakarta kembali berusaha mencari gol tambahan. Sepak pojok yang dieksekusi Adinda Resti berhasil dimanfaatkan oleh Nadya Iqmaril Laili di depan gawang. Dengan sontekan tipis, ia kembali menjaringkan bola ke gawang lawan, membawa timnya unggul 2-1.

Keunggulan tersebut semakin memotivasi tim asal kota Solo itu untuk mengamankan tiket menuju putaran nasional. Anissa Tri Nurjannah berhasil memperlebar jarak menjadi 3-1 setelah memanfaatkan assist dari Ika Wonda. Gol tersebut sekaligus mengakhiri pertandingan dengan kemenangan Putri Surakarta atas Scorpion FC.

Scorpion Dominan

Meskipun mengalami kekalahan di pertandingan terakhir, Scorpion FC berhasil mengokohkan diri di puncak klasemen akhir U-15 dengan total 42 poin. Selama 15 pertandingan yang telah dilakoni, Scorpion FC mencatatkan 14 kemenangan dan hanya mengalami satu kekalahan.

Putri Surakarta sendiri harus puas berada di posisi runner-up kategori U-15. Namun, mereka tetap berhak lolos ke putaran nasional bersama Scorpion FC.

Sementara itu, di kategori U-18, Samba Persada Women bertemu dengan Putri Batang dalam laga penutup. Samba Persada Women meraih kemenangan tipis 1-0 berkat gol tunggal yang dicetak oleh Griselda Vivian Mariana melalui eksekusi penalti.

Kemenangan ini memastikan Samba Persada Women mengamankan posisi puncak klasemen U-18 HYDROPLUS Soccer League Kudus 2025-2026 dengan raihan 34 poin. Meskipun menelan kekalahan di pertandingan terakhir, Putri Batang menempati posisi kedua klasemen dengan mengumpulkan 25 poin. Kedua tim tersebut juga berhasil melaju ke babak nasional.

Wadah Sepak Bola Putri di Atas MLSC

Program Director HPSL, Teddy Tjahjono, menjelaskan bahwa HPSL dibentuk sebagai wadah untuk melanjutkan pembinaan yang telah dimulai sebelumnya di MLSC (Maju Lancar Soccer Championship).

“HPSL kami buat sebagai wadah untuk melanjutkan apa yang sudah kami lakukan di MLSC,” ujar Teddy.

Ia menambahkan bahwa HPSL merupakan jenjang pembinaan yang sangat penting untuk menjaga keberlanjutan dan menyalurkan bakat para pemain muda.

Baca juga : Amblesnya Jalan Lenteng Agung, Rute Transjakarta ke UI Dibatasi

“Ini merupakan jenjang pembinaan yang sangat penting supaya terus berkesinambungan sehingga bakat adik-adik kita bisa tersalurkan,” jelasnya.

Para juara dan runner-up dari empat regional yang mengikuti kompetisi ini akan bersaing di putaran nasional HYDROPLUS Soccer League All-Stars. Pertandingan di tingkat nasional diprediksi akan berlangsung dengan atmosfer yang sangat kompetitif dan menarik.

Liputan6.com, Jakarta – Timnas Norwegia menunjukkan performa dominan dalam laga uji coba internasional melawan Timnas Swedia. Pertandingan yang berlangsung di Ullevaal Stadion pada Selasa, 2 Juni 2026 dini hari WIB, berakhir dengan skor 3-1 untuk kemenangan Norwegia.

Laga ini merupakan bagian dari persiapan kedua tim nasional untuk menghadapi Piala Dunia 2026. Sejak awal pertandingan, tim asuhan Stale Solbakken langsung mengambil inisiatif serangan dan menguasai jalannya permainan.

Jorgen Strand Larsen menjadi bintang dalam pertandingan ini dengan mencetak dua gol. Gol pertamanya tercipta pada menit ke-9, diikuti oleh gol kedua pada menit ke-37. Antonio Nusa turut menyumbang satu gol untuk Norwegia pada menit ke-18.

Sementara itu, Timnas Swedia yang dilatih oleh Graham Potter hanya mampu mencetak satu gol balasan melalui Alexander Isak di menit ke-76. Kekalahan ini menjadi catatan penting bagi Swedia dalam upaya mereka mempersiapkan diri.

Kemenangan ini memberikan suntikan moral yang positif bagi Norwegia menjelang turnamen akbar. Di sisi lain, Swedia perlu melakukan evaluasi mendalam terkait performa mereka yang dinilai kesulitan mengimbangi intensitas permainan tuan rumah.

Babak Pertama

Sejak peluit kick-off dibunyikan, Norwegia langsung menunjukkan dominasinya. Antonio Nusa menjadi ancaman konstan di sisi kiri serangan, berulang kali merepotkan lini pertahanan Swedia.

Keunggulan pertama bagi Norwegia tercipta pada menit kesembilan. Umpan silang akurat dari Julian Ryerson ke kotak penalti berhasil disundul oleh Jorgen Strand Larsen. Bola sundulannya mengarah ke sudut bawah gawang, tak mampu dijangkau oleh kiper Swedia, Jacob Widell Zetterstrom.

Swedia mencoba merespon melalui upaya dari Anthony Elanga dan Gustaf Nilsson. Namun, serangan mereka berhasil dipatahkan oleh barisan pertahanan Norwegia yang digalang oleh Torbjorn Heggem dan Kristoffer Ajer.

Norwegia justru berhasil menggandakan keunggulan pada menit ke-18. Sander Berge memberikan umpan matang kepada Antonio Nusa, yang kemudian melepaskan tembakan kaki kanan ke pojok bawah gawang. Zetterstrom kembali tak berdaya menghentikan laju bola.

Dalam kondisi tertinggal dua gol, Swedia mendapatkan peluang terbaik mereka di menit ke-27. Gustaf Nilsson memiliki dua kesempatan beruntun, namun satu tembakannya berhasil diblok, sementara percobaan berikutnya digagalkan oleh kiper Norwegia, Orjan Nyland.

Tekanan dari Norwegia terus berlanjut. Jorgen Strand Larsen, Alexander Sorloth, dan Oscar Bobb silih berganti mengancam gawang Swedia. Zetterstrom dipaksa melakukan beberapa penyelamatan penting untuk mencegah timnya semakin tertinggal.

Gol ketiga untuk tim tuan rumah lahir dari situasi sepak pojok pada menit ke-37. Julian Ryerson kembali menjadi kreator dengan umpan silangnya yang kembali berhasil disundul oleh Strand Larsen dari jarak dekat. Skor 3-0 bertahan hingga babak pertama usai.