DermayuMagz.com – Peningkatan penggunaan kendaraan listrik oleh perusahaan telah menciptakan tantangan baru dalam manajemen armada. Jika sebelumnya fokus utama adalah pada konsumsi bahan bakar dan kondisi mesin, kini perhatian perusahaan beralih pada aspek pengisian daya, kesehatan baterai, dan pemantauan sistem elektronik kendaraan.
Untuk menjawab tantangan ini, Teltonika Telematics, sebuah perusahaan yang bergerak di bidang solusi telematika kendaraan, kembali menyelenggarakan acara Telematics Summit South Asia di Jakarta. Acara ini merupakan wadah bagi para profesional telematika di kawasan Asia Selatan untuk bertukar pengetahuan dan wawasan.
Adomas Jurėnas, Head of Sales for South Asia di Teltonika Telematics, menekankan bahwa industri telematika terus berkembang. Ia menyatakan bahwa telematika kini tidak hanya berfungsi sebagai alat pelacak kendaraan biasa.
“Membangun jaringan dan berbagi pengetahuan membantu industri telematika berkembang pesat,” ujar Adomas dalam sambutannya.
Menurutnya, masih banyak perusahaan yang menganggap remeh teknologi telematika. Mereka hanya menggunakan GPS untuk mengetahui lokasi kendaraan, riwayat perjalanan, dan pelanggaran kecepatan.
Padahal, teknologi telematika modern mampu memberikan data yang jauh lebih kaya. Data ini sangat penting untuk meningkatkan efisiensi operasional bisnis secara keseluruhan.
Salah satu topik utama yang dibahas dalam Telematics Summit South Asia adalah pengelolaan armada kendaraan listrik. Giedrius Adomaitis, Product Owner for E-Mobility di Teltonika, menjelaskan bahwa kendaraan listrik memerlukan sistem pemantauan yang berbeda dari kendaraan konvensional.
Dengan terhubung ke jaringan CAN (Controller Area Network), perangkat telematika dapat mengakses berbagai data krusial kendaraan secara langsung. Data ini mencakup informasi tentang kondisi baterai, suhu operasional, hingga potensi masalah yang bisa dideteksi lebih awal.
“Kendaraan berbahan bakar konvensional dan kendaraan listrik memerlukan sistem pengelolaan yang berbeda,” tegas Giedrius.
Ia merinci bahwa kebiasaan pengisian daya sangat memengaruhi daya tahan baterai. Penggunaan baterai hingga di bawah 20 persen atau terlalu sering menggunakan pengisian cepat dapat mempercepat penurunan performa baterai.
Melalui teknologi telematika, perusahaan dapat memantau kondisi baterai dengan lebih akurat. Mereka juga dapat mengidentifikasi pola penggunaan yang berisiko dan merencanakan perawatan kendaraan secara lebih efektif.
Lebih lanjut, sistem yang terintegrasi dengan jaringan CAN juga membuka peluang fitur keamanan tambahan. Kendaraan dapat dikonfigurasi agar hanya dapat dinyalakan oleh pengemudi yang terverifikasi. Verifikasi ini bisa melalui kartu identitas atau Bluetooth beacon, yang secara signifikan mengurangi risiko penyalahgunaan dan pencurian.
Teltonika juga melihat potensi besar dalam penerapan telematika pada sepeda motor listrik. Mengingat tingginya populasi sepeda motor di Indonesia, solusi ini sangat relevan untuk berbagai sektor bisnis. Contohnya adalah layanan pengiriman barang dan transportasi berbasis aplikasi.
Giedrius menambahkan bahwa perangkat telematika untuk kendaraan roda dua dirancang agar ringkas. Selain itu, perangkat ini memiliki ketahanan terhadap air dan debu, menjadikannya andal dalam berbagai kondisi operasional.
Hadirkan Solusi Pelacakan Indoor
Selain berfokus pada kendaraan listrik, Teltonika juga memperkenalkan teknologi dead reckoning. Teknologi ini memungkinkan pelacakan kendaraan tetap berjalan meskipun sinyal GPS hilang atau terganggu.
Sistem dead reckoning bekerja dengan memanfaatkan sensor gyroscope dan accelerometer. Sensor ini digunakan untuk memperkirakan posisi kendaraan berdasarkan arah dan pola pergerakannya.
Solusi ini sangat penting untuk memastikan pelacakan kendaraan tetap efektif. Terutama saat terjadi gangguan sinyal atau upaya pemblokiran GPS oleh pihak yang tidak bertanggung jawab.
Telematics Summit South Asia juga membahas solusi pemantauan dalam ruangan menggunakan teknologi Wirepas Mesh. Teknologi ini menjadi alternatif yang menjanjikan dibandingkan Bluetooth yang umum digunakan untuk pelacakan indoor.
Wirepas Mesh dirancang untuk berkinerja optimal di area dengan kepadatan perangkat yang tinggi. Contohnya adalah gudang dan pusat logistik yang memiliki banyak aset.
Selain itu, solusi ini dinilai lebih efisien untuk proyek berskala besar yang melibatkan ribuan aset secara bersamaan.
Melalui ajang ini, Teltonika menegaskan komitmennya. Mereka menunjukkan bahwa telematika kini bukan hanya sekadar alat pelacak. Telematika telah berkembang menjadi solusi komprehensif untuk meningkatkan efisiensi, keamanan, dan manajemen armada.
Terutama dalam menghadapi era kendaraan listrik yang terus berkembang pesat, solusi telematika menjadi semakin vital bagi kelangsungan bisnis.






