Thierry Henry Ungkap Tim Favoritnya di Piala Dunia 2026

bola6 Dilihat

DermayuMagz.com – Legenda sepak bola Prancis, Thierry Henry, telah menyatakan pandangannya mengenai tim yang difavoritkannya untuk meraih gelar juara Piala Dunia 2026. Menurut Henry, Prancis memiliki keunggulan signifikan berkat kedalaman skuad yang dimiliki.

Prancis sendiri memiliki rekam jejak yang impresif dalam dua edisi Piala Dunia terakhir. Mereka berhasil menjadi kampiun pada tahun 2018 dan kemudian mencapai final pada Piala Dunia 2022 di Qatar, meskipun harus mengakui keunggulan Argentina.

Les Bleus dijadwalkan akan memulai kampanye mereka di Grup I dengan menghadapi Senegal pada tanggal 17 Juni. Setelah itu, mereka akan berhadapan dengan Irak dan Norwegia dalam fase grup.

Sebagai bagian dari timnas Prancis yang menjuarai Piala Dunia 1998, Henry sangat yakin bahwa negaranya memiliki peluang besar untuk kembali mengangkat trofi juara. Namun, ia juga menyadari bahwa ada beberapa tim lain yang berpotensi menjadi pesaing kuat.

Prancis Jadi Favorit Utama Menurut Henry

Henry menilai bahwa pencapaian Prancis dalam dua turnamen Piala Dunia terakhir menjadi alasan kuat untuk menempatkan mereka sebagai unggulan. Selain itu, kualitas skuad yang kini diasuh oleh Didier Deschamps juga membuat Prancis layak diperhitungkan sebagai kandidat juara.

Meskipun menjagokan Prancis, Henry tidak mengabaikan kekuatan tim-tim lain. Ia secara spesifik menyebut Spanyol, Argentina, Portugal, dan Inggris sebagai tim-tim yang juga memiliki peluang besar untuk meraih gelar juara.

“Saya melihat Prancis sebagai kandidat terkuat, sebagian karena saya orang Prancis, tetapi juga karena kami mencapai dua final terakhir,” ujar Henry seperti dikutip dari Sport Illustrated.

“Kami memiliki tim yang kuat. Spanyol, Argentina, Portugal, dan Inggris juga merupakan kandidat yang menjanjikan. Kejutan dari tim seperti Norwegia atau Senegal juga mungkin terjadi,” tambahnya.

Henry Masih Menunggu Kebangkitan Jerman

Selain membahas tim-tim favorit, Henry juga memberikan komentarnya mengenai kondisi Timnas Jerman. Ia berpendapat bahwa Jerman masih perlu membuktikan diri kembali untuk dapat bersaing di level tertinggi.

Namun demikian, Henry tetap menunjukkan optimisme terhadap peluang tim asuhan Julian Nagelsmann tersebut. Menurutnya, tekanan yang lebih rendah dapat justru membantu Jerman untuk tampil lebih baik.

“Untuk Jerman, saya masih menunggu mereka menemukan kembali performa terbaiknya,” ungkap Henry.

“Jerman sudah lolos dan itu adalah hal yang paling penting. Terkadang Anda bahkan bisa bermain lebih baik dengan tekanan yang lebih sedikit. Bagaimanapun, saya mendoakan yang terbaik untuk Julian Nagelsmann dan timnya, kecuali jika mereka bermain melawan Prancis,” papar Henry.

Kedalaman Skuad Jadi Senjata Utama Les Bleus

Ketika ditanya mengenai kekuatan terbesar yang dimiliki oleh Prancis, Henry tidak secara spesifik menunjuk satu pemain. Sebaliknya, ia justru menyoroti kualitas pemain pelapis yang dimiliki oleh skuad asuhan Didier Deschamps.

Menurut pandangannya, turnamen sekelas Piala Dunia yang berlangsung dalam jangka waktu panjang membutuhkan lebih dari sekadar susunan pemain inti yang kuat. Kedalaman skuad menjadi salah satu faktor krusial yang dapat menentukan keberhasilan dalam perburuan gelar juara.

“Di bangku cadangan,” jawab Henry ketika ditanya apa kekuatan terbesar Prancis.

“Mungkin terdengar sederhana, tetapi kedalaman skuad sangat penting. Jika pemain pengganti Anda memiliki kualitas yang setara dengan sebelas pemain inti, itu adalah keuntungan yang sangat besar, terutama dalam turnamen panjang setelah menjalani musim yang melelahkan,” tegas Henry.

Sumber: Metro

DermayuMagz.com – Kapten Timnas Korea Selatan, Son Heung Min, menyatakan antusiasmenya menyambut Piala Dunia 2026. Ia merasa pengalaman berlaga di turnamen sepak bola terbesar di dunia ini masih memberikannya sensasi yang sama seperti saat ia masih kecil.

Son Heung Min akan memimpin negaranya, Korea Selatan, dalam menghadapi Republik Ceko pada laga pembuka Grup A Piala Dunia 2026. Pertandingan ini dijadwalkan berlangsung di Estadio Guadalajara pada Jumat, 12 Juni 2026, dan akan menjadi awal dari upaya timnas Korea Selatan untuk mencapai hasil terbaik di turnamen tersebut.

Bagi Son, Piala Dunia 2026 akan menjadi partisipasi keempatnya di level internasional. Pemain yang kini memperkuat LAFC ini tetap memegang peranan penting sebagai pemimpin tim sekaligus andalan yang diharapkan dapat memberikan dampak signifikan, baik di dalam maupun di luar lapangan.

Dengan catatan 144 penampilan bersama timnas, Son adalah pemain paling berpengalaman di skuad Korea Selatan saat ini. Jumlah penampilannya jauh melampaui pemain lain, termasuk Lee Jae-Sung yang berada di urutan kedua.

Semangat yang Tak Pernah Pudar

Meskipun akan berusia 34 tahun pada bulan depan, semangat dan dedikasi Son untuk membela negaranya tidak pernah padam. Hal ini terlihat jelas saat ia berbicara dalam konferensi pers menjelang pertandingan pada Rabu, di mana ia mengungkapkan kegembiraannya untuk kembali berkompetisi di Piala Dunia.

Pengalaman segudang yang dimiliki Son di level tertinggi tidak mengurangi rasa kagumnya terhadap Piala Dunia. Justru sebaliknya, atmosfer kompetisi empat tahunan ini masih menghadirkan perasaan yang sama seperti saat ia pertama kali bermimpi untuk tampil di ajang tersebut di masa kecilnya.

Selain menjaga motivasi dirinya sendiri, Son juga aktif memperhatikan kondisi mental rekan-rekan setimnya. Ia menilai bahwa persiapan yang telah berjalan dengan baik telah menciptakan suasana positif di dalam tim dan meningkatkan kepercayaan diri para pemain menjelang pertandingan pembuka.

“Saya sangat senang bisa kembali ke lapangan Piala Dunia, sesuatu yang saya impikan sejak usia sangat muda. Baik itu Piala Dunia pertama atau keempat saya, saya merasa seperti anak laki-laki lagi, ini adalah panggung impian,” ujar Son Heung-Min.

“Atmosfernya, sejak awal sekarang, tidak ada masalah sama sekali. Dan setiap kali saya melihat rekan-rekan setim bekerja keras untuk tim, untuk Korea, terkadang saya bahkan harus menenangkan mereka,” lanjutnya.