Harga Minyakita Dijamin Tetap Stabil

Bisnis4 Dilihat

DermayuMagz.com – Menteri Perdagangan (Mendag) Budi Santoso menegaskan bahwa harga eceran tertinggi (HET) untuk minyak goreng rakyat, yang dikenal dengan merek Minyakita, belum mengalami kenaikan. HET Minyakita tetap dipertahankan pada angka Rp 15.700 per liter.

Pemerintah saat ini sedang memfokuskan upayanya untuk memperluas jangkauan distribusi Minyakita, terutama ke pasar-pasar tradisional, demi memastikan ketersediaan pasokan bagi masyarakat.

Sebelumnya, memang ada kajian mengenai kemungkinan penyesuaian HET Minyakita. Namun, keputusan untuk menaikkan harga belum diambil karena pemerintah masih mempertimbangkan berbagai faktor penting, termasuk stabilitas pasar dan harga bahan baku.

Budi Santoso menyampaikan bahwa hingga kini, harga Minyakita belum berubah. Ia menegaskan, “Sampai saat ini tidak ada kenaikan harga eceran tertinggi untuk minyak goreng. Jadi, HET minyak goreng masih Rp 15.700 (per liter).” Pernyataan ini disampaikan Budi Santoso seperti dikutip dari Antara pada Sabtu, 13 Juni 2026.

Pemerintah telah menetapkan beberapa syarat yang harus dipenuhi sebelum melakukan penyesuaian harga. Salah satu syarat krusial adalah stabilitas harga minyak sawit mentah atau crude palm oil (CPO).

“Dulu kan syaratnya kan kalau harga (CPO) stabil, kondisinya sudah memungkinkan, tapi sampai sekarang, sampai saat ini tidak naik,” jelas Budi.

Di tengah kondisi HET yang belum berubah, prioritas utama pemerintah adalah menjaga pasokan Minyakita agar tetap tersedia secara luas bagi masyarakat dengan harga yang terjangkau.

Untuk mencapai tujuan tersebut, pemerintah berencana memperluas jaringan distribusi Minyakita. Langkah ini akan melibatkan perusahaan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang bergerak di sektor pangan.

Distribusi Gandeng BUMN

Pemerintah menggandeng sejumlah BUMN pangan, seperti Perum Bulog dan ID FOOD, untuk memperkuat sistem distribusi Minyakita ke berbagai daerah di Indonesia.

Diharapkan, melalui kolaborasi ini, masyarakat akan terus mendapatkan minyak goreng dengan harga yang sesuai dengan ketentuan pemerintah. Selain itu, langkah ini juga bertujuan untuk menjaga ketersediaan stok minyak goreng di pasar.

Lebih lanjut, pemerintah juga akan melakukan penyesuaian pada skema bantuan pangan. Jika sebelumnya sebagian pasokan Minyakita dialokasikan untuk program bantuan pemerintah, ke depannya kebutuhan tersebut dapat dipenuhi menggunakan minyak goreng dari merek lain.

Pemerintah juga mendorong para produsen untuk meningkatkan produksi minyak goreng kategori second brand atau merek pendamping Minyakita. Kehadiran produk-produk ini dianggap penting untuk memberikan lebih banyak pilihan bagi konsumen sekaligus menjaga keseimbangan pasokan di pasar.

Minyak Goreng Second Brand

Menurut Mendag Budi Santoso, minyak goreng second brand kini semakin mudah ditemukan, terutama di pasar-pasar rakyat. Keberadaan merek-merek ini dapat menjadi alternatif yang baik bagi masyarakat, terutama di tengah tingginya permintaan minyak goreng.

“Jadi, tidak hanya Minyakita, tetapi minyak goreng second brand juga sudah banyak. Jadi, sudah mudah untuk didapatkan,” ujar Budi.

Dengan strategi yang telah dirancang ini, pemerintah optimis bahwa pasokan minyak goreng akan tetap stabil. Masyarakat pun diharapkan tetap dapat memperoleh produk minyak goreng dengan harga yang terjangkau, tanpa perlu khawatir akan adanya kenaikan HET Minyakita dalam waktu dekat.