Mesir Bangga Cetak Sejarah Baru Saat Lawan Australia

bola4 Dilihat

DermayuMagz.com – Perjalanan Tim Nasional Mesir di Piala Dunia 2026 mencatatkan sejarah baru yang membanggakan. Dalam laga dramatis babak 32 besar melawan Australia, The Pharaoh berhasil meraih kemenangan krusial melalui adu penalti, sekaligus mengukir rekor sebagai negara Afrika kedua yang mampu memenangkan drama tos-tosan di ajang empat tahunan ini.

Mohamed Salah, kapten tim dan bintang lapangan hijau Mesir, mengungkapkan rasa bangga yang mendalam atas pencapaian timnya. Kemenangan ini tidak hanya berarti lolos ke babak selanjutnya, tetapi juga menjadi bukti ketangguhan dan semangat juang skuad Mesir.

Pertandingan yang berlangsung di Dallas Stadium ini menyajikan tontonan menegangkan. Kedua tim bermain imbang 1-1 hingga akhir babak perpanjangan waktu. Mesir sempat unggul lebih dahulu berkat gol Emam Ashour di babak pertama. Namun, keunggulan tersebut harus sirna setelah Mohamed Hany secara tidak sengaja mencatatkan gol bunuh diri di babak kedua, menyamakan kedudukan.

Momentum penentuan pun datang saat adu penalti harus digelar. Di sinilah sejarah tercipta. Harry Souttar dan Lucas Herrington dari kubu Australia gagal menjalankan tugasnya sebagai algojo. Sebaliknya, Hossam Abdelmaguid berhasil mengeksekusi tendangan penentu dengan tenang, membawa Mesir keluar sebagai pemenang dengan skor 4-2.

Kemenangan ini menempatkan Mesir dalam daftar negara Afrika yang pernah merasakan manisnya kemenangan adu penalti di Piala Dunia. Sebelumnya, Maroko telah lebih dulu menorehkan sejarah serupa, baik pada Piala Dunia 2022 maupun 2026. Ini menjadi bukti bahwa tim-tim dari Benua Afrika semakin menunjukkan taringnya di panggung dunia.

Menariknya, laga antara Australia dan Mesir ini menjadi adu penalti pertama bagi kedua negara di sepanjang sejarah partisipasi mereka di Piala Dunia. Hal serupa terakhir kali terjadi pada babak 16 besar Piala Dunia 2018, ketika Denmark dan Kroasia sama-sama menjalani adu penalti perdana mereka dalam satu edisi turnamen.

Momen Bersejarah untuk Mesir

Usai pertandingan yang penuh emosi tersebut, Mohamed Salah tak bisa menyembunyikan kebahagiaannya. Ia menyampaikan rasa syukurnya atas perjuangan keras timnya yang berhasil mengalahkan Australia dan mencatatkan sejarah bagi sepak bola Mesir.

“Ini adalah sejarah baru bagi kami. Sebelum pertandingan, saya telah berbicara kepada para pemain bahwa ini adalah panggung terbesar yang bisa mereka mainkan. Saya berpesan agar mereka menikmati setiap momen di lapangan dan tidak membiarkan tekanan menguasai diri mereka,” ujar Salah dengan penuh semangat.

Ia menambahkan, “Saya sangat senang kami berhasil memenangkan pertandingan ini. Saya juga turut bersimpati kepada tim Australia atas kekalahan mereka, tetapi kebahagiaan saya jauh lebih besar karena kami berhasil menorehkan sejarah hari ini.”

Harus Panenka

Salah sendiri menunjukkan ketenangannya sebagai seorang bintang dengan sukses mengeksekusi tendangan penalti. Gayanya yang khas, yaitu tendangan Panenka, berhasil mengecoh kiper lawan dan menambah keyakinan timnya.

“Jika memang ada seseorang yang harus melakukan itu, tentu saja orangnya adalah saya,” ucap Salah sambil tersenyum, merujuk pada gaya tendangan Panenka yang berisiko namun mematikan.

Ia menjelaskan lebih lanjut bahwa pengalamannya yang lebih banyak dibandingkan rekan-rekannya di tim menjadi motivasi untuk memberikan rasa percaya diri. Keputusan untuk mengambil tendangan penalti dengan gaya Panenka diambilnya di detik-detik terakhir.

“Saya merasa memang harus melakukannya. Saya ingin menunjukkan bahwa kami tidak takut dan siap mengambil risiko demi kemenangan,” pungkas Salah.

Kemenangan ini menjadi modal berharga bagi Mesir untuk melangkah lebih jauh di Piala Dunia 2026. Dengan semangat juang dan kepercayaan diri yang tinggi, The Pharaoh diharapkan mampu memberikan kejutan-kejutan di babak selanjutnya.

Sumber: BeIN Sports

Kanada vs Maroko: Tuan Rumah Tidak Jiper Hadapi Tim Terkuat di Afrika!

Pelatih Timnas Kanada, Jesse Marsch menegaskan bahwa timnya sama sekali tidak takut menghadapi Maroko.

Perbesar

Pemain Timnas Kanada, Cyle Larin, merayakan gol yang dicetaknya ke gawang Bosnia-Herzegovina dalam laga pertama Grup B Piala Dunia 2026 di Toronto, Sabtu (13/6/2026) dini hari WIB. (AP Photo/Stephanie Scarbrough)

Liputan6.com, Jakarta – Pelatih Timnas Kanada, Jesse Marsch, menegaskan timnya tidak gentar menghadapi Maroko pada babak 16 besar Piala Dunia 2026. Meski menyadari lawannya merupakan salah satu tim paling impresif di turnamen ini, Marsch memastikan Kanada siap menghadapi tantangan demi mengukir sejarah dengan lolos ke perempat final untuk pertama kalinya.

Kanada berhasil mencatatkan sejarah dengan lolos ke babak 16 besar Piala Dunia untuk pertama kalinya. Pencapaian ini diraih setelah mereka mengalahkan Afrika Selatan di babak 32 besar.

Di babak 16 besar, Kanada akan menghadapi ujian terberat mereka. Tim asal Afrika Utara, Maroko, yang tampil gemilang di turnamen ini, termasuk menyingkirkan Belanda di babak sebelumnya, akan menjadi lawan mereka.

Maroko, yang merupakan semifinalis Piala Dunia 2022, menunjukkan performa impresif dan menjadi salah satu tim yang paling ditakuti di Piala Dunia 2026.

Penasaran dengan pandangan Jesse Marsch mengenai pertandingan melawan Maroko? Simak ulasan lengkapnya di bawah ini.

Tidak Mau Berhenti di 16 Besar

Perbesar

Jesse Marsch (kanan) ketika mendampingi Timnas Kanada melawan Timnas Bosnia dan Herzegovina di matchday 1 Grup B Piala Dunia 2026 di Toronto Stadium, Toronto, Kanada, Sabtu (13/6/2026) dini hari WIB. (AP Photo/Stephanie Scarbrough).

Dalam sebuah konferensi pers, Jesse Marsch mengungkapkan kegembiraan timnya atas pencapaian bersejarah ini. Namun, ia menegaskan bahwa ambisi Kanada tidak berhenti di babak 16 besar.

“Ini adalah pertama kalinya kami mencapai babak 16 besar Piala Dunia. Tentu saja, ini merupakan pencapaian yang sangat besar bagi kami,” ujar Marsch.

Pelatih asal Amerika Serikat ini menambahkan bahwa timnya belum merasa puas dan bertekad untuk terus melangkah lebih jauh dalam turnamen.

“Kami belum merasa puas. Kami ingin terus melangkah lebih jauh,” tegasnya.