DermayuMagz.com – Kebakaran yang melanda Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Jatiwaringin, Kabupaten Tangerang, terus mendapatkan penanganan intensif. Setelah upaya pemadaman konvensional menggunakan mobil pemadam dan dukungan udara melalui helikopter water bombing, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) memperkenalkan sebuah metode inovatif untuk menjinakkan api yang membandel: metode inject.
Metode inject ini dirancang untuk mengatasi api yang telah merayap jauh ke dalam lapisan sampah, kondisi yang seringkali sulit dijangkau oleh semprotan air dari permukaan.
Brigjen TNI Djohan Darmawan, Direktur Koordinasi Pengendalian Operasi Darurat BNPB, menjelaskan secara rinci bagaimana metode ini bekerja. Inti dari teknik ini adalah menyuntikkan air langsung ke pusat titik api yang tersembunyi di bawah tumpukan sampah.
“Metode inject atau dengan cara menyuntikkan air secara langsung ke dalam titik api di bawah permukaan area kebakaran untuk melakukan pemadaman api secara total,” ujar Djohan pada Sabtu, 4 Juli 2026.
Teknik ini menjadi krusial setelah petugas pemadam kebakaran dan tim BNPB berhasil mendekati area api. Sebelumnya, kepulan asap tebal menjadi penghalang utama yang menyulitkan upaya pemadaman.
Penerapan metode inject ini diharapkan dapat mempercepat proses pemadaman yang telah berlangsung selama empat hari sejak Selasa, 30 Juni 2026. Untuk mengimplementasikan metode ini, BNPB berencana membuat sistem pipa khusus yang akan disalurkan ke berbagai titik api di TPA Jatiwaringin.
Proses penyuntikan air tidak akan dilakukan sendiri. Petugas gabungan, termasuk personel Manggala Agni dari Kementerian Kehutanan yang berjumlah 30 orang, akan dilibatkan dalam operasi ini. Manggala Agni sendiri memiliki pengalaman dalam menerapkan metode serupa.
“Termasuk juga nanti dari Manggala Agni yang sudah biasa melakukan metode itu. Insyaallah dari siang tadi sudah mulai aksi,” ungkap Djohan, menandakan dimulainya aplikasi metode baru ini.
Jinakkan Api dari Darat dan Udara
Selain inovasi metode inject, upaya pemadaman api di TPA Jatiwaringin juga didukung penuh oleh armada udara dan darat.
Dua unit helikopter water bombing jenis MI-8AMT dikerahkan untuk menjatuhkan air dari ketinggian. Masing-masing helikopter memiliki kapasitas angkut air sebesar 4.000 liter, yang secara rutin dijatuhkan ke area yang terbakar.
Kondisi angin yang relatif tenang pada pagi hari dimanfaatkan secara maksimal oleh tim pemadam untuk melakukan operasi intensif, mulai dari pagi, siang, hingga malam hari.
Di sisi darat, sebanyak 18 unit mobil pemadam kebakaran terus beroperasi. Armada ini bertugas menyisir dan memadamkan titik-titik api yang mungkin belum terjangkau oleh helikopter.
“Hari keempat, kita sudah mendatangkan dua unit helikopter water bombing, termasuk juga ada 18 unit pemadam kebakaran,” tambah Djohan, menekankan skala kolaborasi yang dilibatkan.
Situasi di lapangan pada Jumat, 3 Juli 2026, sekitar pukul 16.24 WIB, menunjukkan kerja keras petugas gabungan. Tim dari Dinas Pemadam Kebakaran, Kementerian Kehutanan, Tentara Nasional Indonesia (TNI), dan Kepolisian Republik Indonesia (Polri) terlihat berjuang keras memadamkan api yang masih berkobar di sektor utara TPA Jatiwaringin.
Selain penyemprotan air, alat berat seperti ekskavator turut dikerahkan. Alat ini berfungsi untuk mengurai tumpukan sampah yang telah dibasahi, memfasilitasi penetrasi air dari metode inject agar lebih efektif.
Untuk menjaga keamanan dan ketertiban, akses menuju kawasan TPA Jatiwaringin diberlakukan penjagaan ketat oleh petugas. Hal ini bertujuan untuk membatasi lalu lintas kendaraan dari luar area guna mencegah potensi bahaya lebih lanjut.






