DermayuMagz.com – Kolombia terus menunjukkan performa impresif di Piala Dunia 2026, kian mempertegas statusnya sebagai kuda hitam yang patut diperhitungkan. Kemenangan tipis 1-0 atas Ghana di babak 32 besar memastikan langkah mereka ke fase gugur, sekaligus membuktikan konsistensi yang luar biasa sepanjang turnamen.
Keberhasilan ini bukan hanya sekadar lolos, tetapi juga merupakan bukti dari kedalaman skuad dan strategi jitu yang diterapkan oleh pelatih Nestor Lorenzo. Kolombia tampil sebagai tim yang dominan, mampu mengendalikan jalannya pertandingan melawan Ghana. Penguasaan bola yang baik dan mobilitas pemain menjadi kunci permainan mereka.
Meskipun hanya mampu mencetak satu gol, Kolombia sebenarnya menciptakan banyak peluang emas. Tercatat, mereka melepaskan 20 tembakan ke gawang Ghana, dengan delapan di antaranya mengarah tepat sasaran. Ini menunjukkan efektivitas serangan mereka, meskipun penyelesaian akhir masih menjadi catatan kecil yang perlu terus diasah.
Kemenangan ini menjadi modal berharga bagi Kolombia untuk menghadapi babak 16 besar. Lawan mereka adalah Swiss, tim yang juga tampil mengejutkan di turnamen ini. Pertandingan antara Kolombia dan Swiss diprediksi akan berlangsung sengit, mengingat kedua tim sama-sama berhasil menyingkirkan tim-tim unggulan dan menunjukkan performa di luar ekspektasi.
Kolombia Dominan, Penyelesaian Akhir Masih Jadi PR
Sejak awal turnamen, Kolombia telah menampilkan gaya bermain menyerang yang menjadi ciri khas mereka. Di Piala Dunia 2026, permainan itu semakin matang dan terorganisir. Kemampuan mereka untuk mendominasi pertandingan, baik saat melawan tim kuat maupun tim yang secara statistik lebih diunggulkan, menjadi poin penting.
Namun, jika ada satu area yang masih perlu mendapatkan perhatian lebih, itu adalah ketajaman penyelesaian akhir. Banyak peluang yang berhasil diciptakan, namun tidak semuanya mampu dikonversi menjadi gol. Ini adalah pekerjaan rumah yang harus segera diatasi agar momentum positif ini dapat terus terjaga.
Meskipun demikian, performa Kolombia secara keseluruhan patut diacungi jempol. Catatan tujuh pertandingan Piala Dunia tanpa kekalahan dalam waktu normal menunjukkan betapa solidnya tim ini. Ditambah lagi, lini pertahanan mereka juga tampil sangat baik, terbukti dengan raihan tiga clean sheet berturut-turut di turnamen ini.
Swiss Menanti, Ghana Pulang dengan Kekecewaan
Perjalanan Kolombia di Piala Dunia 2026 masih terus berlanjut, dengan Swiss menanti di babak selanjutnya. Jika mereka mampu melewati hadangan Swiss, ada kemungkinan Kolombia akan berhadapan dengan tim kuat seperti Argentina di babak perempat final. Tantangan besar memang menghadang, namun Kolombia telah membuktikan bahwa mereka mampu memberikan kejutan.
Di sisi lain, Ghana harus mengakhiri langkah mereka di Piala Dunia 2026. Tim asuhan Carlos Queiroz ini gagal mengulang performa disiplin yang mereka tunjukkan saat menahan imbang Inggris tanpa gol di pertandingan sebelumnya. Mereka terlihat kesulitan mengembangkan permainan dan menciptakan peluang berbahaya.
Ghana bahkan tidak mampu mencatatkan satu pun tembakan tepat sasaran ke gawang Kolombia. Penguasaan bola yang minim dan minimnya ancaman ke gawang lawan menjadi gambaran kekalahan mereka. Kekurangan kreativitas di lini serang menjadi masalah utama yang membuat Ghana harus pulang lebih awal.
Kekalahan ini tentu meninggalkan kekecewaan bagi Ghana, yang memiliki potensi untuk memberikan perlawanan lebih sengit. Namun, dalam turnamen sekelas Piala Dunia, setiap tim harus tampil maksimal di setiap pertandingan, dan Ghana belum mampu melakukannya di laga krusial ini.
Perjalanan Kolombia di Piala Dunia 2026 masih sangat menarik untuk disaksikan. Status kuda hitam yang mereka sandang semakin kuat, dan bukan tidak mungkin mereka akan terus melaju dan mengejutkan banyak pihak.
Pelatih Timnas Putri Indonesia Pantau Pemain di Soccer League All-Stars 2026 untuk Srikandi Merdeka Cup
Pelatih timnas putri Indonesia Takumi Taniguchi akan memantau HPSL All-Stars 2026 untuk mencari pemain mengikuti Srikandi Merdeka Cup.
Oleh
Thomas
Diterbitkan 05 Juli 2026, 09:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan
Perbesar
Para peserta HPSL All Stars 2026 sedang berlatih di Kudus
Liputan6.com, Jakarta – Puncak kompetisi Hydroplus Soccer League (HPSL) musim perdana akan segera bergulir. Sebanyak 16 tim sepak bola putri terbaik dari berbagai daerah di Indonesia siap bersaing dalam HPSL All-Stars 2025/2026 yang berlangsung di Supersoccer Arena,






