Sertu Kusnadi: Kesiapsiagaan, Dukung Edukasi Mitigasi Bencana Koramil Haurgeulis

Indramayu4 Dilihat

DermayuMagz.com – Kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana alam menjadi salah satu fokus utama dalam upaya pembinaan masyarakat di berbagai daerah. Di Kecamatan Haurgeulis, Kabupaten Indramayu, anggota Koramil Haurgeulis menunjukkan dukungan penuh terhadap program edukasi mitigasi bencana, menegaskan pentingnya kesiapsiagaan bagi seluruh elemen masyarakat.

Upaya ini merupakan bagian integral dari peran Tentara Nasional Indonesia (TNI), khususnya melalui satuan teritorial seperti Koramil, yang tidak hanya berkutat pada aspek keamanan dan pertahanan negara. Pembinaan masyarakat yang dilakukan TNI juga merambah pada peningkatan kualitas hidup dan keselamatan warga, termasuk dalam menghadapi ancaman bencana alam yang kerap melanda wilayah Indonesia.

Sertu Kusnadi, salah satu anggota Koramil Haurgeulis yang aktif dalam kegiatan ini, menyoroti signifikansi edukasi mitigasi bencana. Ia menekankan bahwa kesiapsiagaan adalah kunci utama untuk meminimalkan dampak buruk yang ditimbulkan oleh bencana. Pengetahuan dan pemahaman yang baik mengenai cara menghadapi bencana, mulai dari identifikasi potensi bahaya hingga tindakan evakuasi, dapat menyelamatkan banyak nyawa dan mengurangi kerugian materiil.

“Kesiapsiagaan adalah fondasi terpenting. Dengan pemahaman yang benar, masyarakat bisa lebih siap ketika bencana datang. Ini bukan hanya soal latihan fisik, tetapi juga tentang membangun mental dan pengetahuan,” ujar Sertu Kusnadi dalam sebuah kesempatan. Ia menambahkan bahwa sosialisasi dan pelatihan mitigasi bencana yang rutin akan membekali warga dengan keterampilan yang diperlukan.

Program edukasi mitigasi bencana yang didukung oleh Koramil Haurgeulis ini mencakup berbagai aspek. Mulai dari pemahaman jenis-jenis bencana yang berpotensi terjadi di wilayah Haurgeulis, seperti banjir, tanah longsor, atau gempa bumi, hingga simulasi penanganan awal saat bencana terjadi. Materi yang disampaikan seringkali disesuaikan dengan kondisi geografis dan karakteristik lingkungan setempat.

Lebih lanjut, Sertu Kusnadi menjelaskan bahwa keterlibatan TNI dalam program semacam ini menunjukkan komitmen mereka untuk hadir di tengah masyarakat. “Kami melihat ini sebagai tugas bersama. Keamanan dan keselamatan warga adalah prioritas. Dengan adanya edukasi ini, kami berharap masyarakat menjadi lebih mandiri dan mampu melindungi diri sendiri serta keluarga mereka,” tuturnya.

Pendekatan yang dilakukan tidak hanya bersifat satu arah, melainkan juga mendorong partisipasi aktif dari masyarakat. Pelatihan seringkali melibatkan diskusi, tanya jawab, dan praktik langsung agar materi yang disampaikan mudah dipahami dan diingat oleh peserta. Hal ini penting agar pengetahuan yang didapat tidak hanya sekadar teori, tetapi bisa diaplikasikan dalam situasi nyata.

Pentingnya kesiapsiagaan bencana telah diakui secara global. Organisasi seperti Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) melalui berbagai badannya, termasuk UNDRR (United Nations Office for Disaster Risk Reduction), terus mendorong negara-negara untuk memperkuat kapasitas nasional dan lokal dalam pengurangan risiko bencana. Edukasi publik merupakan salah satu pilar utama dalam strategi ini.

Di Indonesia, negara yang terletak di cincin api Pasifik, risiko bencana alam memang sangat tinggi. Oleh karena itu, kesadaran dan kesiapsiagaan masyarakat menjadi garda terdepan dalam menghadapi ancaman tersebut. Peran serta aparat keamanan seperti TNI, melalui Koramil di tingkat kecamatan, menjadi sangat vital dalam memperluas jangkauan program edukasi ini hingga ke pelosok desa.

Sertu Kusnadi juga menggarisbawahi pentingnya kolaborasi antara berbagai pihak dalam upaya mitigasi bencana. “Kami bekerja sama dengan pemerintah daerah, BPBD (Badan Penanggulangan Bencana Daerah), tokoh masyarakat, dan relawan. Sinergi ini sangat dibutuhkan agar program berjalan efektif dan berkelanjutan,” jelasnya. Kerjasama lintas sektoral ini memastikan bahwa sumber daya yang ada dapat dimanfaatkan secara optimal.

Melalui kegiatan ini, Koramil Haurgeulis tidak hanya menjalankan tugas pokoknya, tetapi juga berkontribusi nyata dalam membangun ketangguhan masyarakat. Edukasi mitigasi bencana yang mereka dukung bertujuan untuk menciptakan komunitas yang lebih aman, sadar risiko, dan siap menghadapi segala kemungkinan yang diberikan oleh alam.

Harapannya, semangat kesiapsiagaan ini dapat terus ditularkan dan menjadi budaya di kalangan masyarakat Haurgeulis. Dengan demikian, upaya pengurangan risiko bencana dapat berjalan lebih optimal, meminimalkan korban jiwa, dan memulihkan kondisi masyarakat dengan lebih cepat pasca-bencana. Kesiapsiagaan bukanlah pilihan, melainkan sebuah keharusan di tengah dinamika alam yang terus berubah.