DermayuMagz.com – Dugaan aktivitas penggalian liar yang dilaporkan terjadi di tanggul Embung Rancamulya, Kecamatan Gabuswetan, Kabupaten Indramayu, baru-baru ini menarik perhatian serius dari berbagai pihak. Tidak tinggal diam, Ketua Ikatan Wartawan Online Indonesia (IWOI) wilayah Indramayu, beserta jajarannya, secara langsung mendatangi Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Cimanuk-Cisanggarung untuk mengawal dan menindaklanjuti laporan terkait dugaan praktik galian liar tersebut.
Langkah proaktif ini menunjukkan keseriusan IWOI Indramayu dalam memastikan bahwa aset-aset publik, terutama yang berkaitan dengan infrastruktur vital seperti embung, tidak disalahgunakan. Embung Rancamulya sendiri merupakan fasilitas penting yang berfungsi sebagai penampung air, berperan krusial dalam irigasi pertanian dan pengendalian banjir di wilayah sekitarnya.
Keberadaan dugaan galian liar ini menimbulkan kekhawatiran mendalam. Aktivitas semacam itu berpotensi merusak struktur tanggul embung, mengancam fungsinya secara keseluruhan, bahkan dapat menyebabkan bencana hidrologis seperti jebolnya tanggul yang berujung pada banjir bandang. Kerugian yang ditimbulkan tidak hanya bersifat material, namun juga dapat mengancam keselamatan jiwa warga dan merusak ekosistem lingkungan.
Kunjungan Ketua IWOI Indramayu ke BBWS Cimanuk-Cisanggarung bukanlah sekadar kunjungan biasa. Hal ini merupakan bentuk pengawalan terhadap dugaan pelanggaran yang terjadi, sekaligus upaya untuk mendorong penanganan yang tuntas dan transparan. IWOI, sebagai organisasi yang menghimpun para jurnalis online, memiliki peran strategis dalam fungsi kontrol sosial dan pengawasan terhadap jalannya pemerintahan serta pembangunan.
Dalam pertemuan dengan perwakilan BBWS Cimanuk-Cisanggarung, Ketua IWOI Indramayu menyampaikan secara rinci dugaan-dugaan yang telah dihimpun. Pihak BBWS sendiri diharapkan dapat memberikan penjelasan yang komprehensif mengenai status dan izin dari aktivitas yang diduga sebagai galian liar tersebut. Pertanyaan mendasar yang diajukan meliputi apakah aktivitas tersebut telah melalui prosedur perizinan yang semestinya, dan apakah dampaknya terhadap kelestarian serta kekuatan tanggul Embung Rancamulya telah dievaluasi secara cermat.
BBWS Cimanuk-Cisanggarung, sebagai lembaga yang memiliki kewenangan pengelolaan sumber daya air di wilayah sungai tersebut, memegang peranan kunci dalam investigasi dan penindakan lebih lanjut. Diharapkan, BBWS dapat segera melakukan pemeriksaan lapangan secara mendalam, mengumpulkan bukti-bukti yang kuat, dan jika memang terbukti ada pelanggaran, segera mengambil tindakan tegas sesuai dengan peraturan yang berlaku.
Proses pengawalan yang dilakukan oleh IWOI ini juga diharapkan dapat memberikan efek jera bagi pihak-pihak lain yang mungkin berniat melakukan aktivitas serupa. Transparansi dalam setiap tahapan penanganan kasus ini menjadi sangat penting untuk menjaga kepercayaan publik dan memastikan bahwa tidak ada pihak yang kebal hukum, terutama dalam kasus yang menyangkut kepentingan publik dan kelestarian lingkungan.
Embung Rancamulya, dengan segala fungsinya, merupakan aset berharga bagi masyarakat Indramayu, khususnya para petani yang bergantung pada pasokan airnya. Kerusakan atau penurunan kualitas fungsi embung akibat aktivitas ilegal dapat berdampak luas pada ketahanan pangan dan kesejahteraan masyarakat. Oleh karena itu, setiap dugaan penyalahgunaan atau perusakan terhadapnya harus ditanggapi dengan serius dan ditangani secara profesional.
Ke depannya, IWOI Indramayu berkomitmen untuk terus memantau perkembangan kasus ini. Publikasi hasil investigasi dan penindakan yang dilakukan oleh BBWS diharapkan dapat segera disampaikan kepada masyarakat luas. Melalui sinergi antara pers, lembaga pemerintah, dan masyarakat, diharapkan dapat tercipta lingkungan yang lebih baik dan pembangunan yang berkelanjutan, bebas dari praktik-praktik ilegal yang merugikan.
Peran serta masyarakat dalam melaporkan setiap dugaan pelanggaran juga menjadi elemen krusial. Informasi awal mengenai dugaan galian liar di Embung Rancamulya ini, misalnya, kemungkinan besar berawal dari laporan warga atau pengamatan di lapangan. Dengan adanya kepekaan dan kepedulian masyarakat, pengawasan terhadap aset-aset publik dapat berjalan lebih efektif.
Lebih jauh lagi, kasus ini juga menyoroti pentingnya edukasi publik mengenai fungsi dan keberadaan infrastruktur air seperti embung. Pemahaman masyarakat yang baik mengenai pentingnya menjaga kelestarian embung dapat mencegah terjadinya aktivitas yang berpotensi merusak di masa mendatang. Kampanye kesadaran lingkungan dan sosialisasi peraturan terkait pengelolaan sumber daya air dapat menjadi salah satu solusi jangka panjang.
Ketua IWOI Indramayu menegaskan bahwa pihaknya akan terus berupaya menjaga marwah jurnalisme yang profesional dan bertanggung jawab. Pengawalan terhadap isu-isu publik seperti ini adalah bagian integral dari tugas pers dalam memberikan informasi yang akurat dan berimbang kepada masyarakat, serta mendorong terciptanya tata kelola yang baik.






