DermayuMagz.com – Banyak pemilik kendaraan yang kerap menyalahkan performa mesin ketika mendapati konsumsi bahan bakar minyak (BBM) terasa boros. Padahal, kebiasaan sehari-hari saat berkendara memiliki andil besar dalam menentukan seberapa irit atau boros mobil Anda dalam menghabiskan bensin.
Tak jarang, kesadaran akan pentingnya menjaga efisiensi BBM seringkali terabaikan. Padahal, dengan sedikit penyesuaian pada gaya mengemudi, Anda dapat menghemat pengeluaran bulanan dan berkontribusi pada lingkungan yang lebih baik. Artikel ini akan mengupas tuntas enam kebiasaan yang secara diam-diam membuat mobil Anda lebih haus BBM, agar Anda bisa lebih cermat dalam berkendara.
Dikutip dari laman resmi Hyundai Mobil Indonesia, Selasa (14/7/2026), perilaku berkendara yang kurang tepat dapat secara signifikan meningkatkan konsumsi bahan bakar, terlepas dari kondisi mesin mobil yang prima. Berikut adalah beberapa kebiasaan yang perlu dihindari:
1. Gaya Mengemudi yang Agresif
Menginjak pedal gas secara mendadak dan melakukan pengereman keras adalah dua ciri khas dari gaya mengemudi yang agresif. Perilaku ini memaksa mesin bekerja ekstra keras untuk menyesuaikan kecepatan, sehingga membutuhkan suplai bahan bakar yang lebih banyak. Sebaliknya, mengemudi dengan halus dan menjaga kecepatan konstan akan membuat mesin bekerja lebih efisien.
Perubahan kecepatan yang drastis, baik saat akselerasi maupun deselerasi, akan membuang energi yang telah dihasilkan dari pembakaran BBM. Hal ini seperti membuang bensin percuma. Mengendalikan pedal gas dan rem dengan lembut akan membantu menjaga putaran mesin tetap stabil dan efisien.
2. Kebiasaan Mengerem Mendadak
Pola “gas-rem” yang sering dilakukan oleh sebagian pengemudi, terutama yang baru belajar mengemudi, sangatlah tidak efisien. Mengerem secara mendadak berarti membuang energi kinetik yang sudah terkumpul menjadi panas melalui gesekan rem. Setelah mengerem, pengemudi kemudian harus kembali menginjak gas untuk berakselerasi dari titik yang lebih lambat.
Proses ini berulang-ulang akan sangat menguras tangki bensin. Sebaiknya, antisipasi kondisi lalu lintas di depan dengan mengurangi kecepatan secara bertahap. Dengan begitu, Anda dapat menghemat bahan bakar dan juga menjaga keawetan sistem pengereman mobil Anda.
3. Membawa Beban Muatan Berlebih
Banyak orang menggunakan mobil sebagai tempat penyimpanan barang-barang yang jarang terpakai. Menumpuk barang di bagasi atau kursi belakang memang praktis, namun tanpa disadari menambah beban kendaraan. Semakin berat bobot mobil, semakin besar pula tenaga yang dibutuhkan mesin untuk menggerakkannya.
Bahkan, beban yang tidak perlu seperti tumpukan barang di bagasi atau dudukan ban serep yang tidak terpakai pun dapat berkontribusi pada peningkatan konsumsi BBM. Cobalah untuk secara rutin membersihkan kabin mobil dari barang-barang yang tidak esensial untuk menjaga efisiensi bahan bakar.
4. Tekanan Angin Ban yang Tidak Ideal
Kondisi ban yang kurang angin seringkali diabaikan, padahal dampaknya cukup signifikan terhadap konsumsi BBM. Ban yang kempes akan memperluas area kontak dengan permukaan jalan. Hal ini meningkatkan rolling resistance, yaitu hambatan yang harus diatasi oleh roda saat berputar.
Akibatnya, mesin harus bekerja lebih keras untuk mempertahankan kecepatan yang sama. Pastikan tekanan angin ban selalu sesuai dengan rekomendasi pabrikan yang biasanya tertera di buku manual kendaraan atau stiker di pilar pintu pengemudi. Ban dengan tekanan yang tepat tidak hanya menghemat BBM, tetapi juga meningkatkan keamanan dan kenyamanan berkendara.
5. Kelalaian dalam Servis Berkala
Meski mobil terasa baik-baik saja, perawatan rutin tetaplah penting. Komponen-komponen seperti filter udara yang kotor, oli mesin yang sudah melewati masa pakainya, atau busi yang mulai aus dapat mengganggu optimalisasi proses pembakaran. Hal ini membuat mesin bekerja kurang efisien dan akhirnya boros BBM.
Servis berkala di bengkel resmi atau terpercaya akan memastikan semua komponen bekerja dengan optimal. Teknisi akan memeriksa dan membersihkan atau mengganti komponen yang perlu perhatian, sehingga performa mesin tetap terjaga dan konsumsi bahan bakar tetap irit.
6. Mengabaikan Fitur Eco Mode
Banyak mobil modern kini dilengkapi dengan fitur canggih seperti Eco Mode. Fitur ini dirancang khusus untuk mengoptimalkan konsumsi bahan bakar dengan mengatur respons mesin, transmisi, dan sistem lainnya agar bekerja lebih efisien.
Sayangnya, banyak pengemudi yang cenderung mengabaikan fitur ini dan lebih memilih mode berkendara Normal atau Sport. Padahal, Eco Mode sangat cocok digunakan dalam kondisi lalu lintas perkotaan yang seringkali padat dan membutuhkan akselerasi yang tidak terlalu agresif. Dengan mengaktifkan Eco Mode, Anda dapat secara signifikan mengurangi pemakaian bensin.
Dengan memperhatikan dan mengubah keenam kebiasaan di atas, Anda tidak hanya dapat menghemat pengeluaran untuk BBM, tetapi juga turut berkontribusi dalam mengurangi emisi gas buang kendaraan. Berkendara yang cerdas adalah berkendara yang efisien dan bertanggung jawab.






