Murakami Rilis Novel Baru, Angkat Protagonis Perempuan

Berita11 Views

DermayuMagz.com – Dunia sastra kembali dihebohkan dengan kabar terbaru dari salah satu penulis paling berpengaruh abad ini, Haruki Murakami. Setelah jeda selama tiga tahun sejak karya terbarunya, sang maestro sastra Jepang ini siap merilis sebuah novel baru yang dinanti-nantikan, dan kali ini membawa sebuah kejutan yang signifikan.

Novel terbarunya yang bertajuk “The Tale of Kaho” menandai sebuah babak baru dalam perjalanan artistik Murakami. Untuk pertama kalinya dalam novel panjangnya, ia memutuskan untuk menampilkan seorang protagonis perempuan. Keputusan ini tentu saja menjadi sorotan dan menarik perhatian para penggemar setia maupun kritikus sastra di seluruh dunia.

Buku ini dijadwalkan akan diluncurkan pada tanggal 3 Juli mendatang, tersedia dalam format cetak maupun digital. “The Tale of Kaho” akan membawa pembaca menyelami kisah seorang perempuan penulis buku bergambar berusia 26 tahun bernama Kaho.

Penerbit Shinchosha Publishing Co. dalam sebuah pernyataan resminya menjelaskan bahwa novel ini berawal dari sebuah cerita pendek yang berjudul sama. Cerita ini pertama kali dibacakan oleh Murakami dalam sebuah acara sastra dua tahun silam di Waseda University, almamaternya di Tokyo. Acara tersebut juga dihadiri oleh Mieko Kawakami, seorang penulis perempuan terkemuka yang juga merupakan penggemar berat karya-karya Murakami.

Cerita pendek “Kaho” tersebut kemudian dipublikasikan dalam majalah bulanan Shincho edisi Juni 2024. Kisah ini memperkenalkan karakter Kaho, seorang individu yang digambarkan memiliki penampilan dan kecerdasan rata-rata. Namun, di balik kesederhanaannya, Kaho adalah sosok yang memiliki rasa ingin tahu yang mendalam.

Suatu ketika, Kaho terlibat dalam sebuah percakapan makan malam dengan seorang pria yang melontarkan kalimat mengejutkan, “Aku tak pernah melihat seseorang seburuk dirimu.” Alih-alih merasa marah atau tersinggung, Kaho justru menunjukkan reaksi yang tak terduga: kebingungan bercampur rasa penasaran. Ia kemudian berupaya keras untuk memahami makna tersembunyi di balik ucapan tersebut.

Tak lama setelah kejadian itu, Kaho mulai mengalami serangkaian peristiwa aneh yang mewarnai kehidupannya. Kehidupan yang tadinya biasa saja, kini dipenuhi dengan kejadian-kejadian yang tidak dapat dijelaskan.

Sebuah teaser promosi singkat yang dirilis oleh pihak penerbit memberikan gambaran lebih lanjut tentang nuansa novel ini. “Aku harus menemukan jalan keluar dari dunia ini,” demikian bunyi kutipan yang menggugah rasa ingin tahu. “Dunia Murakami hadir sepenuhnya.” Kutipan ini menyiratkan bahwa pembaca akan kembali dibawa ke dalam lanskap surealis dan penuh makna yang menjadi ciri khas Murakami.

Sejak cerita pendek awal tersebut, Murakami melanjutkan eksplorasinya terhadap karakter Kaho. Ia merilis tiga cerita lanjutan yang terpisah di majalah Shincho. Cerita terbaru dari seri Kaho muncul dalam edisi Maret 2026, menunjukkan bahwa pengembangan karakter dan alur cerita ini telah berlangsung cukup lama.

Dalam novel “The Tale of Kaho” ini, kisah Kaho dirangkum dan dikembangkan lebih lanjut. Judul-judul yang berkaitan dengan kisah Kaho sebelumnya mencakup “The Anteater Of Musashi-sakai,” “Kaho And The Termite Queen,” serta “Kaho And The Motorcycle Man, And Scarlett Johansson.”

Menariknya, versi bahasa Inggris dari bagian pertama cerita ini, yang diterjemahkan oleh Philip Gabriel, telah diterbitkan di majalah The New Yorker pada tahun 2024. Hal ini menunjukkan bahwa cerita ini telah mendapatkan perhatian internasional bahkan sebelum dirilis dalam format novel penuh.

Murakami kemudian memutuskan untuk menyatukan keempat bagian cerita tersebut menjadi sebuah karya tunggal yang utuh. Novel setebal 352 halaman ini memberikan kehidupan baru pada kisah Kaho, menjadikannya sebuah narasi yang lebih mendalam dan terintegrasi.

Kehadiran Kaho sebagai protagonis utama dalam novel panjang Murakami ini merupakan sebuah momen penting. Sepanjang kariernya yang gemilang, Murakami lebih sering menampilkan tokoh utama laki-laki. Novelnya yang sebelumnya, “The City And Its Uncertain Walls,” misalnya, berfokus pada seorang protagonis laki-laki yang tengah berjuang dalam pencarian cinta, menghadapi kehilangan, dan menjelajahi batas antara realitas dan alam bawah sadar.

Oleh karena itu, “The Tale of Kaho” bukan hanya sekadar rilis novel baru, tetapi juga sebuah evolusi dalam gaya penceritaan Haruki Murakami. Penggemar akan memiliki kesempatan untuk melihat dunia yang diciptakan oleh Murakami melalui lensa seorang perempuan, mengeksplorasi tema-tema yang mungkin berbeda namun tetap kaya akan kedalaman psikologis dan surealisme yang menjadi ciri khasnya.

Baca juga di sini: Surabaya: Dua Acara Unggulan Masuk Kalender Event Nasional 2026, Dongkrak Wisata

Rilis novel ini diharapkan akan kembali mengguncang dunia literatur, membuka percakapan baru tentang representasi karakter dalam sastra, dan tentu saja, memanjakan para pembaca dengan keunikan narasi Haruki Murakami yang selalu berhasil memikat imajinasi.