Jasad Bocah SD Ditemukan di Sungai Cipelang Indramayu Usai 2 Hari Hilang

Indramayu6 Dilihat

DermayuMagz.com – Pencarian intensif selama dua hari terhadap seorang bocah laki-laki berusia delapan tahun yang dilaporkan hilang akibat tenggelam akhirnya menemui titik terang pada Sabtu, 26 Juli 2026. Tim SAR gabungan berhasil menemukan jasad korban di aliran Sungai Cipelang, wilayah Kabupaten Indramayu, dalam kondisi meninggal dunia.

Korban yang diketahui bernama Mohamad Reyhan atau yang akrab disapa Boy, merupakan seorang siswa kelas dua Sekolah Dasar yang berdomisili di Desa Karanggetas, Kecamatan Bangodua. Peristiwa tragis ini bermula ketika bocah tersebut dilaporkan hilang saat beraktivitas di sekitar sungai, yang kemudian memicu operasi pencarian besar-besaran oleh pihak berwenang dan warga setempat.

Kronologi Penemuan Jenazah

Setelah melakukan penyisiran selama dua hari penuh di sepanjang jalur Sungai Cipelang, tim penyelamat akhirnya mendeteksi keberadaan jasad korban tidak jauh dari lokasi awal ia dilaporkan hilang. Medan sungai yang cukup menantang dengan arus yang tidak terduga sempat menjadi kendala utama dalam proses evakuasi yang dilakukan oleh tim gabungan dari unsur BPBD, kepolisian, serta masyarakat sekitar.

Saat ditemukan, jasad Reyhan segera dievakuasi menuju daratan untuk proses identifikasi lebih lanjut. Pihak keluarga yang telah menunggu di lokasi kejadian sejak hari pertama pencarian tidak kuasa menahan kesedihan saat memastikan bahwa jenazah tersebut adalah putra mereka yang sempat hilang.

Pentingnya Pengawasan di Area Perairan

Insiden yang menimpa Mohamad Reyhan ini menjadi pengingat keras bagi seluruh orang tua di wilayah Indramayu dan sekitarnya. Sungai Cipelang, yang secara geografis sering melintasi area pemukiman padat penduduk, memang memiliki karakteristik arus yang berbahaya bagi anak-anak di bawah umur, terutama saat debit air meningkat atau kondisi cuaca yang tidak menentu.

Baca juga di sini: Volvo EX90 Siap Meluncur di GIIAS 2026, Rayakan 99 Tahun Volvo

Kasus ini menyoroti perlunya peningkatan pengawasan ekstra terhadap anak-anak yang bermain di dekat bantaran sungai atau area irigasi. Minimnya pengetahuan anak mengenai kedalaman dan arus bawah sungai sering kali menjadi faktor utama terjadinya kecelakaan air yang berakhir fatal.

Pihak berwenang setempat mengimbau kepada seluruh masyarakat agar lebih waspada dan tidak membiarkan anak-anak bermain tanpa pendampingan orang dewasa di area yang memiliki risiko tinggi, terutama di sepanjang aliran sungai yang ada di wilayah Indramayu.

Tindak Lanjut Pihak Berwenang

Pasca evakuasi, jenazah korban langsung dibawa ke rumah duka di Desa Karanggetas untuk segera disemayamkan dan dimakamkan oleh pihak keluarga. Pihak kepolisian sektor setempat juga telah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) guna mendalami kronologi pasti sebelum peristiwa tenggelam tersebut terjadi.

Pemerintah daerah diharapkan dapat lebih proaktif dalam memberikan edukasi keselamatan air kepada warga yang tinggal di sekitar bantaran sungai. Langkah ini dianggap krusial guna meminimalisir risiko serupa di masa depan, mengingat banyak aktivitas masyarakat yang masih sangat bergantung pada keberadaan sungai sebagai sarana penunjang kehidupan sehari-hari.

Kesedihan mendalam menyelimuti suasana di Desa Karanggetas. Kepergian Reyhan meninggalkan duka bagi rekan-rekan sekolahnya serta seluruh warga desa yang selama dua hari terakhir bahu-membahu membantu proses pencarian korban di sepanjang Sungai Cipelang.

Poin Penting Operasi Pencarian:

  • Korban: Mohamad Reyhan (8 tahun), siswa kelas II SD.
  • Lokasi Kejadian: Sungai Cipelang, Kabupaten Indramayu.
  • Durasi Pencarian: Dua hari (ditemukan pada 26 Juli 2026).
  • Penyebab: Kecelakaan tenggelam saat beraktivitas di sungai.
  • Status: Korban telah diserahkan kepada pihak keluarga untuk proses pemakaman.

DermayuMagz.com menyampaikan belasungkawa yang sedalam-dalamnya kepada keluarga yang ditinggalkan. Semoga keluarga diberikan ketabahan dalam menghadapi cobaan yang sangat berat ini.