DermayuMagz.com – Memulai langkah di industri pakaian olahraga yang sangat kompetitif menuntut ketangguhan finansial dan mental yang luar biasa. Seorang pengusaha di Amerika Serikat membuktikan bahwa dengan strategi yang tepat, hambatan modal awal dapat diatasi, bahkan ketika harus mengandalkan utang sebagai fondasi bisnis.

Pada Mei 2018, pendiri Set Active memulai perjalanannya dengan memanfaatkan utang kartu kredit pribadi sebesar US$ 20.000 atau setara Rp 363,1 juta (dengan asumsi kurs Rp 18.158 per dolar AS). Kala itu, operasional bisnis dijalankan secara terbatas, di mana rumah pribadinya di Los Angeles difungsikan sekaligus sebagai gudang penyimpanan stok barang.

Dinamika Pasar dan Strategi Bisnis

Meskipun pasar pakaian olahraga sempat mengalami perlambatan pertumbuhan, Set Active berhasil mencatatkan kinerja keuangan yang positif. Berdasarkan data yang dihimpun, perusahaan ini mampu membukukan penjualan bersih delapan digit pada tahun 2025 serta mencetak laba operasional.

Keberhasilan ini terjadi di tengah tren pasar yang berubah. Data dari firma riset pasar Circana menunjukkan bahwa pengeluaran untuk pakaian olahraga wanita di Amerika Serikat hanya tumbuh sebesar 2% pada periode Oktober 2025 hingga September 2026, jauh menurun dibandingkan pertumbuhan 7% pada periode 12 bulan sebelumnya.

Analis industri pakaian, Kristen Classi-Zummo, mencatat bahwa saat ini konsumen lebih memprioritaskan pakaian kasual dan gaya hidup santai, seperti kaus dan celana olahraga, dibandingkan dengan perlengkapan olahraga teknis seperti legging atau bra olahraga khusus. Fenomena ini dimanfaatkan oleh Set Active dengan menghadirkan produk yang lebih fleksibel untuk digunakan dalam berbagai aktivitas sehari-hari.

Tantangan Operasional dan Manajemen Krisis

Perjalanan bisnis ini tidak luput dari kendala operasional yang signifikan. Sepanjang tahun 2026, perusahaan menghadapi tantangan dalam menjaga konsistensi rantai pasok, yang berdampak pada keterlambatan pengiriman pesanan kepada pelanggan. Kondisi ini menjadi krusial mengingat tingginya ekspektasi pasar menjelang musim belanja akhir tahun.

Sebagai langkah mitigasi, manajemen memutuskan untuk membatalkan rencana peluncuran produk pada periode Black Friday dan Cyber Monday. Keputusan ini dinilai berisiko mengancam proyeksi pendapatan perusahaan yang mencapai lebih dari US$ 10 juta atau sekitar Rp 181,5 miliar. Namun, pihak perusahaan menegaskan bahwa langkah tersebut diambil untuk memprioritaskan transparansi kepada komunitas pelanggan mereka.

Pelajaran dalam Mengelola Startup

Di balik pencapaian tersebut, terdapat catatan penting terkait manajemen sumber daya manusia dan kesehatan mental pendiri. Keputusan untuk tidak mengambil cuti setelah melahirkan anak dianggap oleh sang pendiri sebagai kesalahan manajerial yang cukup berat. Hal ini berdampak pada performa pribadi dan operasional perusahaan di masa lalu.

Pengalaman ini menjadi pelajaran bagi para pelaku bisnis mengenai pentingnya keseimbangan antara ambisi profesional dan keberlangsungan hidup personal. Saat ini, fokus utama perusahaan adalah menjaga kepercayaan pelanggan melalui operasional yang lebih terukur dan efisien.

Poin-poin penting dalam pengembangan bisnis Set Active: