DermayuMagz.com – Sektor pertambangan mineral kini tidak lagi dipandang sekadar sebagai industri ekstraktif konvensional, melainkan fondasi utama bagi kemajuan teknologi modern di berbagai sektor, termasuk kesehatan dan gaya hidup kebugaran.

Keterkaitan erat antara komoditas tambang dengan kebutuhan masyarakat sehari-hari menjadi sorotan utama dalam perhelatan Minerba Convention and Expo (Minerba Convex) 2026 yang berlangsung di JIExpo Kemayoran, Jakarta, pada 2–3 November 2026. Melalui paviliun khusus bertajuk “Arti Mineral untuk Kehidupan”, MIND ID sebagai holding industri pertambangan Indonesia mengedukasi publik mengenai peran vital hilirisasi mineral.

Salah satu agenda yang menarik perhatian pengunjung adalah simulasi teknologi kesehatan yang memanfaatkan material hasil tambang. Peserta diberikan kesempatan untuk melakukan pemeriksaan indeks massa tubuh atau body mass index (BMI) menggunakan perangkat medis mutakhir. Selain data antropometri, alat tersebut memberikan visualisasi kondisi fisik serta rekomendasi pola aktivitas olahraga yang presisi bagi pengguna.

Dharma, seorang mahasiswa dari Institut Teknologi Bandung (ITB) yang turut mencoba fasilitas tersebut, mengungkapkan bahwa pengalaman ini mengubah perspektifnya mengenai industri pertambangan. Menurutnya, pemahaman bahwa mineral menjadi komponen krusial dalam perangkat medis dan peralatan olahraga yang ia gunakan sehari-hari merupakan wawasan baru yang cukup signifikan.

Selain edukasi berbasis teknologi, MIND ID juga mengintegrasikan kampanye gaya hidup sehat melalui program Pedal for Life. Aktivitas ini melibatkan penggunaan sepeda statis di mana jarak tempuh kolektif dari para pengunjung dikumpulkan sebagai simbol kolaborasi dalam menjaga kebugaran tubuh. Inisiatif ini tidak hanya berfungsi sebagai sarana promosi industri, tetapi juga sebagai ajakan bagi masyarakat untuk lebih aktif secara fisik.

Hilirisasi sebagai Penggerak Nilai Tambah

Pemanfaatan mineral dalam ekosistem industri modern menjadi bukti konkret keberhasilan kebijakan hilirisasi yang dijalankan oleh MIND ID Group bersama entitasnya, seperti PT Indonesia Asahan Aluminium (Inalum), PT Aneka Tambang Tbk (Antam), dan Indonesia Battery Corporation (IBC). Proses pengolahan mineral di dalam negeri diproyeksikan mampu meningkatkan nilai tambah komoditas menjadi produk jadi atau setengah jadi yang lebih bernilai secara ekonomi.

Edukasi mengenai rantai pasok industri ini juga diperkuat melalui sesi interaktif berupa kuis yang melibatkan berbagai komoditas strategis, mulai dari batu bara, nikel, hingga emas. Iza Lazuardi, mahasiswa Universitas Padjadjaran yang menjadi salah satu pemenang kuis, menilai bahwa pendekatan informatif ini sangat efektif dalam menjelaskan Peran Strategis perusahaan tambang kepada generasi muda.

Secara strategis, penguatan hilirisasi tidak hanya bertujuan untuk memperkuat posisi Indonesia dalam rantai pasok global, tetapi juga sebagai upaya memperluas pemanfaatan sumber daya alam untuk kemandirian industri nasional. Dengan mengubah material mentah menjadi bahan baku bernilai tambah, Indonesia diharapkan mampu menopang kebutuhan teknologi kesehatan dan perangkat olahraga yang terus berkembang seiring dengan peningkatan standar hidup masyarakat modern.

Melalui keterlibatan aktif dalam ajang seperti Minerba Convex 2026, MIND ID terus menegaskan komitmennya untuk mendekatkan wajah industri pertambangan dengan keseharian masyarakat, sekaligus menggarisbawahi pentingnya inovasi dalam setiap tahapan pengolahan sumber daya mineral nasional.