Patrick Kluivert Diragukan, Fans Timnas Indonesia Tuntut #PatrickKluivertOut

Olahraga6 Dilihat

DermayuMagz.com – Pemecatan Shin Tae-yong dari kursi kepelatihan Timnas Indonesia oleh PSSI pada Senin, 6 Januari 2025, telah memicu perbincangan hangat di kalangan penggemar sepak bola tanah air. Publik kini tengah menantikan sosok yang akan menggantikan pelatih asal Korea Selatan tersebut.

Nama Patrick Kluivert, mantan striker tim nasional Belanda, muncul sebagai salah satu kandidat terkuat. Informasi mengenai hal ini pertama kali mencuat setelah pakar transfer sepak bola kenamaan asal Italia, Fabrizio Romano, menyebutkan melalui akun media sosialnya bahwa pria berusia 48 tahun itu berpotensi untuk menangani tim Garuda.

Namun, sebelum terbukti menduduki kursi kepelatihan Timnas Indonesia, para penggemar sepak bola Indonesia justru telah menyatakan penolakan mereka. Kampanye dengan tagar #PatrickKluivertOut ramai diperbincangkan di berbagai platform media sosial.

Penolakan ini timbul akibat rekam jejak Kluivert sebagai pelatih yang dinilai belum menunjukkan prestasi yang signifikan. Hal ini sangat kontras dengan masa kejayaannya saat masih aktif sebagai pemain sepak bola.

Terakhir kali, Kluivert menjabat sebagai pelatih Adana Demirspor, sebuah klub asal Turki. Namun, kontraknya dengan klub tersebut harus dihentikan lebih awal pada Desember 2023.

Berdasarkan laporan dari media Turki, termasuk En Son Haber, selama masa kepelatihannya di klub tersebut, Patrick Kluivert hanya mampu meraih delapan kemenangan dari total 20 pertandingan yang dijalani. Selain itu, enam pertandingan berakhir dengan hasil imbang, sementara enam laga lainnya berujung pada kekalahan.

Selain catatan kepelatihannya, rekam jejak Patrick Kluivert di luar lapangan juga menjadi sorotan. Warganet Indonesia menggali kembali laporan-laporan lama yang mengaitkannya dengan masalah perjudian.

Sebuah laporan dari media Spanyol, Marca, pada tahun 2017, menyebutkan bahwa ketika menjabat sebagai direktur sepak bola di Paris Saint-Germain (PSG), Kluivert dituduh memiliki utang dalam jumlah besar kepada organisasi kriminal akibat kebiasaan berjudi.

Meskipun Patrick Kluivert membantah keterlibatannya dalam aktivitas ilegal tersebut, ia sempat dimintai keterangan oleh pihak kepolisian sebagai seorang saksi.

Dokumen yang ditemukan oleh pihak berwenang Belanda, sebagaimana dilaporkan oleh De Volkskrant, juga menunjukkan adanya keterkaitan Kluivert dengan kelompok kriminal tersebut. Utang-utang ini diklaim terjadi antara tahun 2011 hingga 2012, saat Kluivert masih melatih tim cadangan Twente.

Baca juga di sini: Lasik Mata: Semua yang Perlu Anda Ketahui

Pada periode tersebut, hukum setempat belum melarang individu untuk bertaruh pada pertandingan yang melibatkan timnya sendiri. Hal ini menjadi salah satu poin yang disorot terkait masa lalu Kluivert.

Di sisi lain, Patrick Kluivert juga diketahui pernah menjabat sebagai duta merek untuk perusahaan judi bernama Johnnybet. Peran ini ia emban dari Oktober 2022 hingga Oktober 2023.

Namun, perlu dicatat bahwa kontraknya dengan perusahaan tersebut telah berakhir lebih dari satu tahun yang lalu. Meskipun demikian, keterlibatan ini tetap menjadi perhatian publik.

Publik juga menyoroti pernyataan Ketua Umum PSSI, Erick Thohir, terkait kriteria dalam pemilihan kandidat pelatih Timnas Indonesia yang baru. Pernyataan ini turut memicu diskusi mengenai proses seleksi.

Menurut Erick Thohir, ia sengaja melakukan sesi wawancara pada Hari Natal, 25 Desember 2024, untuk menguji komitmen para calon pelatih. Hal ini dilakukan bukan untuk tidak menghormati hari besar keagamaan, melainkan sebagai sebuah metode seleksi.

“Saya bahkan tawarkan pada 25 Desember 2024, di Hari Natal, bukan tidak menghormati hari besar, tetapi untuk mengetes komitmen,” ungkap Erick Thohir.

Erick Thohir kemudian menjelaskan lebih lanjut mengenai proses tersebut. Dari tiga kandidat pelatih yang diwawancarai, hanya satu yang bersedia hadir pada hari yang ditentukan.

“Dari tiga pelatih, ada satu yang datang. Itu yang saya lihat poinnya lebih karena walau habis interview, dia pulang lagi ke negaranya. Saya tidak mau makan waktu juga, jadi 2 sampai 2,5 jam cukup,” tutur Erick Thohir.

Prosedur dan indikator yang digunakan oleh Erick Thohir dalam memilih pelatih baru Timnas Indonesia ini menjadi salah satu aspek yang disorot dan didiskusikan oleh publik luas.