DermayuMagz.com – Pabrik Gula (PG) Krebet Baru secara resmi memulai musim giling pada tahun 2026, menandai dimulainya kembali aktivitas produksi gula yang krusial bagi perekonomian daerah.
Acara pembukaan musim giling ini dilaksanakan pada Jumat, 1 Mei 2026. Seremoni tersebut dihadiri oleh berbagai pemangku kepentingan penting. Di antaranya adalah perwakilan dari Kementerian Koordinator Bidang Pangan, jajaran Pemerintah Kabupaten Malang, serta perwakilan dari PKPTRI dan para mitra petani tebu.
Direktur Utama Rajawali I, Daniyanto, dalam sambutannya mengemukakan bahwa musim giling tahun ini dihadapkan pada tantangan kenaikan biaya produksi yang cukup signifikan. Ia menekankan bahwa peningkatan ini terasa pada berbagai aspek operasional.
“Tahun ini tantangan kita adalah kenaikan biaya pokok produksi kebun. Baik itu angkutan, plastik, semua naik,” ujar Daniyanto, menggambarkan situasi yang dihadapi.
Lebih lanjut, ia merinci bahwa kenaikan harga bahan pendukung, seperti plastik, bahkan mencapai 25 persen di lingkungan Rajawali I. Angka ini bisa melonjak lebih tinggi lagi di pabrik gula lain, bahkan mencapai 200 persen, yang disebabkan oleh keterlambatan dalam kontrak pengadaan.
“Alhamdulillah dengan perencanaan yang baik, kita bisa mendapatkan harga yang kompetitif,” tambahnya, menunjukkan keberhasilan dalam manajemen pengadaan.
Daniyanto memberikan jaminan bahwa persiapan yang matang telah dilakukan oleh PG Krebet Baru dan pabrik gula lain di bawah naungan Rajawali 1. Hal ini membuat mereka optimis dalam menghadapi musim giling tahun ini. Fokus utama yang ditekankan adalah pencapaian laba yang besar, baik bagi petani maupun bagi korporasi.
“Kita memohon doa restu, untuk giling tahun ini banyak keuntungan dan juga keberkahan bagi petani, koperasi, bagi PG Krebet Baru, bagi karyawan, bagi masyarakat, dan juga dari semua mitra yang ada di PG Krebet Baru baru,” pungkasnya, memohon dukungan moral.
Sementara itu, Kepala Bagian Quality Assurance PG Krebet Baru, Robi Nugroho, memaparkan target yang ingin dicapai pada musim giling tahun ini. Target tersebut meliputi jumlah tebu yang akan digiling dan estimasi rendemen yang diharapkan.
Target tebu yang akan digiling tahun ini mencapai 21 juta kuintal. Dengan estimasi rendemen sebesar 7,67 persen, diharapkan produksi gula tahun ini dapat mencapai sekitar 161 ribu ton. Angka ini menunjukkan peningkatan dibandingkan dengan produksi tahun sebelumnya.
Robi Nugroho menjelaskan bahwa PG Krebet Baru secara konsisten berupaya mendukung para petani untuk meningkatkan kualitas tebu mereka. Fokus utamanya adalah agar nilai rendemen tebu petani terus mengalami peningkatan.
Salah satu upaya konkret yang dilakukan adalah melalui program pembinaan petani. Selain itu, penyediaan varietas bibit tebu unggul juga menjadi prioritas. Pemanfaatan pupuk organik yang berasal dari limbah pabrik (blotong) juga disediakan secara gratis untuk diakses oleh para petani.
“Tahun lalu rendemen kita sekitar 6,4 persen karena faktor cuaca. Tahun ini diharapkan lebih baik, meskipun kondisi cuaca masih belum sepenuhnya kering,” tambahnya, memberikan perbandingan dan harapan.
Proses giling ini direncanakan akan berlangsung hingga bulan November 2026. Kegiatan ini akan melibatkan sekitar 18 ribu petani tebu yang berperan sebagai mitra pemasok bahan baku.
Bupati Malang, HM Sanusi, turut memberikan apresiasi atas peran PG Krebet Baru. Ia menilai kontribusi pabrik ini sangat penting dalam mendukung perekonomian daerah, terutama sektor pertanian tebu.
“Saya sangat mendukung dan mengapresiasi PG Krebet Baru ini karena telah mendukung perekonomian Kabupaten Malang. Hampir 60 persen petani kita adalah petani tebu, sehingga dengan pabrik yang bagus, ekonomi petani juga akan terus tumbuh,” ujar Bupati Sanusi, menegaskan dampak positifnya.
Baca juga di sini: Di Balik Kokpit: Skandal Panas Film "Penerbangan Terakhir" Segera Tayang di Bioskop
Dengan dimulainya musim giling tahun 2026 ini, PG Krebet Baru diharapkan mampu menjaga stabilitas produksi gula nasional. Selain itu, pabrik ini juga diharapkan dapat terus meningkatkan kesejahteraan para petani tebu yang ada di wilayah Kabupaten Malang.






