Masjid Nurul Jannah: Titik Temu Satgas TMMD dan Warga Probolinggo

Berita7 Dilihat

DermayuMagz.com – Masjid Nurul Jannah di Desa Brabe, Kecamatan Maron, Probolinggo, telah menjadi lebih dari sekadar tempat ibadah. Bangunan ini kini berfungsi sebagai pusat konsolidasi sosial bagi Satuan Tugas (Satgas) Tentara Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-128 Kodim 0820 Probolinggo dan masyarakat setempat.

Momen ibadah salat Dzuhur berjamaah pada Sabtu, 2 Mei 2026, di masjid yang berlokasi di Dusun Klagin RT 18 RW 7 ini, menjadi bukti nyata bagaimana kegiatan keagamaan dapat mempererat hubungan antara TNI dan warga. Pelaksanaan salat ini dilakukan setelah anggota Satgas dan masyarakat menyelesaikan kegiatan kerja bakti di berbagai titik sasaran fisik program TMMD.

Sejak pukul 11.45 WIB, suasana di Masjid Nurul Jannah mulai ramai. Anggota Satgas TMMD dan warga berdatangan, sebagian masih mengenakan pakaian kerja. Kehadiran mereka menciptakan atmosfer kebersamaan yang hangat dan tanpa sekat formalitas, menunjukkan kesetaraan dalam menjalankan ibadah.

Dalam pelaksanaan salat Dzuhur tersebut, takmir masjid setempat bertindak sebagai imam salat. Barisan terdepan diisi oleh personel Satgas TMMD, jajaran perangkat desa, serta tokoh masyarakat. Hal ini menunjukkan adanya sinergi dan rasa hormat yang tinggi antar elemen masyarakat.

Usai menunaikan salat, kegiatan dilanjutkan dengan doa bersama. Doa ini dipanjatkan untuk kelancaran seluruh rangkaian program TMMD Ke-128, sebuah inisiatif penting yang melibatkan partisipasi aktif masyarakat dalam pembangunan desa.

Masjid Nurul Jannah memang telah lama menjadi pusat aktivitas keagamaan bagi warga Dusun Klagin. Namun, selama pelaksanaan TMMD, fungsinya meluas menjadi ruang interaksi sosial yang vital. Masjid menjadi titik temu strategis bagi Satgas TMMD dan masyarakat, memfasilitasi komunikasi dua arah di sela-sela kesibukan pekerjaan pembangunan fisik.

Serda Yoga, salah seorang anggota Satgas TMMD Ke-128 Kodim 0820 Probolinggo, menyoroti peran penting kegiatan ibadah berjamaah ini. Ia mengungkapkan bahwa salat Dzuhur berjamaah bukan sekadar menjalankan perintah agama, melainkan juga sebuah forum untuk saling bertukar pikiran dan menyatukan tekad antara personel TNI dan warga.

“Dari sini, semangat kebersamaan akan semakin kuat terbangun, dan pada akhirnya, pekerjaan di lapangan akan terasa lebih solid dan lancar,” ujar Serda Yoga. Pernyataannya menegaskan bahwa aspek non-fisik, seperti kebersamaan dan komunikasi, memiliki dampak signifikan terhadap keberhasilan program TMMD.

Pak Sujono, selaku takmir Masjid Nurul Jannah, menyambut baik dan memberikan apresiasi mendalam atas keterlibatan aktif Satgas TMMD dalam kegiatan keagamaan bersama warga. Menurutnya, kehadiran anggota TNI di lingkungan masjid memberikan kontribusi positif dalam memperkuat semangat kebersamaan di Dusun Klagin.

Melalui pendekatan sosial-keagamaan yang dijalankan ini, pelaksanaan TMMD Ke-128 Kodim 0820 Probolinggo tidak hanya berfokus pada pencapaian target pembangunan fisik. Lebih dari itu, kegiatan ini berhasil memperkuat fondasi interaksi sosial yang menjadi kunci utama keberhasilan kerja sama di tingkat desa.

Baca juga di sini: Visinema Optimis Film Keluarga Tetap Favorit Penonton Indonesia

Sinergi antara TNI dan masyarakat dalam kegiatan keagamaan ini menjadi contoh bagaimana pembangunan tidak hanya menyentuh aspek material, tetapi juga spiritual dan sosial, menciptakan kemanunggalan yang kokoh.