Reuni Emas SDN Diponegoro Ponorogo: Kenangan Masa Kecil dari Jenderal hingga Tokoh Penting

Berita4 Dilihat

DermayuMagz.com – Perayaan Reuni Emas 50 Tahun Alumni SDN Diponegoro Ponorogo angkatan 1976 berlangsung meriah dan penuh kehangatan pada Minggu (3/5/2026) di Rumah Putih Ponorogo.

Acara yang mengusung tema “Merajut Kenangan, Mempererat Silaturahmi” ini menjadi momen istimewa karena dihadiri oleh sejumlah tokoh penting dari berbagai latar belakang.

Tampak hadir purnawirawan jenderal TNI, perwira menengah Polri, hingga pejabat daerah yang merupakan bagian dari angkatan 1976 sekolah dasar tersebut.

Di antara para alumni yang hadir adalah mantan Gubernur Akademi Angkatan Udara (AAU) Marsda TNI (Purn) Sri Mulyo Handoko.

Turut hadir pula mantan Kapolres Ponorogo AKBP Etik Margawati, serta Direktur RSUD Bantarangin Ponorogo, drg. Enggar Triadji Sambodo.

Reuni emas ini lebih dari sekadar pertemuan biasa; ini adalah momen untuk mengenang kembali masa-masa awal pendidikan yang mereka tempuh di Ponorogo.

Marsda TNI (Purn) Sri Mulyo Handoko mengungkapkan rasa haru dan bangga atas kesempatan untuk kembali bertemu dengan teman-teman seperjuangan di masa kecil.

Ia menekankan bahwa nilai-nilai disiplin dan semangat pantang menyerah yang membawanya meraih pangkat bintang dua di TNI AU, telah tertanam sejak di bangku sekolah dasar.

“SDN Diponegoro adalah tempat di mana mimpi-mimpi kami dimulai. Meskipun kini kita menempuh jalan hidup yang berbeda-beda, ada yang di militer, kepolisian, medis, maupun pemerintahan, akar kita tetap sama. Pertemuan ini adalah cara kita menjaga api persaudaraan agar tidak padam,” ujar Sri Mulyo Handoko.

Baca juga di sini: Lisa BLACKPINK Dilirik Jadi Rapunzel

Senada dengan pandangan tersebut, AKBP Etik Margawati menyoroti pentingnya menjaga hubungan antar-alumni.

Ia percaya bahwa koneksi ini dapat terus memberikan kontribusi positif, bahkan setelah para alumni tidak lagi menjabat di posisi struktural mereka.

“Melihat teman-teman sehat dan sukses di bidangnya masing-masing adalah kebahagiaan luar biasa. Reuni ini mengembalikan memori masa sekolah yang jujur dan apa adanya. Semangat kekeluargaan ini harus terus kita jaga,” ungkap Etik.

Sementara itu, drg. Enggar Triadji Sambodo, yang mewakili kalangan pejabat daerah dan tenaga medis, menggarisbawahi potensi besar yang dimiliki oleh jaringan alumni.

Ia melihat bahwa jaringan ini dapat berperan penting dalam mendukung berbagai upaya pembangunan di Ponorogo.

“Kebersamaan ini membuktikan bahwa jarak dan profesi tidak memutus komunikasi. Kami berharap alumni SDN Diponegoro angkatan 76 bisa terus bersinergi, khususnya dalam memberikan dampak nyata bagi masyarakat Ponorogo di berbagai sektor,” kata Enggar.

Acara reuni diisi dengan berbagai kegiatan yang menambah kemeriahan, seperti sesi foto bersama, pertukaran cindera mata, dan doa bersama untuk mengenang para guru serta rekan sejawat yang telah tiada.

Meskipun waktu telah berlalu setengah abad, tawa dan canda yang khas dari masa kanak-kanak masih terdengar, membuktikan bahwa ikatan persahabatan yang sejati tidak lekang oleh waktu.

Diharapkan, reuni ini dapat menjadi inspirasi bagi angkatan alumni lainnya untuk terus memperkuat tali silaturahmi demi kemajuan almamater dan daerah Ponorogo tercinta.