TNI dan Tenaga Kesehatan Berantas DBD Lewat Fogging di Krangkeng

Indramayu4 Dilihat

DermayuMagz.com – Upaya pencegahan penyebaran penyakit demam berdarah dengue (DBD) terus digencarkan di wilayah Kabupaten Indramayu. Petugas kesehatan bersama Tentara Nasional Indonesia (TNI) bersinergi melakukan aksi fogging atau pengasapan di permukiman warga Krangkeng.

Kegiatan yang melibatkan personel TNI dari Koramil 1603/Kodhambir dan petugas dari Puskesmas Krangkeng ini menyasar beberapa titik di permukiman padat penduduk. Tujuannya jelas, yakni memutus mata rantai penularan virus DBD yang disebabkan oleh gigitan nyamuk Aedes aegypti.

Fogging merupakan salah satu metode pengendalian vektor penyakit yang efektif. Proses ini dilakukan dengan menyemprotkan insektisida dalam bentuk asap atau kabut halus. Asap ini dirancang untuk membunuh nyamuk dewasa yang berada di lingkungan sekitar.

Dalam pelaksanaannya, petugas bergerak menyusuri gang-gang sempit dan area yang berpotensi menjadi sarang nyamuk. Fokus utama adalah tempat-tempat yang sering menjadi genangan air, seperti bak mandi, tempat penampungan air, dan barang-barang bekas yang bisa menampung air hujan.

Komandan Koramil 1603/Kodhambir, Kapten Inf. Abdul Rozaq, menyatakan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk kepedulian TNI terhadap kesehatan masyarakat. Ia menekankan pentingnya kolaborasi antara TNI, pemerintah daerah, dan masyarakat dalam upaya pemberantasan penyakit.

“Kami hadir di tengah masyarakat untuk membantu mencegah penyebaran penyakit, khususnya DBD. Kerjasama ini sangat penting agar upaya kita memberikan hasil yang maksimal,” ujar Kapten Inf. Abdul Rozaq.

Selain fogging, petugas kesehatan juga memberikan edukasi kepada warga mengenai pentingnya menjaga kebersihan lingkungan. Langkah-langkah sederhana seperti 3M Plus (Menguras, Menutup, Mendaur ulang Plus) ditekankan sebagai cara paling efektif untuk mencegah perkembangbiakan nyamuk.

3M Plus meliputi menguras tempat penampungan air secara rutin, menutup rapat tempat penampungan air, dan mendaur ulang atau membuang barang bekas yang berpotensi menampung air. Ditambah dengan tindakan pencegahan lain seperti menanam tanaman pengusir nyamuk dan menggunakan kelambu saat tidur.

Kepala Puskesmas Krangkeng, dr. Siti Aminah, mengapresiasi partisipasi aktif masyarakat dalam kegiatan ini. Ia berharap kesadaran masyarakat terhadap pencegahan DBD akan semakin meningkat.

“Kesadaran masyarakat adalah kunci utama. Fogging ini sifatnya hanya membunuh nyamuk dewasa yang ada saat itu, namun pencegahan jangka panjang tetap bergantung pada kebiasaan masyarakat menjaga kebersihan lingkungan,” jelas dr. Siti Aminah.

Pihaknya juga terus memantau perkembangan kasus DBD di wilayah Krangkeng. Data menunjukkan adanya peningkatan kasus DBD pada musim penghujan, yang memang menjadi periode rawan penyebaran penyakit ini.

Oleh karena itu, edukasi intensif dan aksi nyata seperti fogging ini menjadi prioritas. Tujuannya agar masyarakat tidak hanya waspada saat terjadi peningkatan kasus, tetapi juga aktif melakukan pencegahan secara berkelanjutan.

Kegiatan fogging ini diharapkan dapat menekan angka kasus DBD di Kabupaten Indramayu. Sinergi antara TNI dan petugas kesehatan menjadi garda terdepan dalam memberikan perlindungan kesehatan bagi masyarakat.

Baca juga: Kenaikan Harga Aspal, Perbaikan Jalan di Bondowoso Terancam Berkurang

Masyarakat diimbau untuk tidak ragu melaporkan jika menemukan adanya potensi sarang nyamuk atau gejala penyakit DBD pada anggota keluarga. Kerjasama yang baik antara pemerintah dan warga adalah kunci keberhasilan dalam memerangi penyakit yang bisa berakibat fatal ini.