Madura United Terancam Degradasi Jika Kalah dari PSM Makassar

bola9 Dilihat

DermayuMagz.com – Madura United kini berada dalam situasi genting jelang akhir musim BRI Super League 2025/2026. Kekalahan 1-2 dari PSIM Yogyakarta di Stadion Sultan Agung pada Minggu (17/5/2026) membuat Laskar Sape Kerrab terancam degradasi.

Hasil minor ini semakin memperkecil jarak poin dengan Persis Solo yang berada di zona degradasi. Persaingan untuk bertahan di kasta tertinggi sepak bola Indonesia menjadi semakin panas menjelang pekan terakhir.

Tim asuhan caretaker Rakhmad Basuki sejatinya telah berusaha tampil agresif. Namun, efektivitas serangan PSIM Yogyakarta terbukti lebih mematikan, membuat Madura United harus pulang tanpa poin.

Kini, Madura United hanya unggul satu poin dari Persis Solo. Nasib mereka untuk tetap berlaga di BRI Super League musim depan akan ditentukan pada pertandingan pamungkas.

Laga Sulit Lawan PSIM Yogyakarta

Caretaker pelatih Madura United, Rakhmad Basuki, mengakui bahwa timnya menghadapi kesulitan yang cukup berarti di babak pertama melawan PSIM. Meskipun demikian, ia tetap mengapresiasi semangat juang para pemainnya yang pantang menyerah hingga peluit akhir dibunyikan.

“Pertandingan yang luar biasa dengan intensitas tinggi. Kami mengucapkan selamat kepada PSIM yang berhasil meraih tiga poin pada malam ini,” ujar Rakhmad Basuki.

Ia menambahkan, “Saya juga sangat mengapresiasi perjuangan para pemain kami yang tidak pernah berhenti berjuang hingga menit terakhir.”

Nasib Madura United Ditentukan di Pekan Terakhir

Kekalahan ini menempatkan Madura United di bawah tekanan besar untuk menghadapi pertandingan terakhir. Mereka wajib meraih kemenangan saat menjamu PSM Makassar agar dapat dipastikan aman dari degradasi, tanpa perlu bergantung pada hasil pertandingan tim lain.

Situasi akan semakin pelik jika Madura United kalah dan Persis Solo berhasil memetik poin penuh melawan Persita Tangerang. Dalam skenario tersebut, Laskar Sape Kerrab dipastikan terdegradasi ke kasta yang lebih rendah.

Pertandingan penentu di pekan terakhir menjadi pertaruhan hidup mati bagi Madura United. Sejak didirikan pada tahun 2016, klub ini belum pernah merasakan pahitnya degradasi maupun bermain di liga kasta kedua.

Sumber: I.League

DermayuMagz.com – Performa Liverpool yang mengalami penurunan drastis pada musim BRI Super League 2025/2026 ini telah menimbulkan berbagai pertanyaan mengenai masa depan pelatih Arne Slot.

Ketegangan semakin terasa setelah Mohamed Salah dikabarkan melontarkan pernyataan yang menyindir strategi tim dan arah permainan klub. Hal ini mengindikasikan adanya ketidakpuasan mendalam terhadap kondisi tim saat ini.

Meskipun mengawali era Arne Slot dengan performa yang menjanjikan, Liverpool kini tengah menghadapi masa sulit. Investasi besar yang telah digelontorkan untuk mendatangkan pemain baru tampaknya belum membuahkan hasil optimal, dan peluang untuk lolos ke zona Liga Champions semakin menipis.

Situasi memburuk setelah kekalahan telak 4-2 dari Aston Villa. Salah, yang dikabarkan akan meninggalkan klub di akhir musim, menekankan pentingnya Liverpool kembali menerapkan gaya permainan menyerang yang menjadi ciri khas mereka.

Ia berharap tim dapat kembali menampilkan permainan heavy metal football yang menakutkan bagi lawan, menegaskan bahwa identitas permainan klub tidak boleh dikompromikan.

1. Jumlah Kekalahan

Dari sisi statistik, musim ini mencatat salah satu musim terburuk dalam sejarah klub. Liverpool telah menelan 20 kekalahan di semua kompetisi, sebuah angka yang belum pernah terjadi dalam satu musim di era modern klub.

Catatan negatif ini memicu pertanyaan mengenai konsistensi dan efektivitas taktik yang diterapkan oleh Slot. Di tengah tekanan yang semakin besar, masa depan sang pelatih menjadi semakin tidak pasti.

Situasi ini semakin kompleks dengan kabar mengenai potensi pengganti. Sebelumnya, Xabi Alonso sempat dikaitkan dengan Liverpool, namun ia kini telah resmi menukangi Chelsea. Hal ini menambah kerumitan dalam penanganan isu pelatih di Liverpool.

2. Kemasukan Gol

Masalah lain yang krusial adalah lini pertahanan tim. Liverpool telah kebobolan sebanyak 52 gol di Premier League, yang merupakan angka tertinggi dalam sejarah klub pada format 38 pertandingan.

Lebih lanjut, mereka juga menjadi tim yang paling banyak kemasukan gol dari situasi bola mati di liga, dengan total 20 gol. Kelemahan ini terlihat jelas dalam beberapa pertandingan penting, termasuk saat melawan Aston Villa.

Baca juga : Lelang Aset Sitaan Kejaksaan: Termahal dan Termurah

Lini belakang yang rapuh menjadi perhatian utama, yang juga dieksploitasi oleh tim lawan. Situasi ini menunjukkan adanya masalah mendasar yang perlu segera ditangani oleh pelatih dan staf teknis untuk memperbaiki performa tim di sisa musim kompetisi.