Mengapa Bunga Telang Jadi Tren Minuman? Manfaat dan Olahannya

hot7 Dilihat

DermayuMagz.com – Minuman herbal kembali menjadi pilihan banyak masyarakat di tengah meningkatnya kesadaran akan pola hidup sehat. Salah satu yang kini semakin populer adalah minuman bunga telang, minuman berwarna biru alami yang tidak hanya menarik secara visual, tetapi juga dikenal memiliki berbagai manfaat kesehatan.

Di berbagai daerah, bunga telang mulai diolah menjadi aneka produk seperti teh herbal, sirop, hingga campuran jamu tradisional. Popularitasnya terus meningkat karena dianggap sebagai minuman alami yang cocok dikonsumsi berbagai usia, terutama orang dewasa dan lansia.

Fenomena tersebut juga dirasakan oleh Neni Ridarineni (62), pelaku UMKM asal Sidoarum, Godean, Sleman, yang mulai mengembangkan usaha minuman bunga telang sejak tahun 2021. Berawal dari tanaman bunga telang yang tumbuh subur di pekarangan rumahnya, ia kemudian mencoba mencari cara mengolah bunga tersebut menjadi produk minuman herbal bernilai jual.

Dengan memadukan bunga telang, serai, dan jahe, Neni berhasil menciptakan sirop herbal yang kini mulai dikenal masyarakat sekitar. Promosinya dilakukan melalui pameran UMKM, WhatsApp, hingga penitipan produk di pusat oleh-oleh.

Neni mengaku awalnya tidak memiliki rencana khusus untuk menanam bunga telang sebagai usaha. Tanaman tersebut justru tumbuh dengan sendirinya di sekitar rumah dan semakin lama jumlah bunganya semakin banyak. Ia kemudian mulai tertarik setelah membaca berbagai informasi mengenai manfaat bunga telang untuk kesehatan tubuh.

Dari situlah muncul ide untuk memanfaatkan bunga telang menjadi produk yang tidak hanya berguna bagi keluarga, tetapi juga memiliki nilai ekonomi. Seiring waktu, bunga telang yang awalnya hanya satu atau dua tanaman berkembang semakin banyak hingga memenuhi area pekarangan rumah.

Karena bunga telang segar tidak dapat disimpan terlalu lama, Neni mulai mencoba mengeringkan bunga tersebut agar lebih awet. Dalam prosesnya, ia sempat mengalami kendala karena bunga telang yang disimpan mudah busuk akibat proses pengeringan yang belum sempurna. Dari pengalaman itu, ia memahami bahwa bunga telang harus benar-benar kering sebelum disimpan agar kualitasnya tetap terjaga.

“Awalnya saya sebenarnya tidak menanam khusus. Bunga telang itu tumbuh sendiri di rumah, lalu ada teman yang memberi jenis telang yang bunganya lebih besar. Setelah saya baca-baca ternyata manfaatnya bagus untuk kesehatan. Lama-lama bunganya semakin banyak, jadi saya pikir sayang kalau hanya dipakai sedikit untuk kebutuhan sendiri. Akhirnya saya coba dikeringkan supaya lebih tahan lama dan bisa dimanfaatkan lebih banyak,” jelasnya.

Menurut Neni, bunga telang memiliki warna yang menarik, tetapi rasa aslinya cenderung hambar jika hanya diseduh begitu saja. Karena itu, ia mencoba memadukan bunga telang dengan serai dan jahe untuk menghasilkan minuman yang lebih nikmat sekaligus memiliki manfaat tambahan bagi tubuh.

Kombinasi tersebut dipilih karena serai dan jahe dikenal mampu memberikan sensasi hangat serta sering digunakan dalam minuman herbal tradisional. Selain itu, perpaduan bahan alami tersebut juga membuat aroma minuman menjadi lebih segar dan khas.

Ia menyebutkan bahwa banyak konsumen tertarik mencoba minuman bunga telang karena dianggap kaya kandungan antioksidan dan cocok dikonsumsi untuk menjaga kesehatan tubuh. Meski demikian, Neni tetap berhati-hati dalam mempromosikan produknya dan tidak mengklaim minumannya sebagai obat. Ia memahami bahwa produk herbal tetap membutuhkan izin tertentu apabila ingin dipasarkan dengan klaim kesehatan secara resmi.

Oleh sebab itu, saat ini ia lebih fokus mengenalkan produk sebagai minuman herbal tradisional yang cocok dikonsumsi sehari-hari. “Bunga telang itu kalau sendiri sebenarnya tidak ada rasanya, jadi saya padukan dengan serai dan jahe. Selain lebih enak, serai dan jahe juga banyak manfaatnya untuk tubuh seperti menghangatkan badan dan membantu pencernaan.

Banyak orang bilang bunga telang bagus karena mengandung antioksidan dan bisa membantu menjaga kesehatan. Tapi saya tidak berani menyebut sebagai obat karena memang belum ada izin resmi seperti itu,” kata Neni.

Dalam proses pembuatannya, bunga telang terlebih dahulu direbus hingga menghasilkan warna biru tua yang pekat. Setelah air mendidih, bunga telang dimasukkan dan direbus kembali sebelum didiamkan beberapa saat. Air rebusan kemudian disaring untuk memisahkan sari bunga telang dari ampasnya.

Tahapan ini penting dilakukan agar warna dan sari bunga telang keluar secara maksimal sehingga menghasilkan minuman dengan tampilan yang menarik. Sementara itu, jahe dan serai diolah secara terpisah sebelum dicampurkan ke dalam rebusan bunga telang.

Jahe dipanggang terlebih dahulu agar aromanya lebih keluar, sedangkan serai dipotong kecil-kecil lalu direbus hingga mendidih. Setelah semua bahan tercampur dengan air gula batu, larutan kembali dipanaskan sebentar agar rasa menyatu sempurna. Setelah dingin, sirop bunga telang kemudian dimasukkan ke dalam botol untuk dipasarkan kepada konsumen.

“Prosesnya air direbus dulu sampai mendidih, lalu bunga telang dimasukkan sampai warnanya keluar jadi biru tua. Setelah itu disaring supaya sarinya keluar semua. Jahe dipanggang dulu lalu dipotong-potong, sementara serai langsung dipotong dan direbus. Nanti semuanya dicampur dengan air gula batu, dipanaskan lagi sebentar baru setelah dingin dimasukkan ke botol,” terang Neni.

Sebagai pelaku UMKM rumahan, Neni mengaku memasarkan produknya secara sederhana dan bertahap. Ia sering mengikuti pameran UMKM yang diadakan di berbagai tempat untuk memperkenalkan minuman bunga telang kepada masyarakat luas. Selain itu, promosi juga dilakukan melalui status WhatsApp pribadi yang dianggap cukup efektif untuk menjangkau pelanggan sekitar.

Cara tersebut menjadi langkah awal untuk mengenalkan produk herbal buatannya kepada konsumen. Tidak hanya dijual secara langsung, beberapa produk minuman bunga telang miliknya juga mulai dititipkan di pusat oleh-oleh. Konsumen yang membeli pun berasal dari berbagai kalangan usia, meskipun target utama tetap orang dewasa dan lansia.

Baca juga : Perbedaan Keamanan Galon Guna Ulang Meski Harga Sama, Sorotan KKI

Menurut Neni, banyak pelanggan tertarik karena minuman bunga telang memberikan sensasi hangat berkat campuran jahe di dalamnya. Hal tersebut membuat produknya cukup diminati terutama oleh konsumen yang menyukai minuman herbal tradisional. “Awalnya saya jualannya ikut pameran-pameran UMKM, lalu promosi lewat status WhatsApp. Kadang ada pesanan langsung dan ada juga yang dititipkan ke tempat oleh-oleh. Yang membeli bukan hanya orang tua, anak muda juga ada yang suka.

Tapi memang kebanyakan orang dewasa dan lansia karena minumannya ada jahenya jadi terasa hangat,” ujarnya.

Selain dalam bentuk sirop, Neni kini mulai mengembangkan bunga telang menjadi produk teh celup herbal. Inovasi tersebut dilakukan agar bunga telang lebih praktis dikonsumsi dan memiliki masa simpan lebih panjang. Proses pembuatannya dimulai dengan mengeringkan bunga telang, serai, dan jahe sebelum semuanya dioven agar benar-benar higienis.

Setelah kering, bahan-bahan tersebut kemudian digiling hingga halus sebelum dimasukkan ke dalam kantong tea bag. Menurutnya, pengembangan produk ini juga menjadi bagian dari upaya UMKM herbal untuk terus berinovasi mengikuti kebutuhan pasar. Ia berharap ke depan produk bunga telang olahannya dapat menjangkau lebih banyak konsumen dan memiliki izin resmi dari BPOM.

Saat ini, dirinya bersama kelompok Jogja Husada Sehat sedang berupaya memenuhi berbagai persyaratan produksi, termasuk penyediaan dapur higienis untuk mendukung legalitas produk herbal rumahan. “Sekarang bukan hanya sirop, tapi mulai dikembangkan jadi teh celup juga. Prosesnya bunga telang dikeringkan, dioven supaya higienis, lalu digiling bersama bahan lainnya seperti jahe dan serai. Setelah itu baru dimasukkan ke dalam tea bag supaya praktis seperti teh celup biasa.

Harapannya nanti produk ini bisa semakin berkembang dan punya izin resmi supaya lebih dipercaya masyarakat,” pungkas Neni.

Pertanyaan dan Jawaban seputar Minuman Bunga Telang

1. Apa manfaat minuman bunga telang?

Minuman bunga telang dikenal mengandung antioksidan yang baik untuk membantu menjaga kesehatan tubuh. Dalam artikel ini, bunga telang dipadukan dengan serai dan jahe yang memberikan sensasi hangat serta dipercaya membantu pencernaan.

2. Kenapa bunga telang dicampur dengan serai dan jahe?

Bunga telang memiliki rasa yang cenderung hambar, sehingga dicampur dengan serai dan jahe agar lebih nikmat. Selain menambah aroma dan rasa, kedua bahan tersebut juga membuat minuman terasa lebih hangat dan segar.

3. Bagaimana cara membuat sirop bunga telang?

Sirop bunga telang dibuat dengan merebus bunga telang hingga menghasilkan warna biru pekat. Setelah itu, air rebusan dicampur dengan rebusan serai, jahe, dan gula batu sebelum dipanaskan kembali lalu dikemas ke dalam botol.

4. Bagaimana cara menyimpan bunga telang agar tahan lama?

Bunga telang harus dikeringkan hingga benar-benar kering sebelum disimpan. Jika proses pengeringannya kurang sempurna, bunga telang mudah lembap dan berjamur saat disimpan.

5. Selain sirop, bunga telang bisa diolah menjadi apa?

Selain dijadikan sirop herbal, bunga telang juga bisa diolah menjadi teh celup atau tea bag. Prosesnya dilakukan dengan mengeringkan, mengoven, lalu menggiling bunga telang bersama bahan lainnya.