Janice Tjen Tersingkir di Babak Awal French Open 2026

bola5 Dilihat

DermayuMagz.com – Kabar kurang menyenangkan datang dari dunia tenis Indonesia. Tunggal putri andalan Tanah Air, Janice Tjen, harus tersingkir di babak pertama turnamen French Open 2026 yang diselenggarakan di Roland Garros, Paris.

Langkah Janice Tjen terhenti setelah kalah dari petenis Amerika Serikat, Emma Navarro. Pertandingan yang berlangsung pada Selasa (26/5/2026) sore WIB itu berakhir dengan skor 4-6 dan 3-6 untuk kemenangan Navarro.

Pada set pertama, Janice Tjen sempat tertinggal di awal pertandingan. Kehilangan servis pada gim kedua membuatnya tertinggal 0-3. Meskipun berusaha bangkit dan berhasil merebut servis Navarro di gim ketujuh, Janice Tjen akhirnya harus mengakui keunggulan lawannya.

Petenis berusia 24 tahun itu sempat menyamakan kedudukan menjadi 4-4. Namun, Navarro yang merupakan peringkat 25 dunia berhasil mempertahankan servisnya dan kemudian mematahkan servis Janice Tjen untuk memenangkan set pertama.

Memasuki set kedua, Janice Tjen kembali menunjukkan perlawanan. Ia hampir berhasil mematahkan servis Navarro di gim pertama, namun kesempatan tersebut terlewatkan.

Janice Tjen sempat berbalik unggul 2-1. Sayangnya, Navarro berhasil membalas dan mematahkan servis Janice Tjen dua kali, membawa keunggulan 5-2. Meskipun sempat merebut satu gim lagi, Janice Tjen akhirnya harus mengakui kekalahan.

Pertandingan antara Janice Tjen dan Emma Navarro ini berlangsung selama satu jam 44 menit. Kekalahan ini tentu menjadi pukulan bagi Janice Tjen dalam upayanya meraih prestasi di turnamen Grand Slam.

Meski demikian, perjuangan Janice Tjen di French Open 2026 belum sepenuhnya berakhir. Ia dijadwalkan akan turun di nomor ganda putri bersama rekannya, Aldila Sutjiadi.

Di nomor ganda, Janice Tjen dan Aldila Sutjiadi akan menghadapi pasangan gabungan dari Ceko dan Spanyol, yaitu Marie Bouzkova dan Sara Sorribes. Laga ini juga akan menjadi penentu langkah mereka di turnamen tersebut.

Kekalahan Janice Tjen di tunggal putri menjadi sorotan, mengingat harapan besar yang disematkan pada dirinya untuk bisa bersaing di level internasional. Namun, persaingan di turnamen sekelas French Open memang sangat ketat.

Perjalanan Janice Tjen di French Open 2026 menjadi pelajaran berharga. Pengalaman bertanding melawan pemain-pemain top dunia diharapkan dapat mematangkan permainannya di masa mendatang.

Para penggemar tenis Indonesia tentu berharap Janice Tjen dan Aldila Sutjiadi dapat memberikan penampilan terbaik mereka di nomor ganda putri dan meraih hasil yang memuaskan.

Sementara itu, di sisi lain dunia sepak bola, Erling Haaland memberikan pernyataan tegas mengenai masa depan Manchester City pasca kepergian Pep Guardiola.

Haaland memastikan bahwa Manchester City tidak akan kehilangan ambisi untuk meraih gelar juara, meskipun era kepelatihan Pep Guardiola telah berakhir.

Pernyataan ini disampaikan di tengah acara perpisahan meriah yang digelar Manchester City untuk Pep Guardiola setelah satu dekade pengabdiannya. Acara tersebut berlangsung di Manchester, diawali dengan parade juara dan ditutup dengan seremoni di Co-op Live Arena.

Awalnya, acara ini dipersiapkan sebagai selebrasi dua trofi domestik yang diraih Manchester City musim ini. Namun, suasana menjadi lebih emosional karena ini menjadi momen terakhir Guardiola bersama klub yang telah ia bangun menjadi kekuatan besar di Eropa.

Baca juga : Saksikan Sinetron Asmara Gen Z Hari Ini di SCTV

Haaland mengakui bahwa performa Manchester City musim ini sempat mengalami fluktuasi. Meskipun demikian, bomber tim nasional Norwegia itu menegaskan bahwa mental juara tim harus tetap dipertahankan di musim-musim mendatang.

“Musim ini berjalan dengan banyak tantangan, tetapi kami akan terus mendorong diri sendiri dan tetap berusaha memenangkan trofi terbesar yang tersedia,” ujar Haaland.

Pemain berusia 25 tahun itu yakin bahwa Manchester City masih memiliki kualitas dan ambisi yang cukup untuk kembali mendominasi berbagai kompetisi.

“Itulah target kami dan kami ingin kembali memenangkan semuanya. Merupakan kehormatan bisa bermain bersama Bernardo, John, dan tentu saja bersama Pep,” tambahnya.

Haaland juga menyoroti peran penting Guardiola, Bernardo Silva, dan John Stones sebagai figur yang meninggalkan warisan besar bagi klub.

“Perjalanan ini luar biasa, tetapi kami harus terus maju dan terus berjuang meski tanpa mereka. Sekarang waktunya memberikan penghormatan karena mereka adalah legenda klub,” tegas Haaland.

Manchester City memang telah menyelenggarakan acara perpisahan yang meriah untuk Pep Guardiola. Acara dimulai dengan parade bus terbuka di pusat kota, diikuti dengan seremoni di Co-op Live Arena.

Ribuan suporter Manchester City memadati jalanan kota untuk memberikan penghormatan terakhir kepada sang pelatih. Sejumlah tokoh penting dalam sejarah klub, seperti Vincent Kompany, Ederson, Fernandinho, Jack Grealish, hingga musisi Noel Gallagher dari Oasis, turut hadir dalam acara tersebut.

Di arena, seluruh 20 trofi yang dipersembahkan Guardiola selama masa kepelatihannya di Manchester City dipamerkan. Trofi-trofi tersebut dibawa ke atas panggung oleh para pemain, staf, dan perwakilan klub, menandai dominasi Manchester City di era Guardiola sejak 2016.

Dalam kesempatan tersebut, Guardiola juga menyampaikan pidato perpisahannya kepada para pendukung yang hadir. Ia mengungkapkan rasa terima kasihnya yang mendalam.

“Terima kasih banyak karena sudah hadir malam ini untuk mengucapkan selamat tinggal. Saya merasakan ikatan dengan klub ini sejak hari pertama,” kata Guardiola.

Pelatih berusia 55 tahun itu menyatakan bahwa kenangan bersama Manchester City akan selalu tersimpan dalam hidupnya.

“Terima kasih atas semuanya. Saya tidak punya cukup kata untuk menggambarkan rasa terima kasih saya. Semua kenangan ini akan saya bawa selamanya,” tuturnya.

Selama satu dekade memimpin Manchester City, Guardiola berhasil mempersembahkan 20 gelar juara. Di bawah asuhannya, klub ini menjelma menjadi salah satu kekuatan paling dominan dalam dunia sepak bola Eropa.